Thursday, May 26, 2022
HomeAlutsistaPesawat TempurMengenal FMA IA 58A Pucara, Pesawat COIN Dari Argentina

Mengenal FMA IA 58A Pucara, Pesawat COIN Dari Argentina

Mengenal FMA IA 58A Pucara, Pesawat COIN Dari Argentina – Hobbymiliter.com. Pesawat tempur FMA IA 58A Pucara yang pernah diproduksi Argentina termasuk pesawat legendaris. Pesawat tempur COIN (COunter Insurgency – antigerilya) ini bahkan merupakan pemicu Perang Falkland. Ironisnya popularitas Pucara menghilang seiring redanya perang Falkland

Ketika Perang Falkland antara Inggris dan Argentina berkobar, keberadaan pesawat tempur antigerilya FMA IA 58A Pucara, awalnya cukup menakutkan pasukan infanteri Inggris. Pasalnya sebelum Perang Falkland berkobar, keganasan Pucara telah terbukti ampuh saat dioperasikan untuk menggempur gerilyawan komunis Argentina dan kartel narkotika.

FMA IA 58A Pucara yang digerakkan dua mesin berbaling-baling memang difungsikan untuk operasi tempur ringan seperti menggempur gerilyawan atau menghantam pasukan infanteri musuh saat perang. Berkat ketangguhannya itu pesawat ini lalu dimasukkan ke dalam sejumlah skadron tempur Angkatan Udara Argentina, Fuerza Aerea Argentina (FAA).

Di medan Perang Falkland, Argentina mengerahkan sebanyak 24 unit Pucara. Sebelum menghadapi perang sesungguhnya, Inggris berhasil merontokkan 13 unit dan menahan 11 lainnya sebagai war prize. Sejumlah Pucara bahkan mengalami kerusakan di pangkalan ketika pesawat Harrier Inggris tiba-tiba menyerang dan menjatuhkan cluster bomb di area pangkalan udara.

BACA JUGA :  Gripen E Sukses Gunakan Network Centric Warfare

Dalam Perang Falkland kehadiran Pucara memang tidak tepat mengingat musuh yang dihadapi, salah satunya adalah pasukan khusus Inggris, SAS. Pasukan elit ini diberi tugas utama,menghancurkan pesawat tempur Argentina dan untuk tugas itu mereka dibekali senjata taktis penangkal seperti rudal Stinger serta senapan mesin ringan antipesawat.

Namun demikian, terlepas dari kelemahan pesawar tempur ini karena berada di medan tempur yang tidak tepat, tetap mengambil peranan penting. Grupo 3  Argentina sebelum Perang Falkland meletus, pada 28 Mei 1982, justru telah merontokkan sebuah pesawat Royal Marine Scout Inggris, B-28. Insinden yang terjadi di Falkland Timur inilah yang mempopulerkan skadron tempur Pucara sekaligus memicu perang Falkland.

BACA JUGA :  India Dan Indonesia Gelar Latma Samudra Sakti

Pesawat ini memang diciptakan untuk menghadapi perang gerilya atau perang melawan pasukan darat dalam jumlah terbatas. Perang lawan gerilya pun ada doktrinnya bagi pesawat tempur buatan . Jika musuh memiliki rudal antipesawat disarankan segera kabur mengingat kecepatan terbang FMA IA 58A Pucara masih jauh dibanding kecepatan melesatnya rudal. Mesin berbaling-baling yang difungsikan Pucara juga ada tujuan khususnya, efektif untuk terbang rendah dan hemat bahan bakar.

Program pembuatan Pucara dimulai Agustus 1966 dan ditangani oleh pabrik pesawat militer Argentina, Fabrica Militar de Aviones (FMA) berlokasi di kota Cordoba. Sebelum bekerja, tim produksi Pucara sangat terinspirasi dengan keberadaan pesawat OV-10 Bronco milik AS sehingga bisa dikatakan tim ini bekerja berdasar contekan bodi dan teknologi Bronco.

Pada akhir 1967 hasil kerja keras tim Pucara sudah menunjukkan hasil, berupa prototipe single seat dan sukses diterbangkan. Setelah melakukan revisi pada sayap ekor pada Januari 1968, FMA mulai memproduksi Pucara secara resmi.

BACA JUGA :  Pesawat Tempur TNI AU, Embraer EMB-314 Super Tucano Jatuh di Malang

FMA IA 58A Pucara

Produk pertama Pucara menggunakan mesin 940-shp Garret TPE331-U-303 turbopropeller. Jenis mesin ini terus digunakan hingga Agustus 1969 dan Pucara sendiri kemudian mendapat julukan pesawat tempur dengan call sign Delfin. Tahun 1974 mesin Pucara diganti dengan mesin yang lebih canggih berkemampuan 729-kW dan sekaligus mendapat nama baru, Pucara. Dalam sejarah kuno Argentina, Pucara merupakan puncak bukit yang dikeramatkan oleh suku Inca dan sering dilintasi oleh pilot-pilot FAA.

Ketika diuji untuk operasi militer kelemahan Pucara ternyata mulai bermunculan. Di antaranya perlu tambahan plat baja pada bagian bawah bodi dan fungsinya sebagai pelindung kokpit dari tembakan senapan mesin musuh. Penambahan tangki bahan bakar menjadi tiga sehingga mampu membuat bahan bakar lebih banyak, dan penambahan kursi lontar untuk sarana keselamatan pilot serta kopilot.

Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

27-50-orang-tewas-dalam-serangan-udara-di-idlib-suriah

50 Orang Tewas, 2 Sekolah dan 5 Rumah Sakit Hancur Akibat...

0
Sekitar 50 orang termasuk diantaranya anak-anak tewas terbunuh akibat sebuah serangan udara yang menargetkan dua unit sekolah dan lima rumah sakit di beberapa lokasi...

Recent Comments