Tuesday, November 24, 2020
Home Blog Militer Pesawat Pengintai SAAB Global Eye Sukses Laksanakan Penerbangan Perdana

Pesawat Pengintai SAAB Global Eye Sukses Laksanakan Penerbangan Perdana

HobbyMiliter.com – Pesawat Pengintai SAAB Global Eye Sukses Laksanakan Penerbangan Perdana. Global Eye, pesawat pengintai dan peringatan dini produksi perusahaan pembuat pesawat asal Swedia, SAAB dilaporkan berhasil melaksanakan misi penerbangan perdananya pada tanggal 14 Maret 2018. Berangkat dari fasilitas SAAB di Linkoping, pesawat pengintai dan peringatan dini tersebut mengangkasa setelah 19 hari lalu diperkenalkan pada publik yakni pada tanggal 23 Februari 2018 silam. Kabarnya, Uni Emirat Arab menjadi launch customer atau pembeli pertama bagi pesawat pengintai dan peringatan dini tersebut. Sebanyak tiga unit dipesan oleh UEA pada saat peluncuran perdana pesawat pengintai dan peringatan dini tersebut di Linkoping, Swedia pada akhir Februari 2018 lalu. Platform modifikasi pesawat jet Bombardier Global 6000 tersebut melaksanakan penerbangan perdana selama kurang lebih 1 jam 46 menit.

BACA JUGA :  Yang Tua dan Yang Muda di Kikavser 2

Selama penerbangan perdananya, SAAB Global Eye melaksanakan pengumpulan data – data secara terus – menerus dengan menggunakan seluruh perlengkapan pengumpul data yang terpasang diatas pesawat tersebut. Data – data tersebut kemudian akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memverifikasi performa dari pesawat tersebut. Sebelum melaksnakan penerbangan perdananya, Global Eye telah menjalani serangkaian tes dan uji coba perlengkapan yang dilaksanakan di darat seperti tes melakukan taxiing (berjalan dari hanggar ke runway atau dari runway ke hanggar) dalam kecepatan rendah maupun dalam kecepatan tinggi.

BACA JUGA :  Foto Foto Rudal Buk-2E, Sistem Hanud Ampuh Buatan Russia

“Penerbangan kali ini berjalan sesuai dengan rencana kami, dengan level pencapaian performa yang sama dengan ekspektasi kami. Sesuai perkiraan kami, pesawat dapat dikendalikan dengan mudah dan sangat menyenangkan untuk saya bisa menerbangkan pesawat ini,” demikian ujar Magnus Fredriksson, pilot penguji pesawat eksperimental SAAB Global Eye. SAAB Global Eye menawarkan solusi praktis dimana kemampuan survei dan pengawasan wilayah maritim, udara, dan daratan mampu dilaksanakan dalam satu pesawat pengintai dan peringatan dini. Konsumen perdana dari pesawat pengintai dan peringatan dini tersebut yakni Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab yang menempatkan Global Eye sebagai pesawat Swing Role Surveillance System atau SRSS. Dengan sederet sensor yang dibawanya, pesawat jet pengintai dan peringatan dini SAAB Global Eye mampu terbang dalam durasi 11 jam, sebuah kelebihan dimana pesawat pengintai dan peringatan dini umumnya harus memiliki waktu Loitering yang lama agar dapat mengintai pergerakan musuh dalam durasi yang panjang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua