Monday, November 23, 2020
Home AGM-119 Penguin, Rudal Anti Kapal Buatan Norwegia

AGM-119 Penguin, Rudal Anti Kapal Buatan Norwegia

HobbyMiliter.com – AGM-119 Penguin, Rudal Anti Kapal Buatan Norwegia. Di Kutub Selatan, Penguin adalah unggas imut yang manis. Tetapi tidak demikian dengan spesies Penguin yang “dipelihara” Angkatan Laut Norwegia. Mereka bukan lagi burung pemangsa ikan, tetapi rudal ganas pemangsa kapal laut. Julukan Penguin mungkin diambil karena sosoknya ber-sayap lebar dan perilakunya yang biasa terbang zig-zag mengecoh dulu sebelum “menyantap” sasarannya.

Dalam kancah rudal fire and forget, perilaku seperti itu sesungguhnya tak umum. Semen-tara yang lain biasa menyeruduk sasaran langsung tanpa basi-basi, perancang Penguin menganggap perlu foreplay. Begitu diluncurkan, ia lebih dulu terbang ke lain arah seolah menelikung dan secara mendadak banting stir mengunci sasaran. Hal ini dimaksudkan untuk memperbesar probabilitas perkenaan dan mengecoh sistem pertahanan diri kapal sasaran.

Salah satu versi malah punya jurus yang terbilang unik. Lepas dari pengaitnya di helikopter, ia akan menghujam lebih dulu, terbang menjelajah sedikit diatas permukaan laut, lalu tiba-tiba menanjak sebelum kemudia kembali menghujam diatas sasaran.

BACA JUGA :  85RU Rastrub, Alutsista Dual Purpose Weapon Rudal - Torpedo asal Rusia

Mau tahu alasan pabrikan Kongsberg, Norwegia di balik perancangan itu? Foreplay tak lain adalah untuk menghindari serangan balik, seperti jamming atau tembakan rudal anti rudal. Maklum, profil musuh yang dihadapi tatkala rudal ini dibuat tak main-main, yakni Uni Soviet. Digdaya dari Timur ini adalah ancaman nomor satu bagi negara-negara blok Barat di Eropa.

Diliputi kesan serba misterius, Soviet memang bisa me-akukan segala cara jika ingin menyusup ke negeri orang. Awan kekuatiran ini pula yang mendorong sejumlah negara lain merancang rudal sejenis. Tak terpaut jauh dari kelahiran Penguin, misalnya, MBB Jerman meluncurkan Rudal Kormoran, BAe Inggris memperkenalkan Sea Skua, Sistel Italia dengan Marte, dan AS dengan AGM-84 Harpoon. Pada dasawarsa 80-an, pentas rudal antikapal kian ramai dengan kemunculan RBS15 buatan Swedia, Gabriel III A/S buatan Israel, dan AS.15 TT dari Aerospatiale (sekarang Airbus).

Walau pada awalnya dirancang untuk kebutuhan sendiri, rudal yang pertama dilansir tahun 1972 ini toh memukau banyak negara. Bukan karena keunikannya mencari sasaran, tetapi lebih pada predikat Penguin Mk I sebagai rudal antikapal fire and forget pertama di wilayah Barat. Fire and forget adalah istilah rudal yang bisa mencari sendiri sasarannya tanpa perlu dibimbing awak pengendali.

BACA JUGA :  Foto Kunjungan Kapal Perang India Ke Surabaya

Penguin mengandalkan sistem penjejak infra merah resolusi tinggi. Ini artinya, ia akan melacak sasaran menurut kontras suhu dengan lingkungan sekitarnya. Maka, tak heran jika bagian yang biasa dihantam adalah ruang mesin, bagian kapal bersuhu relatif tinggi. Kamera elektro-optis di bagian hidung akan menangkap secara responsif kontras perbedaan suhu tersebut.

Lalu, kalau pun ada keunggulan lain, itu pasti tentang kemampuannya menembus radar pertahanan musuh. Para engineer Norwegia telah membuat Penguin mampu melakukannya karena telah dibekali sistem pengendali elektronis, kontrol inertial, dan kendali sayap yang amat reaktif.

Selain dipakai untuk keperluan sendiri, Rudal Penguin Mk I, lansiran pertama juga digunakan AL Turki. Pada tahun 1980, Kongsberg meluncurkan versi kedua, Penguin Mk2, yang terdiri dari dua jenis: Mod 3 dan Mod 7. Rudal Penguin Mod 3 dirancang untuk dipasang di kapal patroli, sementara Rudal Penguin Mod 7 untuk helikopter. AGM-119 Penguin Mod 7 di antaranya bisa digotong oleh Bell 412EP, Westland Super Lynx, Sikorsky S-70B, dan SH-60B Seahawk.

BACA JUGA :  Norwegia Batalkan Rencana Upgrade MBT Leopard

Pengembangan masih terus dilakukan seiring gerak evolusi di bidang teknik perang permukaan. Di bawah koordinasi AU AS sebagai user dan pemodal, tiga belas tahun kemudian lahir AGM-119 Rudal Penguin Mk III. Yang membedakan dengan versi terdahulu adalah penjejak sasaran yang sudah digital total. Lebih dari itu, AGM-119 Penguin Mk III hanya bisa dipanggul pesawat tempur F-16 Fighting Falcon.

Saat ini, Rudal Pengguin sedang dalam proses penggantian dengan rudal berteknologi lebih baru: NSM alias Naval Strike Missile yang akan kita bahas teknologinya pada kesempatan berikutnya.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua