Friday, October 16, 2020
Home Alutsista Pesawat Terbang Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara – HobbyMiliter.com. Perang udara semakin kompleks dengan melibatkan kekuatan teknologi maju dan penguasaan informasi. Konsep early warning dan first look, first kill menjadi dua hal yang amat penting untuk bisa menguasai medan pertempuran dan sekaligus memenangkannya.

Permasalahannya, bagaimana caranya mengumpulkan informasi situasi medan perang sebanvak, selengkap mungkin dan seefisien mungkin. Konsep ini kemudian dirumuskan, sehingga informasi yang didapat bersifat menyeluruh dan dapat didistribusikan kepada sistem-sistem perangkat perang secara real time.

Salah satu elemen yang mendukung pada tercapainya keunggulan ISTAR (Intelligence, Surveillance, Target Acquisition, and Reconnaissance) tidak lain adalah penggunaan pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C).

Pesawat inilah yang bila dianalogikan akan berperan sebagai menara kontrol untuk pengaturan semua perangkat perang, khususnya pesawat dan alutsista udara lainnva. Pesawat AEW&C memberikan informasi sebanvak-banyaknya mengenai medan pertempuran.

AWACS PHALCON AU Chili. AWACS dgn sistem buatan Israel ini bentuknya cukup unik, sesuai namanya "PHALCON"
AWACS PHALCON AU Chili. AWACS dgn sistem buatan Israel ini memiiki hidung yang bentuknya cukup unik, sesuai namanya “PHALCON”

Radar terbang memiliki keunggulan dari radar yang ditanam secara fixed di darat karena sifat pergerakannya yang sangat mobile. Sedangkan radar fixed bila posisinya sudah diketahui oleh musuh akan menjadi sasaran yang dengan segala cara akan dimusnahkan terlebih dahulu (bahkan dalam kasus Israel vs Mesir, radar buatan Soviet milik Mesir diculik oleh Israel).

Keuntungan lainnya adalah kemungkinan deteksi yang lebih besar pada pesawat tempur yang didesain memiliki RCS kecil (stealth) karena sisi atas pesawat tempur stealth biasanya masih ada control surface yang memiliki RCS lebih besar dari pada sisi bawah.

Indonesia merupakan salah satu negara yang saat ini tengah menjajaki pembelian pesawat AEW&C. Di samping itu Indonesia juga berencana membeli jet tanker untuk memenuhi kebutuhan kekuatan pokok minimum.

AWACS atau AEW&C?

Tak sedikit awam atau bahkan media yang bingung memilih istilah mana yang dipakai: AEW&C atau AWACS? Sejatinya, kedua istilah itu sama saja artinya. Terminologi AEW&C (Airborne Early Warning and Control) mulai muncul tahun 1970-an, sebagai kelanjutan atau peningkatan kapabilitas dari fungsi AEW (Airborne Early Warning) generasi awal yang muncul mulai dari dekade 1950-an.

Berbeda dengan AEW yang misi utamanya “sekadar” radar terbang, maka AEW&C memiliki kemampuan kendali, eksekusi dan manajemen pertempuran alias C2BM (Command, Control and Battle Management).

AU Pakistan menggunakan ZDK-03 AWACS buatan China. Platform yang digunakan merupakan pesawat Shaanxi Y-8, copian dari Antonov AN-12.
AU Pakistan menggunakan ZDK-03 AWACS buatan China. Platform yang digunakan merupakan pesawat Shaanxi Y-8, copian dari Antonov AN-12.

Sementara itu, istilah AWACS (Airborne Warning And Control System) sendiri merupakan terminologi yang dipakai tatkala AU Amerika Serikat (USAF) memperkenalkan program pesawat peringatan dini pada dekade 1970-an.

Dan sesungguhnya istilah yang masih umum dipakai oleh praktisi indutri pertahanan dan pakar teknologi aviasi militer adalah AEW&C. Istilah AWACS sendiri lebih umum dipakai oleh kalangan militer AS dan media populer. Mungkin juga lantaran penyebutan di lidahnya yang lebih “enak” AWACS ketimbang AEW&C.

Pada perang Iraq - Iran, AU Iran sering menugaskan F-14A sebagai mini AWACS; radar AWG-9 nya yang sangat powerful terbukti efektif untuk mengatur jalannya pertempuran dan membuat AU Iran meraih keunggulan udara atas pesawat AU Iraq.
Pada perang Iraq – Iran, AU Iran sering menugaskan F-14A sebagai mini AWACS; radar AWG-9 nya yang sangat powerful terbukti efektif untuk mengatur jalannya pertempuran dan membuat AU Iran meraih keunggulan udara atas pesawat AU Iraq.

Berikut ini antara lain beberapa pesawat-pesawat AEW&C/AWACS yang sudah operasional dan digunakan sebagai salah satu unsur kekuatan perang udara modern di beberapa negara dan layak untuk dipertimbangkan sebagai calon AWACS TNI AU:

BACA JUGA :  Begini Lho Cara Kerja Radar, Mata dan Telinga Angkatan Udara

AWACS BOEING E-3 SENTRY

Inilah generasi pertama AWACS, sekaligus sistem yang kelak mempulerkan istilah itu sendiri. Perannya amat vital sebagai “koreografer udara” bagi kekuatan udara adidaya AS. Tak pernah AS mengirim kekuatan tempur udaranya tanpa pendampingan AWACS. Meski sudah operasional sejak dekade 1970-an namun secara teknologi tetap selalu di up-to-date lantaran AS kerap meningkatkan kemampuannya secara berkala, terencana dan berkesinambungan.

AWACS gaek. Armada AWACS Boeing E-3 Sentry USAF pada tahun 2018 ini rata rata berusia 32 tahun. Pesawat ini diproduksi 1977 hingga 1992.
AWACS gaek. Armada AWACS Boeing E-3 Sentry USAF pada tahun 2018 ini rata rata berusia 32 tahun. Pesawat ini diproduksi 1977 hingga 1992.

Ciri fisiknya menjadi konfigurasi generik dan menjadi semacam “patron” bagi sistem-sistem AEW lainnya, yaitu keberadaan piringan radar yang digendong di punggung pesawat. Piringan yang tak lain adalah antena radar itu sendiri terbungkus oleh material yang transparan terhadap gelombang radar.

Selain harga yang mahal, penjualan Sentry kerap dibatasi oleh faktor politik yang begitu kental. Arab Saudi yang sukses mendapat restu membeli pesawat ini langsung naik status menjadi sekutu utama Amerika Serikat di Timur Tengah, kendati transaksi penjualan itu mendapat reaksi keras dari Israel, sekutu utama Amerika Serikat lainnya di wilayah tersebut yang merupakan seteru Arab Saudi.

AWACS Boeing E-3 Sentry Aangkatan Bersenjata Luxembourg. Walaupun Luxembourg tidak punya Angkatan Udara dan tidak memiliki pesawat tempur, tapi AB nya memiliki 17 Boeing E-3 Sentry AWACS
AWACS Boeing E-3 Sentry Aangkatan Bersenjata Luxembourg. Walaupun Luxembourg tidak punya Angkatan Udara dan tidak memiliki pesawat tempur, tapi AB nya memiliki 17 Boeing E-3 Sentry AWACS

Kontraktor Utama: Boeing, USA
Platform: Boeing 707
Varian (pengguna): E-3A/B/C/G (USA), E-3D (Inggris), E-3F (Perancis), E-3A (Arab Saudi, Belgia-NATO)
Operasional perdana: 1977
Kecepatan maks: ± 850 km/jam
Jangkauan terbang: ± 7.400 km
Max. Endurance: 18 jam
Ketinggian terbang maksimum: 12.500 m

NORTHROP GRUMMAN E-2 HAWKEYE

Kalau AU AS punya E-3 Sentry, maka AL AS punya E-2 Hawkeye. Peran dan misinya sama, hanya pangkalannya berbeda. Meski bisa dipangkalkan di darat, pangkalan utama Hawkeye yang kerap dijuluki “mini AWACS” tersebut adalah kapal-kapal induk super (supercarrier) Angkatan Laut Amerika.

E-2 Hawkeye lepas landas dari kapal induk
E-2 Hawkeye lepas landas dari kapal induk

Meskipun jangkauan dan kecepatan terbangnya di bawah Sentry, daya endus Hawkeye tak terpaut terlampau jauh. Kapabilitas sensornya membuat Hawkeye menjadi indra utama bagi armada gugus tempur kapal induk AS.

Dalam setiap pergerakannya terutama memasuki zona rawan, Hawkeye kerap berpatroli pada jarak cukup jauh dari kapai induk yang bersangkutan. Ini memberi ruang dan waktu yang cukup bagi pesawat-pesawat tempur di kapal induk tersebut untuk bereaksi jika terdeteksi ancaman.

Kontraktor Utama: Northrop Grumman, USA
Varian (Pengguna): E-2A/B (USA), E-2C (USA, Perancis, Israel, Jepang, Singapura, Taiwan, Meksiko, Mesir), E-2C Hawkeye 2000 (Perancis, Mesir, Taiwan), E-2D Advanced Hawkeye (USA)
Operasional perdana: 1965
Kecepatan maks: ± 600 km/jam
Jangkauan terbang: ± 2.600 km
Max. Endurance: ± 5 jam
Ketinggian terbang maksimum: 9.100 m

BOEING E-767 AWACS

Inilah generasi terkini dari sistem AWACS karya AS. Pesawat ini dlbuat khusus untuk memenuhi kebutuhan Pasukan Udara Bela Diri Jepang yang membutuhkan pesawat AEW&C dengan kecepatan dan jangkauan terbang yang melebihi Hawkeye. Meski secara sistem sama dengan yang terpasang pada armada Sentry US yang telah di-upgrade, namun Jepang memilih platform lain yang lebih baru ketimbang Boeing 707, yaitu Boeing 767-200ER.

BACA JUGA :  Helikopter AH-64D Apache Longbow Mengusung Radar AN/APG-78

BOEING E-767 AWACS terbang diatas gunung Fuji. Jepang memiliki 4 unit pesawat ini.
BOEING E-767 AWACS terbang diatas gunung Fuji. Jepang memiliki 4 unit pesawat ini.

Dari sisi kapasitas muat, Boeing 767 dipilih karena lebih besar dari Boeing 707. Pesawat ini memiliki lantai kabin 50 persen lebih luas dari Boeing 707 dan volume ruang yang lebih banyak dua kali lipat. Perangkat radar yang digunakan pada E-767 menggunakan multimoda sehingga dapat memisahkan sasaran-sasaran di laut maupun permukaan.

Radar dapat menyapu sasaran selingkup 360 derajat dengan jarak jangkau lebih dari 320 km. Jarak jelajah pesawat mencapai 10.370 km dan endurane selama 13 jam. Sedangkan MTOW mencapai 175 ton.

Kontraktor Utama: Boeing, USA
Platform: Boeing 767-200ER
Varian (Pengguna): E-767 (Jepang)
Operasional perdana: 2000
Kecepatan maks: ± 900 km/jam
Jangkauan terbang: ± 10.300 km
Max. Endurance: ± 13 jam
Ketinggian terbang maksimum: 12.200 m

SAAB ERIEYE

Sistem ini disebut sebagai salah satu AWACS yang tercanggih di dunia di luar perangkat AEW&C buatan AS. Mekanisme pemindaiannya sudah menganut teknologi terkini yaitu pemindaian elektronis aktif atau AESA (active electronically-scanned array). Pembuatnya mendesain Erieye sebagai sistem yang modular penuh sehingga bisa dipasangkan ke beberapa platform pesawat terbang berbeda tanpa perubahan berarti.

Di Angkatan Udara Thailand, Gripen dan AWACS Saab ERIEYE merupakan sistem senjata yang tak terpisakan.
Di Angkatan Udara Thailand, Gripen dan AWACS Saab ERIEYE merupakan sistem senjata yang tak terpisakan.

Sukses secara operasional di AU Swedia, membuat negeri itu mantap meningkatkan kemampuannya secara signifikan dan menawarkannya di pasar ekspor. Selain versi AEW&C, pabrikan juga melansir varian khusus untuk patroli maritim.

Kontraktor Utama: Saab, Swedia
Platform (Varian): Saab 340 (S100B Argus); Saab 2000 (Saab2000 AEW&C); Embraer EMB-145 (R-99)
Varian (Pengguna): S100B Argus (Swedia, Thailand, Pakistan, Uni Emirat Arab); Saab2000 AEW&C (Swedia); R-99 (Brasil, Yunani, Meksiko, India).
Operasional perdana: 1996
Kecepatan maks: ± 400 km/jam (S100B), ± 600 km/jam (Saab2000), ± 800 km/jam (R-99); Tergantung platform tempat ERIEYE diinstall.
Jangkauan terbang: ± 3.000 km (R-99), ± 2.000 i km (S100B); Tergantung platform tempat ERIEYE diinstall.
Max. Endurance: ± 6 jam (S100B), ± 4 jam (R-99); Tergantung platform tempat ERIEYE diinstall.
Ketinggian terbang maksimum: 11.200 m (R-99), 7.600 m (S100B), 9.000 m (Saab2000); Tergantung platform tempat ERIEYE diinstall.

PHALCON GULFSTREAM G550 CAEW/EITAM

Meski belum bisa menyaingi kelarisan Erieye, namun sistem AEW&C yang satu ini disebut sebagai rival berat Erieye dari segi kecanggihan. Bahkan beberapa media menyebutnya sebagai yang “tercanggih di luar AS”.

G555 Milik Angkatan Udara Singapura. Singapura memiliki 4 unit AWACS mini ini.
G555 Milik Angkatan Udara Singapura. Singapura memiliki 4 unit AWACS mini ini.

Phalcon generasi terkini mengandalkan radar Elta EL/W-2085 berteknologi AESA yang terpasang pada bizjet Gulfstream G550. Kesatuan sistem ini kerap dilabeli CAEW (Conformal Airborne Early Warning) lantaran radarnya terpasang menonjol dari tubuh, bukan berupa piringan diatas pesawat.

BACA JUGA :  Mengenal RIO Pesawat Tempur F-14 Tomcat

Sebelum generasi terkini, Israel dan Chili sudah mengoperasikan generasi pertama Phalcon yang mengandalkan radar Elta EL/W-2075 yang dipasangkan pada Boeing 707. Ciri fisik yang paling menonjol di generasi pertama ini adalah hidung pesawat yang tampak kurang proporsional lantaran berbentuk tonjolan besar PHALCON. Kini tinggai Chili yang masih mengoperasikan generasi pertama dengan nama Condor, sementara Israel sudah menggantinya dengan Eitam.

EITAM, sistem mini AWACS Israel
EITAM, sistem mini AWACS Israel

Kontraktor Utama: IAI, Israel
Platform: Gulfstream G550
Pengguna: Israel,. Singapura
Operasional perdana: 2007
Kecepatan maks: ± 900 km/jam
Jangkauan terbang: ± 11.000 km
Max. Endurance: ±10 jam
Ketinggian terbang maksimum: 15.500 m

Boeing E-7A WEDGETAIL

Tak mau ketinggalan kereta melihat gencarnya SAAB dalam pemasaran Erieye dan kuatnya aura kecanggihan Phalcon. Amerika Serikat kembali melansir generasi terbaru AEW&C untuk pasar internasional yang dipasangkan pada platform Boeing 737NG. Radar yang jadi andalan bertipe pindai elektronis yaitu MESA (Multi-role Electronically-Scanned Array) buatan Northrop Grumman.

Boeing E-7A WEDGETAIL. Australia memiliki 6 unit WEDGETAIL AWACS.
Boeing E-7A WEDGETAIL. Australia memiliki 6 unit WEDGETAIL AWACS.

Boeing 737 AEW ini ditawarkan spesifik sesuai kebutuhan pemesannya sehingga antara satu pemesan dan pemesan lain terdapat perbedaan spesifikasi elektronik yang berbeda, custom sesuai dengan mau pemesan. Australia misalnya, memesan spek khusus sehingga berbeda dengan yang dimiliki Turki dan Korea Selatan, kendati mission system utamanya tetap sama.

Pesawat basis Boeing 737 dipilih jelas dengan pertimbangan yang matang. Sebagaimana diketahui pesawat ini laris di dunia. Sparepart mudah diperoleh.

Dibuat dengan menggunakan platform pesawat komersial Boeing 737
Dibuat dengan menggunakan platform pesawat komersial Boeing 737

Kontraktor Utama: Boeing, USA
Platform: Boeing 737NG
Pengguna (program/varian): Australia (Wedgetail), Korea Selatan (Peace Eye). Turki (Peace Eagle)
Operasional perdana: 2009
Kecepatan maks: ± 900 km/jam
Jangkauan terbang: ± 6.400 km
Max. Endurance: ± 6 jam
Ketinggian terbang maksimum: 12.500 m

BERIEV A-50 MAINSTAY

Konfigurasi yang dipilih Soviet (lantas dilanjutkan Rusia) untuk pesawat AEW&C yang berkode NATO Mainstay ini tak jauh beda dengan yang dianut AS. Piringan radar yang berputar dipasang di punggung pesawat bagian belakang. Sebagai platform, Rusia mengandalkan basis pesawat angkut berat militer Il-76 Ilyushin.

AWACS dari Rusia. menurut kabar, kelemahannya adalah 4 mesin yang digunakan sangat haus BBM.
AWACS dari Rusia. Menurut kabar, kelemahannya adalah 4 mesin yang digunakan sangat haus BBM.

Meski sering disebut jauh lebih inferior ketimbang E-3 Sentry, A-50 toh memiliki karir yang panjang. Hal ini dibuktikan dengan diluncurkannya varian terbaru, A-50U, pada tahun 2011, sebelum varian berikutnya yaitu A-100 muncul.

Selain Rusia, pemakai A-50 adalah India dan China. China memasang radar buatan sendiri dan menggabungkannya dengan beberapa sub sistem yang masih dipasok oleh Rusia. Sementara India mengandalkan radar buatan Elta dari sistem Phalcon, karya Israel.

Beriev A-100 mengusung radar yang lebih canggih di banding A-50
Beriev A-100 mengusung radar yang lebih canggih di banding A-50

Kontraktor Utama: Beriev, Rusia
Platform: Ilyushin II-76
Varian (Pengguna): A-50/A-50U (Rusia); India (A-50EI); China (KJ2000)
Operasional perdana: 1984
Kecepatan maks: ± 900 km/jam
Jangkauan terbang: ± 6.000 km
Ketinggian terbang maksimum: 12.000 m

Nah, menurut pembaca, manakah yang paling cocok untuk AWACS Indonesia?

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua