Drone Watchkeeper AD Inggris Kembali Jatuh

0
795
Drone Watchkeeper AD Inggris Kembali Jatuh
Drone Watchkeeper AD Inggris Kembali Jatuh. Ilustrasi UAV Watchkeeper Milik AD Inggris. Sumber : janes

HobbyMiliter.com – Drone Watchkeeper AD Inggris Kembali Jatuh. Sebuah unmanned aerial vehicle atau disingkat UAV alias Drone milik Angkatan Darat Kerajaan Inggris Raya (Royal Army) dikabarkan jatuh di kota Aberporth. Drone tersebut dikabarkan jatuh setelah lepas landas dari Bandara West Wales. Dikabarkan drone tersebut merupakan aset pesawat udara tanpa awak milik AD Inggris dari jenis Watchkeeper. Kejadian ini merupakan kehilangan yang ke lima kalinya bagi British Army atau AD Inggris atas aset pesawat udara tanpa awak dari jenis tersebut. Awalnya, AD Inggris memiliki tidak kurang dari 54 unit drone jenis ini, dengan total 5 kejadian jatuhnya drone tersebut, praktis AD Inggris hanya tinggal memiliki 49 unit Watchkeeper saja.

BACA JUGA :  DSME Luncurkan Kapal Selam Terbaru TNI AL, KRI Ardadedali 404

Thales WK 450 Watchkeeper merupakan UAV atau drone yang oleh Inggris dikembangkan dari basis drone Elbit Hermes 450 besutan Israel. Oleh pihak Angkatan Darat Inggris, unit – unit UAV ini kemudian digunakan sebagai tulang punggung misi ISTAR, alias Intelligence, Surveillance, Target Acquisition, and Reconnaissance. Unit – unit pesawat tanpa awak tersebut dalam tubuh Angkatan Darat Inggris dioperasikan oleh 47 Regiment Royal Artillery dan baru saja memenuhi standar kapabilitas operasional penuh atau Full Operational Capability pada awal tahun 2018 ini. Namun sayangnya pencapaian ini masih belum dapat dikatakan sepenuhnya tercapai karena UAV tersebut gagal memperoleh Sertifikat Keamanan Penerbangan pada akhir tahun 2017 lalu.

BACA JUGA :  Rusia Akan Ubah Menara Operator Seluler Jadi Alat Jamming Rudal Musuh

UAV Thales WK 450 Watchkeeper merupakan UAV yang mengambil basis dari produk UAV besutan Elbit, Hermes 450. Dibangun berdasarkan joint venture antara Thales Group dan Elbit Systems. UAV ini mampu berada di udara selama 17 jam. Dengan kemampuan mengangkut beban seberat 150 kilogram, UAV tersebut sanggup terbang hingga 150 kilometer jauhnya dari pusat kendali di permukaan tanah atau Ground Control Station (GCS). Uniknya, jika terdapat beberapa GCS yang saling terhubung satu sama lain, dapat meningkatkan jarak tempuh maksimal dari UAV ini. UAV ini dapat dikatakan sebagai salah satu UAV yang memiliki cap battleproven alias telah terbukti kinerjanya di medan tempur. Penugasan paling terkenal dari UAV jenis ini oleh pasukan Inggris ialah saat UAV – UAV ini ditugaskan untuk memberi dukungan data untuk pasukan darat dalam operasi militer Inggris di Afghanistan pada tahun 2014 yang lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here