GKN Simba 4×4, Sosok Kendaraan Tempur Khas Filipina

0
1708
simba cover

HobbyMiliter.com – GKN Simba 4×4, Sosok Kendaraan Tempur Khas Filipina. Panser V-150/V-300 Commando dan tank APC M113 memang cukup berperan dalam penumpasan ISIS di Marawi, tetapi masih ada satu lagi kendaraan tempur yang tak kalah hebat perannya. Dia adalah V-150, kendaraan tempur yang dikenal dengan nama “Simba” yang dilengkapi dengan wooden armor sebagai penahan hantaman peluru. Urban warfare  masih terus bergjolak hampir satu bulan lebih,  dan Filipina tetap belum bisa mengamankan Marawi sepenuhnya. Desas-desusnya malah ada Simba yang berhasil dirampas oleh para militant ISIS. Terlepas dari hal itu, nama kendaraan tempur Simba termasuk unik. Selain memiliki nama yang unik, kendaraan tempur ini juga menyandang beberapa fitur unik.

simba 1

Keunikan pertama terletak pada Negara penggunanya, kendaraan tempur ini memang cuma digunakan di kalangan militer Filipina saja. Kalau dilihat dari fungsinya, Simba memang mirip dengan kendaraan tempur V-150, yaitu spesialis dalam internal security roles. Diproduksi dalam berbagai varian, badan Simba dilengkapi dengan baja setebal 8 mm, dengan ketebalan sekian membuat Simba begitu rawan dijebol oleh sekelas RPG. Sehingga tak heran jika kendaraan tempur ini biasanya ditambahi dengan wooden armor.

Beberapa varian Simba yaitu Reconnaissance Surveillance & Target Acquisition (RSTA), Command & Control, Ambulance, Recovery Vehicle, serta Infantry Carrier Vehicle. Perannya dalam infantry vehicle atau APC (Armoured Personnel Carrier), Simba mampu mengangkut 8 hingga 10 orang infanteri. Pintu keluar serta masuknya pasukan bisa menggunakan rear doors (pintu belakang) serta side doors (Pintu samping). Letak pengemudi ada di samping kiri dari kompartemen mesin. Bagian kemudi juga terdapat palka (roof hatch) serta dilindungi dengan kaca anti peluru.

BACA JUGA :  AH-1Z Viper, Heli Serang Andalan Marinir AS

simba3

Mayoritas Simba varian APC dilengkapi kubah bersenjatakan senapan mesin tipe M2HB caliber 12,7 mm atau bisa juga senapan mesin berkaliber 7,62 mm. beberapa Simba juga dipasangi senjata Automatic Grenade Launcher 40 mm (AGL). Bahkan Simba juga bisa dipasang kubah kanon berkaliber 25/30 mm. Dikabarkan kalau pihak industri pernah mengeluarkan prototipe Simba varian FSV (Fire Support Vehicle), varian ini terlihat membawa meriam tipe Cockerill caliber 90 mm, tapi tak pernah masuk ke tahap produksi.

Simba termasuk dalam jenis Light Combat Vehicle didesain oleh industri otomotif dan kedirgantara dari Inggris, yaitu GKN Sankey. Lalu pabrik ini diambil alih oleh Alvis dan kini melebur ke dalam struktur jaringan BAE Systems. Karena buatan Inggris, konsep dasar Simba merujuk pada kendaraan tempur Saxon yang digunakan oleh AD Inggris. Militer Filipina menggunakan sekitar 150 unit kendaraan tempur Simba, dan karena dikhususkan untuk militer Filipina, maka perakitannya dilakukan di Filipina, sehingga GKN bermitra dengan perusahaan Asian Armoured Technologies Corporation.

BACA JUGA :  Abaikan Keberatan Beijing, Perwakilan Pemimpin AS Temui Presiden Taiwan di Texas

simba2

Didesain untuk keperluan operasi pada daerah tropis, Simba juga difasilitasi dengan air conditioning system, serta winch yang dipasang di bagian depan kendaraan. Simba menggunakan mesin jenis Perkins 210 Ti diesel turbo charged intercooler, membuat kendaraan tempur ini mampu ngebut hingga mencapai 100 km per jam serta jarak operasinya mencapai 660 km. Tapi tidak seperti V-150, kendaraan tempur berbobot 11,2 ton ini tidak memiliki fasilitas amfibi. Berdasarkan informasi dari Wikipedia.org, Simba diproduksi antara tahun 1993 – 1997.

BACA JUGA :  BAE Systems Siapkan Kendaraan Tempur AMPV Pertama Untuk Tentara Amerika Serikat

Spesifikasi GKN Simba 4×4:
– Weight: up to 11.2 ton
– Length: 5,35 m
– Width: 2,5 m
– Height: 2,19 m
– Machine guns: 1 x 12,7-mm
– Engine: Perkins 210 Ti diesel
– Engine power: 210 hp
– Maximum road speed: 100 km/h
– Range: 660 km
– Gradient: 60%
– Side slope: 30%
– Vertical step: 0,45 m
– Trench: ~ 0.5 m
– Fording: 1 m

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here