Friday, July 3, 2020
Home 15 Situs Bukti Sejarah Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia

15 Situs Bukti Sejarah Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia

15 Situs Bukti Sejarah Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia – HobbyMiliter.comSejarah peninggalan kerajaan Islam di Indonesia membuktikan bahwa dulu Indonesia sempat dikuasai Kerajaan Islam yang sangat berpengaruh terhadap penyebaran ajaran Islam, selain tentunya peran Wali Songo salah satu pendakwah agama Islam yang juga sangat berpengaruh terhadap penyebaran agama Islam di Nusantara.

Sejarah Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia

Tentunya sejarah peninggalan kerajaan Islam di Indonesia banyak yang dijadikan destinasi wisata religi oleh kebanyakan penganut Islam terutama di Indonesia. Peninggalan tersebut tersebar di sekitar wilayah Nusantara.

Masjid Raya Baiturrahman

Masjid yang berlokasi di kota Banda Aceh ini merupakan sejarah peninggalan kerajaan Islam di Indonesia serta menjadi ikon Aceh. masjid Raya Baiturrahman didirikan Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam yang merupakan Sultan dari Kesultanan Aceh pada abad 1612 Masehi atau tepatnya 1022 H.

Masjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman

Struktur bangunan indah dan megah ini menyerupai Taj Mahal yang ada di India. Masjid ini merupakan titik pusat kegiatan di Aceh Darussalam.

Pada 10 April 1873 atau Bulan Shafar 1290 Hijriah, Belanda menyerang Kesultanan Aceh dan membakar Masjid Raya Baiturrahman ini. Akan tetapi Belanda mendirikan masjid ini kembali di tahun 1877 dengan tujuan buat menarik simpati rakyat Aceh dan meredam kemarahan mereka. Kesultanan Aceh di masa tersebut berada di bawah pimpinan Sultan Muhammad Daud Syah Johan Berdaulat yang juga merupakan Sultan Aceh terakhir.

Masjid Agung Demak

Sejarah peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia tertua adalah Masjid Agung Demak yang merupakan peninggalan Kerajaan Demak, kerajaan Islam terbesar di Pulau Jawa..

Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak

Masjid ini didirikan Raden Patah yang merupakan raja pertama di Kesultanan Demak di tahun ke-15 Masehi dan berlokasi di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah. Menurut sejarah peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia, masjid ini merupakan tempat berkumpulnya Wali Songo dalam penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa.

Masjid Sunan Ampel

Sejarah peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia lainnya adalah Masjid Sunan Ampel yang terletak di Surabaya. Masjid ini dibangun salah satu Wali, yaitu Sunan Ampel di masa kekuasaan Kerajaan Majapahit pimpinan Raja Brawijaya pada tahun 1421.

Masjid Sunan Ampel
Masjid Sunan Ampel

Berlokasi di Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, luas masjid ini adalah 120 x 80 meter persegi. Sekeliling masjid ini terdapat bangunan dengan arsitektur Arab dan Tiongkok. Salah satu spot yang menarik banyak wisatawan adalah sumur di halaman yang dipercaya sebagai sumur bertuah yang biasa dipakai buat penguat sumpah atau janji. Selain itu ada juga kompleks pemakaman Sunan Ampel di dekatnya.

Masjid Agung Surakarta

Masjid lainnya yang menjadi sejarah peninggalan kerajaan Islam di Indonesia adalah Masjid Agung Surakarta yang terletak di sisi barat Alun-alun Utara Keraton Surakarta, Solo. Masjid ini merupakan peninggalan Kerajaan Mataram yang dibangun Paku Buwono III di tahun 1763 dengan gaya bangunan Jawa Kuno dan Belanda serta didominasi kayu dan stempel prasasti Jawa Kuno.

Masjid Agung Surakarta
Masjid Agung Surakarta

Masjid ini dibangun kembali di masa kekuasaan Paku Buwono IV dengan tambahan kolam-kolam air buat tempat wudhu serta jam matahari buat menentukan waktu sholat.

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Salah satu destinasi yang paling diminati para wisatawan di Yogyakarta adalah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau lebih dikenal dengan Keraton Yogyakarta.

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Keraton Yogyakarta merupakan peninggalan Kerajaan Mataram yang dibangun di tahun 1755 oleh Sultan Hamengku Buwono I. Hingga kini kompleks keraton ini masih dipakai sebagai tempat tinggal sultan beserta keluarga yang masih menjalankan tradisi kesultanan.

Ada dua versi terkait sejarah keraton ini, yaitu:

  • Versi pertama mengatakan lokasinya dulu merupakan bekas sebuah pesanggrahan Garjitawati yang dipakai buat istirahat dari iring-iringan jenazah para raja dari Kesultanan Mataram yang bakal dimakamkan di Kompleks Pemakaman Imogiri.
  • Versi kedua mengatakan lokasi ini dulunya adalah mata air bernama Umbul Pacetholan yang berada di tengah hutan Beringan.

Keraton Surosowan

Sejarah peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia lainnya adalah keraton Surosowan yang merupakan peninggalan Kerajaan Banten. Keraton ini dibangun di masa kekuasaan Sultan Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten di sekitar tahun 1522 – 1526. Kemudian Sultan Banten selanjutnya merenovasi dengan bantuan arsitek Belanda, Hendrik Lucasz Cardeel yang diberi gelar Pangeran Wiraguna.

Keraton Surosowan
Keraton Surosowan

Struktur keraton ini mirip benteng yang kokoh disertai dengan bastionnya atau sudut benteng berbentuk intan di keempat sudutnya. Sekitar 3 hektar di area sekeliling keraton terdapat dinding pembatas setinggi 2 meter.

Istana Maimun

Istana Maimun terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara dan merupakan peninggalan Kerajaan Deli. 

bukti sejarah peninggalan kerajaan Islam di Indonesia. Istana Maimun
Istana Maimun

Istana Maimun ini dibangun di tahun 1888 hingga 1891 oleh Sultan Mahmud Al Rasyid dengan bantuan desain arsitek Italia. Dengan luas 2.772 meter persegi, istana ini memiliki 30 ruangan, dua lantai serta terdiri dari 3 bagian bangunan, yaitu bangunan induk, bangunan sayap kanan dan sayap kiri. Di sisi depan istana ini ada Masjid Raya Medan atau Masjid Al-Mashun.

Keraton Kasepuhan Cirebon

Sejarah peninggalan kerajaan Islam di Indonesia lainnya adalah Keraton Kasepuhan Cirebon yang merupakan peninggalan Kerajaan Cirebon. Keraton yang dibangun di tahun 1529 oleh Pangeran Cakrabuana ini bisa dibilang menjadi saksi kejayaan kerajaan Islam serta perkembangan ajaran Islam di masa itu.

Keraton Kasepuhan Cirebon
Keraton Kasepuhan Cirebon

Di depan bangunan keraton ini ada Alun-alun yang dulu bernama Alun-alun Sangkala Buana yang merupakan tempat latihan para prajurit tiap hari Sabtu serta merupakan titik pusat kompleks pemerintahan keraton.

Istana Sultan Ternate

Istana Sultan Ternate merupakan peninggalan Kerajaan Ternate yang merupakan Kerajaan Islam tertua di Maluku. Dengan bangunan bergaya abad ke-19, istana ini dikelilingi banteng serta berada satu kompleks dengan Masjid Jami Ternate.

bukti sejarah peninggalan kerajaan Islam di Indonesia. Istana Sultan Ternate
Istana Sultan Ternate

Bangunan dua lantai ini sudah melewati dua kali pemugaran dari rentang waktu 1978 hingga 18982 oleh DR Daoed Joesoef. Hingga kini kompleks Istana Sultan Ternate ini dijadikan Museum Kesultanan Ternate yang banyak diminati para wisatawan.

Pemakaman Imogiri

Pemakaman Imogiri atau Pasarean Imogiri atau Pajimatan Girirejo Imogiri merupakan kompleks pemakaman yang dianggap suci dan keramat oleh warga sekitar. Soalnya tempat tersebut merupakan pemakaman para raja dan keluarga raja dari Kerajaan Mataram.

Pemakaman Imogiri
Pemakaman Imogiri

Berada di atas perbukitan yang merupakan bagian dari Pegunungan Seribu, pemakaman ini dibangun Sultan Mataram III Prabu Hanyokrokusumo yang merupakan keturunan Sultan Panembahan Senopati Raja Mataram pertama di tahun 1632. 

Hikayat Amir Hamzah

Hikayat Amir Hamzah merupakan salah satu sejarah peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia yang berupa sajak Melayu mengisahkan kegagahan perjuangan Amir Hamzah dalam melakukan dakwah dengan tujuan menyebarluaskan ajaran Islam, sejak Masyrik hingga Magrib. Sajak ini biasa dibaca para prajurit saat mau berangkat berperang dengan tujuan semangat dan keberanian para prajurit bisa muncul saat berperang.

Hikayat Amir Hamzah
Hikayat Amir Hamzah

Sajak ini pernah dibukukan oleh penulis atau penyelenggara naskah, Abdul Samad Ahmad dengan judul buku Hikayat Amir Hamzah atau Siri Warisan Sastera Klasik. Selain itu sajak ini juga diterjemahkan ke berbagai bahasa, entah itu bahasa di nusantara seperti Jawa, Sunda, Bali, Sasak, Palembang, Aceh, maupun bahasa internasional seperti Hindi, Arab, dan juga Turki.

Hikayat Hang Tuah

Hikayat Hang Tuah merupakan karya klasik sastra Melayu yang mengisahkan mengenai Hang Tuah, laksamana terkenal. Kisah Hikayat Hang Tuah ini berada di masa kemakmuran Kesultanan Malaka, mengenai Hang Tuah yang berasal dari kelas rendah, namun sangat dikasihi karena keberaniannya. Dia pun mendapat kenaikan pangkat hingga menjadi duta yang mewakili negaranya dalam urusan kenegaraan.

bukti sejarah peninggalan kerajaan Islam di Indonesia. . Hikayat Hang Tuah
Hikayat Hang Tuah

Hang Tuah sangatlah setia pada Sri Sultan dan memiliki empat sahabat karib, yaitu Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekiu, dan Hang Lekir.

Syair Abdoel Moeloek

Kisah syair ini mengenai seorang wanita yang menyamar menjadi pria bisa membebaskan suaminya yang ditawan Sultan Hindustan. Sjair Abdoel Moeloek ditulis tahun 1847 oleh Raja ali Haji atau putrinya, Saleha.

bukti sejarah peninggalan kerajaan Islam di Indonesia. . Syair Abdoel Moeloek
Syair Abdoel Moeloek

Tema syair ini sering ditemukan di sastra kontemporer Jawa dan Melayu, yaitu mengenai penyamaran gender yang menata ulang hirarki pria dan wanita serta bangsawan dan pelayan. Syair ini sering diangkat ke lakon panggung dan juga merupakan dasar cerita Sair Tjerita Siti Akbari karya Lie Kim Hok.

Grebeg Besar Demak

Grebeg Besar Demak merupakan acara budaya tradisional Kesultanan Demak yang diadakan tanggal 10 Dzulhijah atau saat Idul Adha. Pada masa itu para Wali Songo tiap tanggal 10 Dzulhijah atau saat Idul Adha, di lingkungan Masjid Agung Demak, umat Islam melakukan Sholat Ied kemudian menyembelih hewan qurban barulah dilanjutkan dengan acara Grebeg Besar Demak serta disisipi syiar keagamaan sebagai upaya penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa.

Grebeg Besar Demak
Grebeg Besar Demak

Itulah 15 sejarah peninggalan kerajaan Islam di Indonesia, berminat mengunjungi? Segera atur jadwal liburan kamu dan kunjungi berbagai destinasi wisata religi di atas.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa - HobbyMiliter.com. Aksi koboi udara Amerika Serikat pernah terjadi tanggal 3 Juli 2003...

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer - HobbyMiliter.com. Seiring meningkatnya ketegangan, menyusul mundurnya Amerika Serikat dari kesepakatan damai yang ditandatangani era...

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang - HobbyMiliter.com. Jepang sadar betul posisi dan kondisi geografisnya sebagai negeri kepulauan. Terlebih dalam hubungan dengan...

Foto Foto Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye

Menengok Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye - HobbyMiliter.com -  Lebyazhye Air Force Base dulunya adalah pangkalan udara militer milik Angkatan Udara Rusia. Pangkalan...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua