Mengenal Robot Penyelam (ROV)

0
834
ROV 1
HobbyMiliter.com – Mengenal Robot Penyelam (ROV). Kapal riset milik Badan Penerangan dan Penerapan Teknologi (BPPT), Baruna Jaya I (BJ1)  menjadi perhatian ketika ikut dalam proses evakuasi korban pesawat Airasia. Kapal ini memliki beragam alat seperti multibeam echo sounder yang mampu melacak benda di bawah permukaan. Disamping itu, ada juga sonar, serta magnetometer yang berfungsi membedakan benda logam dengan gundukan biasa.
ROV 2

Ridwan Djamaluddin, Deputi Kepala BPPT Devisi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam mengatakan semua itu berkat komponen yang mutakhir, di hari pertama Baruna Jaya I sudah mendeteksi objek yang memiliki tinggi sekitar 3 meter di dasar laut. Demi melancarkan misi pencarian serta evakuasi, kapal menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV). Dengan adanya ROV, Baruna Jaya mampu melakukan pencarian lebih jeli serta mempercepat proses evakuasi pesawat AirAsia bernomor QZ 8501.

BACA JUGA :  Indo Defence 2016 : Rusia Akan Tampilkan Model Su-35 Dan T-90

ROV merupakan sejenis kendaraan penyelam yang dikontrol menggunakan remote control jarak jauh, pada umumnya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan dasar laut. Contohnya seperti dokumentasi, eksplorasi laut, penanggulangan, pencarian, penyelidikan serta misi penyelamatan (SAR), pengeboran tambang, penggalian atau penguburan kabel dan lain-lain. ROV juga memiliki lampu serta kamera video, sehingga dapat memantau dengan jelas serta mendokumentasikan bawah air.

Sistem ROV tersusun dari vehicle yang terintegrasi menggunakan kabel umbilical pada pusat kontrol dan operator dari permukaan air (dari kapal, rig hingga barge). ROV juga mengusung perangkat sensor seperti kamera video, transponder, kompas, odometer, bathy (data kedalaman) dan komponen lainnya tergantung kebutuhan.

BACA JUGA :  Prototype Pesawat Tanker Ilyushin IL78 Laksanakan Penerbangan Perdana

ROV 3

ROV mempunyai satu set alat pengapung yang terletak di atas sasis baja. Pengapung tersebut berbahan dari busa sintetis. Pada bagian bawah ROV terdapat peralatan sensor yang cukup berat. Kabel tambat berguna memberikan suplai listrik serta mengirim data video dan juga sinyal. Ketika pemasangan kabel-kabel listrik bertegangan tinggi, ROV menggunakan tenaga hidrolik. Tiap sisinya akan memancarkan sonar untuk melacak keberadaan target di bawah permukaan. Saat sonar melacak adanya material padat, maka ROV akan berbunyi. Daya jangkau sonar ROV mencapai 60 meter.

Ketika peperangan, ROV kerap kali diterjunkan sebagai penghancur ranjau yang dapat mendeteksi target di dasar laut. US NAvy adalah yang pertama kali mengggunakan ROV untuk keperluan militer. Mereka memodifikasi ROV khusus untuk manangkap ranjau-ranjau laut serta mencaria hilangnya bom atom di Spanyol saat kecelakaan pesawat pada tahun 1966.

BACA JUGA :  Mengenal RIO Pesawat Tempur F-14 Tomcat

Sebelum kecelakaan AirAsia QZ 8501, ROV juga ditugaskan untuk mencari black box Adam Air di laut Majene Sulbar dari kedalaman 2.000 meter. Disamping kapal Baruna Jaya milik BPPT, kapal perang TNI AL juga memiliki ROV, contohnya pada 2 kapal pemburu ranjau, KRI Pulau Rupat 712 dan KRI Pulau Rengat 711. Dan juga dikabarkan kalau 2 kapal hidro oseanografi miliki TNI AL, OCEA OSV190 SC WB juga akan dilengkapi ROV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here