Friday, January 15, 2021
Home Berita Militer Berita Militer Dunia Drone Watchkeeper AD Inggris Kembali Jatuh

Drone Watchkeeper AD Inggris Kembali Jatuh

HobbyMiliter.com – Drone Watchkeeper AD Inggris Kembali Jatuh. Sebuah unmanned aerial vehicle atau disingkat UAV alias Drone milik Angkatan Darat Kerajaan Inggris Raya (Royal Army) dikabarkan jatuh di kota Aberporth. Drone tersebut dikabarkan jatuh setelah lepas landas dari Bandara West Wales.

Dikabarkan drone tersebut merupakan aset pesawat udara tanpa awak milik AD Inggris dari jenis Watchkeeper. Kejadian ini merupakan kehilangan yang ke lima kalinya bagi British Army atau AD Inggris atas aset pesawat udara tanpa awak dari jenis tersebut.

Awalnya, AD Inggris memiliki tidak kurang dari 54 unit drone jenis ini, dengan total 5 kejadian jatuhnya drone tersebut, praktis AD Inggris hanya tinggal memiliki 49 unit Watchkeeper saja.

BACA JUGA :  Sang Pengecoh Serangan Rudal pada Korvet Fatahillah Class

Thales WK 450 Watchkeeper merupakan UAV atau drone yang oleh Inggris dikembangkan dari basis drone Elbit Hermes 450 besutan Israel. Oleh pihak Angkatan Darat Inggris, unit – unit UAV ini kemudian digunakan sebagai tulang punggung misi ISTAR, alias Intelligence, Surveillance, Target Acquisition, and Reconnaissance.

Unit – unit pesawat tanpa awak tersebut dalam tubuh Angkatan Darat Inggris dioperasikan oleh 47 Regiment Royal Artillery dan baru saja memenuhi standar kapabilitas operasional penuh atau Full Operational Capability pada awal tahun 2018 ini. Namun sayangnya pencapaian ini masih belum dapat dikatakan sepenuhnya tercapai karena UAV tersebut gagal memperoleh Sertifikat Keamanan Penerbangan pada akhir tahun 2017 lalu.

BACA JUGA :  Turki Kirim Angkatan Udaranya Untuk Bantu Lawan ISIS di Mosul

UAV Thales WK 450 Watchkeeper merupakan UAV yang mengambil basis dari produk UAV besutan Elbit, Hermes 450. Dibangun berdasarkan joint venture antara Thales Group dan Elbit Systems. UAV ini mampu berada di udara selama 17 jam.

Dengan kemampuan mengangkut beban seberat 150 kilogram, UAV tersebut sanggup terbang hingga 150 kilometer jauhnya dari pusat kendali di permukaan tanah atau Ground Control Station (GCS). Uniknya, jika terdapat beberapa GCS yang saling terhubung satu sama lain, dapat meningkatkan jarak tempuh maksimal dari UAV ini.

BACA JUGA :  Tiongkok Berencana Jalankan Misi Ke Mars Tahun 2020

UAV ini dapat dikatakan sebagai salah satu UAV yang memiliki cap battleproven alias telah terbukti kinerjanya di medan tempur. Penugasan paling terkenal dari UAV jenis ini oleh pasukan Inggris ialah saat UAV – UAV ini ditugaskan untuk memberi dukungan data untuk pasukan darat dalam operasi militer Inggris di Afghanistan pada tahun 2014 yang lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Rudal Tomahawk Generasi Kelima, Apa Istimewanya?

HobbyMiliter.com - Pada tanggal 30 November 2020, Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy,red) dikabarkan telah berhasil melaksanakan ujicoba peluncuran rudal jelajah Tomahawk varian terbaru...

Purwarupa MPF Medium Tank AS Masuki Tahap Ujicoba Pasukan

HobbyMiliter.com – Purwarupa kendaraan tempur medium tank MPF atau Mobile Protected Firepower dari dua pabrikan kendaraan tempur yang sedang bersaing untuk memenangkan kontrak pengadaan...

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua