Friday, July 10, 2020
Home Berita Militer Berita Militer Indonesia Kedatangan M109A4 GS di Armed TNI AD

Kedatangan M109A4 GS di Armed TNI AD

Kedatangan M109A4 GS di Armed TNI AD – HobbyMiliter.com – Selain menggunakan kapal Belgia, sejumlah 18 unit Self Tracked Propelled Howitzer atau disebut Artileri Swagerak tipe M109A4 kaliber 155 mm, diperuntukkan Satuan Artileri Medan (Armed) TNI AD yang tiba pada hari Selasa (25/7) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Walaupun berstatus bekas dari AD Belgia, keberadaan alutsista ‘kelas berat’ ini memberikan arti penting untuk modernisasi alutsista di satuan Armed TNI AD, terutama pada segi Self Tracked Propelled Howitzer yang selama ini masih menggunakan jenis AMX-13 MK61 berkaliber 105 mm.

M109A4-GS1

Proses pemesanan kedatangan M109A4 sudah tercatat pada Nota Keuangan dan juga RAPBN tahun 2017 Republik Indonesia. Disana disebutkan juga jumlah yang akan dibeli yaitu sejumlah 20 unit. Artileri Swagerak di kalangan TNI AD biasa dikenal dengan GS (Gerak Sendiri), dan TNI AD memiliki 2 Yon Armed GS yang menggunakan AMX-13 MK61, yaitu yang pertama Yon Armed-4/105 GS yang terdapat di Kodam III Siliwangi – markas Cimahi, Jawa Barat. Dan yang kedua Yon Armed-7/105 GS Bring Galih yang terdapat di Kodam Jaya – markas Cikiwul, Bekasi.

BACA JUGA :  Keberangkatan 9 KRI Komando Armada RI Kawasan Barat dalam Latihan Gabungan TNI 2013

M109A4 sendiri merupakan alutsista yang cukup terkenal, debutnya sudah terlihat sejak Perang Vietnam, Perang Yom Kippur, Perang Iran-Irak, Perang di Sahara, Perang Teluk, Perang Irak, dan yang terakhir digunakan Arab Saudi saat menghadapi Yaman. Di Negara-negara Asia Tenggara, selain Indonesia, ada juga Thailand (20 unit) serta Malaysia (30 unit) yang juga memilikinya. Sayangnya milik kedua Negara itu lebih baru dibandingkan milik Indonesia, Thailand menggunakan seri M109A5 dan Malaysia menggunakan seri M109A6.

M109A4-GS2

Dari segi fire power, M109A4 mengadaptasi jenis L/39 Howitzer M185 berkaliber 155 mm. Jangkauan tembaknya mencapai 18 km, apabila menggunakan RAP (Rocket Assisted Projectile) mampu menjangkau target sejauh 30 km. Sudut elevasi larasnya mampu digerakkan dari -3 hingga 75 derajat

BACA JUGA :  [VIDEO] Iran Pamerkan Rudal Balistik Zolfaghar Berjarak Tempuh 700 Km

Lalu bagaimana segi kecepatan tembaknya? Dikarenakan masih tergolong manual, maka itu tergantung pada keahlian dari team loadernya. Pada dasarnya jika awak M109 cukup terlatih, maka bisa ditembakkan 4 proyektil per menitnya, tapi untuk tembakan yang berkelanjutan biasanya satu menit hanya satu proyektil. Dalam sekali angkut, kubah M109 mampu memuat 39 proyektil, terhitung 2 copperhead rounds.

M109A4-GS3

Untuk dapur pacunya, semua jenis M109 Paladin menggunakan mesin diesel produksi General Motors, yaitu Detroit Diesel 8V71T yang memiliki delapan silinder dan dilengkapi dengan perangkat turbocharger, semburan daya maksimumnya 405 hp. Kendaraan berbobot 28,5 ton ini mampu melaju hingga 56 km per jam pada jalan raya, dengan jarak tempuh mencapai 350 km

BACA JUGA :  Tentang Howitzer LG-1 MKII 105mm Milik Resimen Artileri Korps Marinir

Yang mebedakan M109A4 dibandingkan seri A1, A2 dan A3 adalah terdapat perangkat filter anti nubika (nuklir, biologi dan kimia). Dari segi RAM (reliability, availability and maintainability) juga ditingkatkan kemampuan subsistem seperti filter udara mesin, pendingin mesin, mekanisme putaran kubah, protective cover untuk sensor-sensornya serta adanya starter circuit relay.

Sebagai salah satu Negara anggota NATO, Belgia memiliki ratusan unit M109 dari varian A2/A3 dan A4 yang jumlahnya mencapai 127 unit. Dari jumlah itu 64 diantaranya sudah diupgrade menjadi seri A4, lalu 20 unit diantaranya dijual pada Indonesia, dan 40 unit sisanya dijual ke Brazil. Selain kedatangan M109A4, TNI AD juga kedatangan armada kendaraan tempur APC M113 A1, yang juga berstatus bekas pakai AD Belgia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Apa Yang Dimaksud Dengan Thrust Vectoring?

Apa Yang Dimaksud Dengan Thrust Vectoring? - HobbyMiliter.com. Thrust vectoring atau disebut juga Thrust Vector Control (TVC) adalah suatu kemampuan dari pesawat terbang, roket...

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov - HobbyMiliter.com. Admiral Kuznetsov saat ini merupakan kapal induk satu satunya milik Rusia. Itupun sebetulnya dalam klasifikasi kapal Angkatan...

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik - HobbyMiliter.com. Sudah sejak lama, peperangan elektronik dilakukan oleh manusia. Mulai dari penerjunan pelat pelat logam...

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara - HobbyMiliter.com. Perang udara semakin kompleks dengan melibatkan kekuatan teknologi maju dan penguasaan informasi. Konsep early warning...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua