Wednesday, November 25, 2020
Home Alutsista Kapal Perang Arsip Foto Foto Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Arsip Foto Foto Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Arsip Foto Foto Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet – HobbyMiliter. Pada jaman tinggi tingginya tensi perang dingin, baik Uni Soviet dan Amerika sama sama getol mengirimkan segala sesuatu ke luar angkasa.

Soviet menjadi pionir dengan menjadi negara yang pertama meluncurkan satelit ke luar angkasa, Sputnik namanya. Setelah beberapa bencana peluncuran, dan kembali didahului oleh Sputnik II, Amerika akhirnya berhasil meluncurkan satelit pertamanya, Explorer I. Dan dibukalah medan perang baru baru di perang dingin: Luar Angkasa.

Soviet kembali menjadi “pemenang” ketika Yuri Gagarin menjadi orang yang pertama yang melakukan perjalanan ke Luar Angkasa. Amerika pun meradang, dan membuat program Apollo untuk mengalahkan Soviet. Bolak balik kalah pamor itu menggerogoti ego Amerika. Hal itu juga diteruskan hingga pengembangan pesawat ulang alik, dimana kali ini Amerika juga menjadi pemenang. Pesawat ulang alik Soviet, Buran, tidak pernah terbang kembali sejak terbang perdana tanpa penumpang. Programnya kolaps dan ditutup. Tidak lama, negaranya kolaps dan dibubarkan.

Foto resmi Yuri Gagarin. Tampak menggunakan Bintang Republik Indonesia kelas II.
Foto resmi Yuri Gagarin. Tampak menggunakan Bintang Republik Indonesia kelas II. Kapal Pengendali Satelit Soviet dinamai dengan namanya sebagai pernghormatan atas jasa Yuri Gagarin

Dalam mencapai tujuannya, Amerika mendirikan beberapa stasiun bumi di beberapa negara negara sekutunya: Inggris, Australia dan Spanyol. Semuanya bertujuan agar setiap satelit, pesawat luar angkasa dan roket roket miliknya dapat tetap dalam liputan jalur komunikasi dan telemetrinya walaupun sedang mengorbit dibalik benua amerika.

Namun, bagi Soviet, hal ini menjadi masalah. Soviet tidak punya cukup banyak sekutu yang bisa dimintai tolong untuk ditempati fasilitas penjejak dan komunikasi seperti Deep Space Networknya NASA, Badan Luar Angkasa-nya Amerika. Satu satunya negara yang waktu itu bersedia hanyalah Kuba (itupun saat ini sudah dibongkar dan menjadi kampus negeri).

Maka untuk mengatasi hal itu, Soviet membangun beberapa kapal yang berfungsi sebagai stasiun bumi. Kapal kapal ini berukuran besar besar. Biasanya dilengkapi dengan piringan piringan satelit besar diatasnya. Yang paling besar dan paling canggih diantara kapal kapal ini adalah Kosmonavt Yuriy Gagarin. Berikut foto fotonya.

Foto intai yang diambil oleh pesawat US Navy
Foto intai yang diambil oleh pesawat US Navy

Kapal Kosmonavt Yuriy Gagarin adalah kapal yang berjulukan Space Control & Monitoring Ship, kapal yang bertugas untuk mendeteksi, menerima dan mengirim data dan komunikasi ke satelit atau pesawat luar angkasa. Kapal ini dinamai berdasarkan nama Pahlawan Soviet, Penerima Bintang Republik Indonesia kelas dua (Adipradana), Orang pertama yang dikirim ke luar angkasa: Yuri Gagarin.

BACA JUGA :  TNI AL Resmi Beli Sistem CIWS Buatan Tiongkok Untuk Kapal Korvet Kelas Pattimura

Fase pembangunan Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet
Fase pembangunan Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Bentuknya sangat khas. Di atas kapal berdiri 75 antena satelit. Yang paling gampang dikenali, 2 antena satelit raksasa dan 2 antena satelit yang lebih kecil diatas 2 tower. Kapal pengendali satelit Soviet ini dibangun di Leningrad pada tahun 1971. Panjangnya 231 meter dan lebar mencapai 32 meter. Diawaki oleh 136 pelaut dan masih bisa membawa 220 hingga 250 spesialist yang mengoperasikan berbagai instrumen di dalamnya.

Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet
Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Soviet memiliki cukup banyak armada kapal seperti ini dalam berbagai ukuran. Sebagai negara yang tidak punya cukup banyak pangkalan militer di luar negeri, kepemilikan kapal pengendali satelit Soviet ini memiliki keunggulan dibanding dengan stasiun bumi tetap seperti yang dimiliki Amerika.

Kapal kapal ini dengan mudah digerakkan kemana saja selama bahan bakar mencukupi. Sehingga wilayah cakupannya pun juga mencapai seluruh bumi. Ketika satelit berada diatas Soviet, pengendaliannya diserahkan pada stasiun bumi. Sedangkan begitu keluar dari Soviet, pengendaliannya diserahkan kepada kapal kapal pengendali satelit Soviet ini.

Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet
Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Kapal kapal ini ketika masih beroperasi, diorganisasi menjadi 1 armada. Armada Luar Angkasa namanya. Selain tugas tugas sipil, kapal kapal ini juga dibebani tugas untuk memonitor langit untuk memberikan early warning bagi sistem anti rudal balistik Soviet.

Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet diabadikan dalam perangko Kuba
Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet diabadikan dalam perangko Kuba

Di tahun 60-an Soviet melakukan cukup banyak uji tembak rudal balistik. Salah satunya dilakukan diatas lautan Pasifik. Rudal diluncurkan dari semenanjung Kamchatka ke arah samudera Pasifik. Kapal kapal seperti ini pun ditugaskan untuk melakukan pelacakan arah terbang, karakteristik terbang dan melakukan penerimaan data data telemetri yang dikirimkan rudal selama perjalanan. Untuk menutupi tugas militer ini, kapal kapal pengendali satelit menamai kegiatannya sebagai “Pacific Hydrographic Expedition”.

Ukuran antena Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet
Ukuran antena Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Ada kejadian lucu beberapa waktu setelah kapal pengendali satelit soviet ini beroperasi di awal era 70-an. Sebuah teknikal problem yang tidak terbayangkan pada saat kapal ini didesain. Terkadang, untuk men-track, mengirim dan menerima data komunikasi dari pesawat luar angkasa yang lebih jauh dari orbit bumi, diperlukan komunikasi secara Line of Sight.

Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet
Ruang Kontrol Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Hal itu dilakukan agar data yang dikirim dan diterima tidak berantakan. Karena itulah, kemudian kapal ini dikirim ke samudera Atlantik untuk melakukan tugas tersebut, menggantikan peran stasiun bumi Soviet yang ketika bumi berotasi, akan kehilangan Line of Sightnya ke pesawat luar angkasa.

BACA JUGA :  CIA: ISIS Akan Ekspor Senjata Kimia Ke Negara Barat

Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet
Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Namun pada prakteknya, ketika kedua antena utama yang berdiameter 25 meter ini di rebahkan, kapal tetiba bergerak walaupun sudah di jangkarkan. Diselidiki, ternyata ketika kedua antena utama ini direbahkan, kedua antena ini menjadi hambatan angin seperti layaknya kain layar raksasa di kapal layar. Kapal pun hanyut terbawa angin, walaupun sudah ditambatkan jangkar. Sehingga hubungan Line of Sight pun sulit terjaga.

Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet dengan posisi antena seperti ini cenderung menangkap angin.
Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet dengan posisi antena seperti ini cenderung menangkap angin.

Sebagai solusi, setelah ditarik masuk ke dok, kapal ini dilengkapi sistem stabilizer canggih. Sistem ini dihubungkan ke mesin. Cara kerjanya, ketika kapal bergerak karena terbawa angin, mesin kapal dan sistem steering kapal akan bekerja meng-kompensasi-kan perubahan tadi. Sehingga kapal akan tinggal diam dan stabil.

Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet
Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Rata rata dalam setiap tugas pelayarannya, pelaut bertugas 4 hingga 6 bulan di kapal ini. Karena itu Soviet melengkapi kapal pengendali satelit soviet ini dengan fasilitas fasilitas penunjang agar awaknya betah dan kesehatan mentalnya tetap terjaga.

Mobil yang dibawa Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet
Mobil yang dibawa Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Kapal ini memiliki beberapa mobil buatan Soviet. Mobilnya pun tidak sembarangan. Antara lain sedan mewah Volga dan minivan Latvia yang sudah dimodif. Fungsinya sebagai sarana pesiar awak kapal ketika sedang berlabuh (port call) di pelabuhan manapun. Untuk menaikturunkannya digunakan crane.

Kafetaria dalam Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet
Kafetaria dalam Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Selain itu juga mempunyai kafetaria yang menyediakan makanan selama 24 jam. Walaupun kapal militer, makanan yang disediakan di kafetaria ini bukanlah ransum standar militer. Maklum, sebagian besar mission specialist di kapal ini merupakan orang orang sipil.

Kolam indoor dalam Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet
Kolam indoor dalam Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Sebagai sarana rekreasi, disediakan juga ruangan yang berfungsi sebagai kolam renang air hangat indoor. Awak kapal bisa menjaga kebugarannya di tempat ini. Sarana rekreasi ini menjadikan awak tetap betah walaupun menempuh misi hingga durasi pelayaran selama 6 bulan.

Ruangan Kapten Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet
Ruangan Kapten Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Ruangan kabin kapten kapal merupakan ruangan yang luas dan spesial. Didalamnya terdapat televisi warna, meja kopi untuk meeting dan bercengkrama, dan tidak lupa meja kerja untuk kapten kapal.

Mesin kapal Ruangan Kapten Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet
Mesin kapal Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Sejak dibuat 1971 hingga tahun 1991, kapal ini melakukan tidak kurang 20 misi ekspedisi ke samudera Atlantik. Dalam beberapa misi, ada kalanya memakan waktu hingga beberapa bulan berdiam di suatu titik di tengah laut.

BACA JUGA :  Rusia Resmikan Operasional Kapal LST Kelas Ivan Gren

Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet
Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Masa kejayaan kapal ini berakhir di tahun 1991. Di tahun ini negara Soviet bubar. Masing masing negara negara bagian menyatakan merdeka dan memisahkan diri. Bersama pemisahan diri tersebut, dilakukan pula akuisisi aset aset Soviet yang berada di wilayah negara negara baru tersebut.

Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Ketika itu, seluruh asset Uni Soviet dibagi rata berdasarkan tempat asset tersebut berada. Misalnya senjata-senjata nuklir eks Uni Soviet menjadi milik Rusia, Ukraina, Belarusia dan Kazakhstan. Begitu pula kapal ini, karena saat perpecahan sedang berpangkalan di Laut Hitam, maka otomatis menjadi milik Ukraina.

Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Namun Ukraina tidak memiliki satelit, atau memiliki fasilitas peluncuran satelit. Fasilitas tersebut menjadi milik Kazakhstan, yang kemudian disewakan ke Rusia. Alhasil, kapal ini menjadi tidak ada gunanya di armada Ukraina.

Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Upaya untuk menjual kapal ini (beserta sebuah kapal induk setengah jadi dan sebuah kapal cruiser kelas Slava yang sudah 80% selesai) ke Rusia pun tidak berhasil, karena saat itu Rusia tidak punya uang juga. Bahkan, uang dari Amerika yang ditujukan untuk  merawat dan mengoperasikan fasilitas pembongkaran senjata nuklir sesuai perjanjian START, digunakan Rusia untuk membayar gaji serdadunya.

Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Akhirnya, kondisi kapal pun jadi terbengkalai. Ukraina tidak mau mengeluarkan anggaran untuk suatu kapal yang Ukraina tidak tahu apa gunanya. Ukraina sendiri pada akhirnya juga tenggelam dalam krisis keuangan dalam negeri. Di tahun 1996, pembayaran gaji tentara begitu terlambatnya sehingga awak kapal ini mulai menjual parts parts kecil yang bisa dijual. Ada beberapa yang kemudian ketahuan dan ditahan dan diadili.

Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet

Sebagai akhir tragis, Ukraina akhirnya menjual kapal ini sebagai scrap kepada sebuah perusahaan Australia. Kapal yang tadinya merupakan kapal canggih dengan tugas mentereng, mengendalikan satelit, dijual hanya seharga $160 per ton. Oleh pembelinya, kapal ini kemudian ditarik tug dan  dibawa ke sebuah pelabuhan di India untuk dibongkar dan discrap logam bajanya.

Kondisi memprihatinkan Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet di pangkalan AL Ukraina
Kondisi memprihatinkan Kapal Pengendali Satelit Milik Soviet di pangkalan AL Ukraina

Dalam perjalanan terakhirnya ini, secara sengaja nama kapal di rubah dalam dokumennya. Tadinya bernama Gagarin dirubah secara menjadi AGAR, hanya agar scrappingnya bisa dilakukan tanpa mendapat protes dari eks kru nya dan dari kalangan ilmuwan yang pernah di bawanya. (Jangan lupa untuk meninggalkan komentar di bawah).

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua