Saturday, June 25, 2022
HomeBlog MiliterBerita MiliterRefleksi HUT Ke-76 Tentara Nasional Indonesia-Sebuah Opini

Refleksi HUT Ke-76 Tentara Nasional Indonesia-Sebuah Opini

Refleksi HUT Ke-76 Tentara Nasional Indonesia – Sebuah Opini – Hobbymiliter.comHari ini, Selasa, 5 Oktober 2021, genap tujuh puluh enam tahun usia dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Begitu banyak pertempuran dan konflik bersenjata yang telah dijalani oleh kekuatan militer Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Disamping juga menjaga dan mempertahankan wilayah kedaulatan negara, TNI yang juga memiliki doktrin pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) juga telah banyak terlibat dalam berbagai fase pembangunan bangsa dan negara. Lalu, pertanyaan yang sama yang selalu berulang setiap tahun nya di benak penulis, kembali terngiang. “Mau dibawa kemanakah TNI yang sekarang? Apa visi TNI kedepan? Bagaimana sikap TNI menyikapi keadaan situasi dan kondisi geopolitik regional khususnya ASEAN dan lebih luas lagi Asia-Pasifik pada masa sekarang?”

Pertanyaan yang selalu terulang terus menerus setiap tahun di hari ulang tahun (HUT) TNI tanggal 5 Oktober. Terlepas dari segala pertanyaan tersebut memiliki atau bisa di jawab dengan sebuah jawaban yang sangat jelas atau malah sangat buram hingga sulit dipahami maksud arah dan tujuan TNI kedepan sebagai organisasi utama penyelenggara pertahanan dan keamanan negara Indonesia secara militer, ada beberapa hal yang penulis cermati dan rasanya, perlu penulis tuliskan dalam tulisan singkat kali ini sebagai bukti nyata harapan penulis pada organisasi kekuatan militer Indonesia tersebut.

  1. Perlunya Evaluasi Doktrin Umum Dalam Menyikapi Perkembangan Situasi dan Kondisi di Kawasan
BACA JUGA :  Sebutan Bagi IFV Marder : Panser Marder Atau Tank Marder

Penulis berpendapat bahwa saat ini, TNI secara keseluruhan perlu mengubah doktrin umum dalam menyikapi perkembangan situasi dan kondisi pertahanan dan keamanan di kawasan. Kawasan yang dimaksud disini adalah tentu saja, Asia-Pasifik secara luas dan ASEAN secara sempit. Bila dalam medio tahun-tahun sebelumnya TNI cenderung bersikap pasif dan mengutamakan urusan “internal” yakni menjaga wilayah kedaulatan negara Republik Indonesia saja, menurut penulis, kini sudah saatnya TNI aktif berperan dalam upaya penciptaan lingkungan Asia-Pasifik dan ASEAN yang aman dengan membangun kerjasama pertahanan yang lebih intensif baik dengan sesama negara ASEAN atau dengan sesama negara Asia-Pasifik yang lain. Inilah saatnya menurut penulis, bahwa TNI harus menyatakan sikap secara tegas untuk mendukung kebebasan dan hak pelayaran bebas di wilayah laut internasional yang berada di wilayah Asia-Pasifik, tentu, maksud penulis secara khusus disini adalah Laut China Selatan atau LCS.

BACA JUGA :  Helikopter Mi-17 TNI AD Jatuh Dan Terbakar di Kendal

Penulis memandang perlu adanya respon khusus dari TNI dalam upaya menciptakan Free and Open Indo-Pacific sebagai sebuah kondisi dimana kapal-kapal dagang berbagai negara tetap dapat berlayar dengan aman dan tanpa gangguan dari pihak tertentu serta menyatakan sikap terkait upaya klaim sepihak atas wilayah perairan Laut China Selatan oleh negara Tiongkok yang kian hari kian agresif dalam “mempertahankan wilayah” perairan yang diklaim oleh mereka. Tentu, TNI tidak dapat bergerak dan menyatakan sikap sendiri dalam hal ini. Penulis memandang perlu bagi pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pertahanan untuk segera menyatakan sikap secara jelas atas kondisi yang terjadi dan berkembang akhir-akhir ini di LCS. Jangan hanya mengucapkan kata “prihatin” saja, kita, sebagai negara, telah diberi kode oleh berbagai negara (yang terbaru adalah aliansi AUKUS) untuk segera menyatakan sikap atas kondisi eskalasi politik dan militer yang terjadi di LCS, bukan hanya merespon “prihatin” lewat akun twitter saja.

  1. Perlunya Alutsista Baru, Canggih, dan Mempunyai Efek Deteren yang Tinggi Bagi TNI Agar Dapat Meningkatkan Kehadiran / Presence
BACA JUGA :  Jepang Beli Armada Pesawat Angkut Kawasaki C2

Bagi penulis, pembelian kapal perang jenis Frigate FREMM dari Italia dan juga pembelian kapal perang jenis Frigate Arrowhead 140 dari Inggris guna memperkuat TNI Angkatan Laut patut dan sangat perlu untuk dilanjutkan. Jika TNI AL mulai mengoperasikan kapal kombatan permukaan jenis Frigate dengan ukuran yang besar tersebut, tidak dapat diragukan lagi, tingkat kehadiran TNI AL di wilayah yang “diperebutkan” akan semakin tinggi dan kita tak lagi dipandang sebelah mata oleh negara-negara lain dan oleh negara yang mencoba “mengklaim” secara sepihak wilayah kedaulatan kita di perairan Laut Natuna Utara.

Kristian Prasetyo Lobo
Kristian Prasetyo Lobohttps://www.facebook.com/Achtung.sniper
Just an ordinary person who loves diecast and military related-stuffs. Enjoy my writings as you enjoy your daily delicious food. Wanna put some suggestion? Don't hesitate to comment on my posts or you can sending me message on my facebook profile. ^^

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

94-sumber-dana-isis-dari-donasi-negara-teluk

Analis Inggris dan Irak: Sumber Dana ISIS Berasal Dari Sumbangan Negara...

1
Hobbymiliter.com - Penelitian yang dilakukan oleh pemerintah Inggris terhadap ketergantungan ISIS terhadap minyak sebagai sumber ekonomi, menyebut bahwa kelompok teroris tersebut sudah mengalami penurunan penjualan...

Recent Comments