Monday, November 23, 2020
Home Alutsista Pesawat Tempur Mengenal FMA IA 58A Pucara, Pesawat COIN Dari Argentina

Mengenal FMA IA 58A Pucara, Pesawat COIN Dari Argentina

Mengenal FMA IA 58A Pucara, Pesawat COIN Dari Argentina – Hobbymiliter.com. Pesawat tempur FMA IA 58A Pucara yang pernah diproduksi Argentina termasuk pesawat legendaris. Pesawat tempur COIN (COunter Insurgency – antigerilya) ini bahkan merupakan pemicu Perang Falkland. Ironisnya popularitas Pucara menghilang seiring redanya perang Falkland

Ketika Perang Falkland antara Inggris dan Argentina berkobar, keberadaan pesawat tempur antigerilya FMA IA 58A Pucara, awalnya cukup menakutkan pasukan infanteri Inggris. Pasalnya sebelum Perang Falkland berkobar, keganasan Pucara telah terbukti ampuh saat dioperasikan untuk menggempur gerilyawan komunis Argentina dan kartel narkotika.

FMA IA 58A Pucara yang digerakkan dua mesin berbaling-baling memang difungsikan untuk operasi tempur ringan seperti menggempur gerilyawan atau menghantam pasukan infanteri musuh saat perang. Berkat ketangguhannya itu pesawat ini lalu dimasukkan ke dalam sejumlah skadron tempur Angkatan Udara Argentina, Fuerza Aerea Argentina (FAA).

Di medan Perang Falkland, Argentina mengerahkan sebanyak 24 unit Pucara. Sebelum menghadapi perang sesungguhnya, Inggris berhasil merontokkan 13 unit dan menahan 11 lainnya sebagai war prize. Sejumlah Pucara bahkan mengalami kerusakan di pangkalan ketika pesawat Harrier Inggris tiba-tiba menyerang dan menjatuhkan cluster bomb di area pangkalan udara.

Dalam Perang Falkland kehadiran Pucara memang tidak tepat mengingat musuh yang dihadapi, salah satunya adalah pasukan khusus Inggris, SAS. Pasukan elit ini diberi tugas utama,menghancurkan pesawat tempur Argentina dan untuk tugas itu mereka dibekali senjata taktis penangkal seperti rudal Stinger serta senapan mesin ringan antipesawat.

Namun demikian, terlepas dari kelemahan pesawar tempur ini karena berada di medan tempur yang tidak tepat, tetap mengambil peranan penting. Grupo 3  Argentina sebelum Perang Falkland meletus, pada 28 Mei 1982, justru telah merontokkan sebuah pesawat Royal Marine Scout Inggris, B-28. Insinden yang terjadi di Falkland Timur inilah yang mempopulerkan skadron tempur Pucara sekaligus memicu perang Falkland.

BACA JUGA :  Sah, Turki Ditendang Amerika Dari Program F-35 Lightning II Karena S-400

Pesawat ini memang diciptakan untuk menghadapi perang gerilya atau perang melawan pasukan darat dalam jumlah terbatas. Perang lawan gerilya pun ada doktrinnya bagi pesawat tempur buatan . Jika musuh memiliki rudal antipesawat disarankan segera kabur mengingat kecepatan terbang FMA IA 58A Pucara masih jauh dibanding kecepatan melesatnya rudal. Mesin berbaling-baling yang difungsikan Pucara juga ada tujuan khususnya, efektif untuk terbang rendah dan hemat bahan bakar.

Program pembuatan Pucara dimulai Agustus 1966 dan ditangani oleh pabrik pesawat militer Argentina, Fabrica Militar de Aviones (FMA) berlokasi di kota Cordoba. Sebelum bekerja, tim produksi Pucara sangat terinspirasi dengan keberadaan pesawat OV-10 Bronco milik AS sehingga bisa dikatakan tim ini bekerja berdasar contekan bodi dan teknologi Bronco.

Pada akhir 1967 hasil kerja keras tim Pucara sudah menunjukkan hasil, berupa prototipe single seat dan sukses diterbangkan. Setelah melakukan revisi pada sayap ekor pada Januari 1968, FMA mulai memproduksi Pucara secara resmi.

FMA IA 58A Pucara

Produk pertama Pucara menggunakan mesin 940-shp Garret TPE331-U-303 turbopropeller. Jenis mesin ini terus digunakan hingga Agustus 1969 dan Pucara sendiri kemudian mendapat julukan pesawat tempur dengan call sign Delfin. Tahun 1974 mesin Pucara diganti dengan mesin yang lebih canggih berkemampuan 729-kW dan sekaligus mendapat nama baru, Pucara. Dalam sejarah kuno Argentina, Pucara merupakan puncak bukit yang dikeramatkan oleh suku Inca dan sering dilintasi oleh pilot-pilot FAA.

BACA JUGA :  Shenyang J-11, Copy Tidak Resmi Su-27SK Flanker dari China

Ketika diuji untuk operasi militer kelemahan Pucara ternyata mulai bermunculan. Di antaranya perlu tambahan plat baja pada bagian bawah bodi dan fungsinya sebagai pelindung kokpit dari tembakan senapan mesin musuh. Penambahan tangki bahan bakar menjadi tiga sehingga mampu membuat bahan bakar lebih banyak, dan penambahan kursi lontar untuk sarana keselamatan pilot serta kopilot.

Sejumlah senjata mulai dipasang dalam jumlah lebih banyak, seperti kanon Hispano HS804 20 mm yang ditaruh di badan pesawat. Sepasang senapan mesin FN-Browning M2-30 kaliber 7,62 mm juga dipasang di dua sisi samping fuselage.

Selain dua senjata itu, Pucara masih dimuati berbagai persenjataan berat lainnya. Yakni, beragam jenis bom seperti tandem triplets GP bom masing-masing berbobot 50 kg hingga 120 kg, tabung roket bermuatan19 peluncur, tabung roket Jl 100, GP bom 120 kg dan 400 kg, F-1 roket kaliber 68 mm dan lainnya.

Dengan berbagai persenjataan itu, IA-58A Pucara mulai diperasikan FAA dan ditempatkan di Skadron Grupo 3 de Ataque, IX Brigada Aerea 4 Escuadron dan Grupo 4 de Ataque. Hingga 1988 lebih dari 100 unit Pucara telah diproduksi dan diekspor ke sejumlah negara pengguna. Antara lain Uruguay, Colombia dan Mauritania.

Tahun 1976 Pucara oleh FAA untuk pertama kalinya digunakan bertempur melawan gerilya komunis ERP yang bercokol di pedalaman Tucuman. Operasi ini terbilang sukses sehingga nilai ekspor Pucara mengalami peningkatan. Misalnya saja Uruguay sampai memesan Pucara dalam jumlah ratusan unit. Sejumlah negara seperti Maroko dan Venezuela ternyata lebih menyukai OV-10 Bronco dibanding Pucara sehingga penolakan mereka sempat menggoyahkan produksi Pucara.

BACA JUGA :  A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN

Saat perang Falkland usai tak hanya Argentina, Colombia, dan Uruguay saja yang mengopersikan Pucara. Inggris yang berhasil menyita 11 unit Pucara ternyata membawa pulang enam pesawat-pesawat bekas musuhnya yang masih laik itu dan difungsikan sebagai pesawat pampasan perang. Beberapa di antaranya lalu masuk museum dan ada juga yang dimiliki secara pribadi serta masih sering diterbangkan.

Pucara yang disita Inggris, saat ini di Museum RAF
Pucara yang disita Inggris, saat ini di Museum RAF

Pasca perang Falkland, Pucara dengan varian yang lebih canggih tetap diproduksi, yaitu IA-58C. Kemampuan Pucara varian terbaru ini terdapat pada kekuatan mesin yang lebih besar, perluasan ruang kokpit, penambahan perangkat avionik modern seperti Omega/VLF Navigation, minimalisir gas buang sehingga mengurangi penjejak infra merah dan lainnya. Sampai 1990-an Pucara masih dioperasikan oleh FAA. Sedangkan Uruguay yang memiliki ratusan Pucara bahkan mengoperasikannya hingga 1998.

Salah satu pesawat Pucara war prize perang Falkland yang dibawa ke Inggris akhirnya menjadi koleksi museum dirgantara North East Aircraft, Sunderland , Inggris. Pucara dipajang sebagai pesawat yang mengingatkan saat Inggris dan Argentina bertempur di kepulauan Falkland.

Museum North East meskipun termasuk kecil telah memiliki sejumlah koleksi pesawat tempur. Di antaranya Avro Vulcan B2, De Haviland Fampire FB5, Bensen B7, North America F-1 OOD Super Sabre, Westland Gazelle, dan lainnya.

Di TNI AU, peran pesawat ini dipegang oleh Embraer Super Tucano, Skadron Udara 21 Lanud Abdurahman Saleh Malang.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua