Sunday, August 9, 2020
Home Alutsista Ranpur GKN Simba 4×4, Sosok Kendaraan Tempur Khas Filipina

GKN Simba 4×4, Sosok Kendaraan Tempur Khas Filipina

GKN Simba 4×4, Sosok Kendaraan Tempur Khas Filipina – HobbyMiliter.com – Panser V-150/V-300 Commando dan tank APC M113 memang cukup berperan dalam penumpasan ISIS di Marawi, tetapi masih ada satu lagi kendaraan tempur yang tak kalah hebat perannya. Dia adalah V-150, kendaraan tempur yang dikenal dengan nama “Simba” yang dilengkapi dengan wooden armor sebagai penahan hantaman peluru.

Urban warfare  masih terus bergjolak hampir satu bulan lebih,  dan Filipina tetap belum bisa mengamankan Marawi sepenuhnya. Desas-desusnya malah ada Simba yang berhasil dirampas oleh para militant ISIS. Terlepas dari hal itu, nama kendaraan tempur Simba termasuk unik. Selain memiliki nama yang unik, kendaraan tempur ini juga menyandang beberapa fitur unik.

simba 1

Keunikan pertama terletak pada Negara penggunanya, kendaraan tempur ini memang cuma digunakan di kalangan militer Filipina saja. Kalau dilihat dari fungsinya, Simba memang mirip dengan kendaraan tempur V-150, yaitu spesialis dalam internal security roles. Diproduksi dalam berbagai varian, badan ranpur ini dilengkapi dengan baja setebal 8 mm, dengan ketebalan sekian membuat ranpur ini begitu rawan dijebol oleh sekelas RPG. Sehingga tak heran jika kendaraan tempur ini biasanya ditambahi dengan wooden armor.

Beberapa varian Simba yaitu Reconnaissance Surveillance & Target Acquisition (RSTA), Command & Control, Ambulance, Recovery Vehicle, serta Infantry Carrier Vehicle. Perannya dalam infantry vehicle atau APC (Armoured Personnel Carrier), Simba mampu mengangkut 8 hingga 10 orang infanteri. Pintu keluar serta masuknya pasukan bisa menggunakan rear doors (pintu belakang) serta side doors (Pintu samping). Letak pengemudi ada di samping kiri dari kompartemen mesin. Bagian kemudi juga terdapat palka (roof hatch) serta dilindungi dengan kaca anti peluru.

BACA JUGA :  Bagaimana Cara U-Boat Jerman Bisa Mencapai Nusantara?

simba3

Mayoritas ranpur varian APC ini dilengkapi kubah bersenjatakan senapan mesin tipe M2HB caliber 12,7 mm atau bisa juga senapan mesin berkaliber 7,62 mm. beberapa Simba juga dipasangi senjata Automatic Grenade Launcher 40 mm (AGL). Bahkan Simba juga bisa dipasang kubah kanon berkaliber 25/30 mm. Dikabarkan kalau pihak industri pernah mengeluarkan prototipe Simba varian FSV (Fire Support Vehicle), varian ini terlihat membawa meriam tipe Cockerill caliber 90 mm, tapi tak pernah masuk ke tahap produksi.

BACA JUGA :  Israel Uji Coba Sistem Hanud Rudal David Sling Hasil Pengembangan Terbaru

Simba termasuk dalam jenis Light Combat Vehicle didesain oleh industri otomotif dan kedirgantara dari Inggris, yaitu GKN Sankey. Lalu pabrik ini diambil alih oleh Alvis dan kini melebur ke dalam struktur jaringan BAE Systems. Karena buatan Inggris, konsep dasar Simba merujuk pada kendaraan tempur Saxon yang digunakan oleh AD Inggris. Militer Filipina menggunakan sekitar 150 unit kendaraan tempur ini, dan karena dikhususkan untuk militer Filipina, maka perakitannya dilakukan di Filipina, sehingga GKN bermitra dengan perusahaan Asian Armoured Technologies Corporation.

BACA JUGA :  Vietnam Peringatkan Tiongkok Untuk Tidak Mengebor Minyak Di Area Sengketa

simba2

Didesain untuk keperluan operasi pada daerah tropis, ranpur ini juga difasilitasi dengan air conditioning system, serta winch yang dipasang di bagian depan kendaraan. Simba menggunakan mesin jenis Perkins 210 Ti diesel turbo charged intercooler, membuat kendaraan tempur ini mampu ngebut hingga mencapai 100 km per jam serta jarak operasinya mencapai 660 km. Tapi tidak seperti V-150, kendaraan tempur berbobot 11,2 ton ini tidak memiliki fasilitas amfibi. Berdasarkan informasi dari Wikipedia.org, Simba diproduksi antara tahun 1993 – 1997.

Spesifikasi GKN Simba 4×4:
– Weight: up to 11.2 ton
– Length: 5,35 m
– Width: 2,5 m
– Height: 2,19 m
– Machine guns: 1 x 12,7-mm
– Engine: Perkins 210 Ti diesel
– Engine power: 210 hp
– Maximum road speed: 100 km/h
– Range: 660 km
– Gradient: 60%
– Side slope: 30%
– Vertical step: 0,45 m
– Trench: ~ 0.5 m
– Fording: 1 m

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua