Sunday, February 25, 2024
HomeAlutsistaPesawat TempurMengenal FMA IA 58A Pucara, Pesawat COIN Dari Argentina

Mengenal FMA IA 58A Pucara, Pesawat COIN Dari Argentina

Program pembuatan Pucara dimulai Agustus 1966 dan ditangani oleh pabrik pesawat militer Argentina, Fabrica Militar de Aviones (FMA) berlokasi di kota Cordoba. Sebelum bekerja, tim produksi Pucara sangat terinspirasi dengan keberadaan pesawat OV-10 Bronco milik AS sehingga bisa dikatakan tim ini bekerja berdasar contekan bodi dan teknologi Bronco.

Pada akhir 1967 hasil kerja keras tim Pucara sudah menunjukkan hasil, berupa prototipe single seat dan sukses diterbangkan. Setelah melakukan revisi pada sayap ekor pada Januari 1968, FMA mulai memproduksi Pucara secara resmi.

BACA JUGA :  Shenyang J-11, Copy Tidak Resmi Su-27SK Flanker dari China

FMA IA 58A Pucara

Produk pertama Pucara menggunakan mesin 940-shp Garret TPE331-U-303 turbopropeller. Jenis mesin ini terus digunakan hingga Agustus 1969 dan Pucara sendiri kemudian mendapat julukan pesawat tempur dengan call sign Delfin. Tahun 1974 mesin Pucara diganti dengan mesin yang lebih canggih berkemampuan 729-kW dan sekaligus mendapat nama baru, Pucara. Dalam sejarah kuno Argentina, Pucara merupakan puncak bukit yang dikeramatkan oleh suku Inca dan sering dilintasi oleh pilot-pilot FAA.

Ketika diuji untuk operasi militer kelemahan Pucara ternyata mulai bermunculan. Di antaranya perlu tambahan plat baja pada bagian bawah bodi dan fungsinya sebagai pelindung kokpit dari tembakan senapan mesin musuh. Penambahan tangki bahan bakar menjadi tiga sehingga mampu membuat bahan bakar lebih banyak, dan penambahan kursi lontar untuk sarana keselamatan pilot serta kopilot.

BACA JUGA :  Taktik Dogfight Kanon Klasik di Era Jet tempur Modern

Sejumlah senjata mulai dipasang dalam jumlah lebih banyak, seperti kanon Hispano HS804 20 mm yang ditaruh di badan pesawat. Sepasang senapan mesin FN-Browning M2-30 kaliber 7,62 mm juga dipasang di dua sisi samping fuselage.

Selain dua senjata itu, Pucara masih dimuati berbagai persenjataan berat lainnya. Yakni, beragam jenis bom seperti tandem triplets GP bom masing-masing berbobot 50 kg hingga 120 kg, tabung roket bermuatan19 peluncur, tabung roket Jl 100, GP bom 120 kg dan 400 kg, F-1 roket kaliber 68 mm dan lainnya.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

94-sumber-dana-isis-dari-donasi-negara-teluk

Analis Inggris dan Irak: Sumber Dana ISIS Berasal Dari Sumbangan Negara...

1
Hobbymiliter.com - Penelitian yang dilakukan oleh pemerintah Inggris terhadap ketergantungan ISIS terhadap minyak sebagai sumber ekonomi, menyebut bahwa kelompok teroris tersebut sudah mengalami penurunan penjualan...
President John F. Kennedy at Rice University Stadium, Houston, Texas, 12 September 1962

JFK and The Apollo Program

Recent Comments