Saturday, April 13, 2024
HomeAlutsistaPesawat TempurSukhoi Su-30MKI, Pimp My Flanker Ala India

Sukhoi Su-30MKI, Pimp My Flanker Ala India

Pada dasarnya, teknologi yang ada di Sukhoi Su-30MKI berasal dari Rusia, Perancis, Israel dan India sendiri.
Pada dasarnya, teknologi yang ada di Sukhoi Su-30MKI berasal dari Rusia, Perancis, Israel dan India sendiri.

Pengiriman batch kedua dilaksanakan tahun 1998 sebanyak delapan unit Su-30MK-II. Beda dengan pesawat pertama, seri ini adalah varian multi-role Su-30MK. Pesawat dilengkapi layar data HUD Sextant Avionique VEH3000, LCD MFD (Muti-Function Displays) serta dual ring laser gyro INS (Inertial Navigation Systems) dilengkapi GPS buatan pabrik Sagem Tatem. Semuanya dari Prancis.

Seri MK-II juga dilengkapi perangkat elektronik buatan Israeli Aircraft Industries (IAI) berupa perangkat perang elektronik (Electronic Warfare System) serta sistem penjejak target optik-elektro. Dari dalam negeri India sendiri, dipasang RWR (Radar Warning Receiver) Tarang buatan DRDO. Pengiriman batch ketiga dilaksanakan tahun 1999, yakni sebanyak 12 Su-30MK-III. Generasi ini mulai menggunakan sayap canard di depan sayap utama.

Pengiriman batch keempat atau terakhir, dilaksanakan tahun 2000 sebanyak 12 Su-30MK-IV. Duabelas pesawat inilah yang sejatinya mencerminkan profil Su-30MKI sebagaimana di-idam-idamkan India. Pesawat menggunakan canard, mesin TVC AL-31FP turbofan dan radar terbaru. Di satu sisi penggunaan TVC mengakibatkan panjang total Su-30MKI lebih panjang 40 cm dan bobotnya bertambah 110 kg. Alhasil Su-30MKI memiliki panjang 22,10 m dan bobot kosong 24.900 kg.

Pembelian versi Su-30K

Perlu diketahui, bahwa menyusul penanda-tanganan tahun 1996 untuk 40 pesawat Su-30, pada September 1998 India juga menandatangani pembelian 10 unit Su-30K senilai 277,01 juta dollar AS.

BACA JUGA :  Datangnya Kapal Selam Type 218SG Pada Armada Bawah Air Singapura

Dengan demikian, total India kala itu membeli 50 unit Su-30 dari Rusia. 40 kursi ganda Su-30MK dari 4 versi dan 10 Su-30K. Pada 1998 juga, India mengembalikan 28 Su-30MK batch I, II dan III ke Rusia untuk di-upgrade menjadi Su-30MKI seperti pengiriman pada batch IV. Dengan dasar pemikiran bahwa India ingin memiliki Sukhoi seri MKI dengan kemampuan paling unggul di antara semua varian MK; termasuk seri Su-30MKK (K-Kitel = Cina) yang dimiliki negeri tirai bambu itu.

Su-30MKI berlatih tanding dengan Eurofighter Typhoon.
Su-30MKI berlatih tanding dengan Eurofighter Typhoon.

Peningkatan yang dinginkan India antara lain meliputi penambahan sayap canard, penggunaan avionik dari Prancis dan Israel serta penggunaan mesin dorong yang menggunakan TVC. Proses upgrading ke Su-30MKI konon menimbulkan biaya tambahan sebesar 8-20 juta dollar AS (di 1998) per pesawat tergantung batch aslinya.

Begitu pun dengan 10 unit Su-30KI yang dibeli dari sebelumnya. Semua pesawat juga di-upgrade atas keinginan India. Upgrading untuk KI di antaranya meliputi perangkat perang elektronika, radar dan kemampuan untuk membawa PGM (Precision Guided Munitions). Begitu selesai upgrade, 50 unit Sukhoi Su-30 Flanker India ini mempunyai kemampuan yang garang sekali.

Deal lisensi Su-30MKI Flanker India

Dari semula hanya membeli dan mengirim ulang pesawat untuk diupgrade di Rusia, Desember 2000 India melakukan lompatan lebih besar lagi. Yakni dengan menandatangani kesepahaman bersama dengan Rusia untuk memroduksi 140 Su-30MKI di India. Kesepakatan ditandatangani di Pabrik Irkuts, IAPO. (Sebagai perbandingan, Cina menandatangani produksi lisensi Su-27 kursi tunggal sebanyak 200 unit dengan KnAAPO tahun 1996. Nilainya mencapai 1,2 miliar dollar AS).

BACA JUGA :  Kapal Selam Kelas Virginia Ke-21 Milik AS Diresmikan
Su-30MKI menggantikan MiG-21 sebagai tulang punggung pertahanan udara India.
Su-30MKI menggantikan MiG-21 sebagai tulang punggung pertahanan udara India.

Perlu disampaikan, produksi Flanker yang dirancang biro desain Sukhoi dilaksanakan oleh dua pabrik berbeda. Yakni IAPO (Irkuts Aircraft Production Association) dan KnAAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association). India dalam hal pemesanan pesawat lebih banyak berhubungan dengan IAPO ketimbang KnAAPO. Beda dengan Cina, Vietnam dan Indonesia yang menggunakan Flanker produk KnAAPO. Langkah India diikuti Malaysia yang memesan 18 Su-30MKM dari IAPO.

Perbedaan paling kentara pada produk Su-30 produksi IAPO dan KnAAPO adalah pada sisi
atas sayap tegak ekor. Produk Irkuts menggunakan bentuk sisi atas condong (menurun) ke bawah. Sementara produk KnAAPO menggunakan bentuk lurus seperti pada Su-35. Lalu, untuk membedakan Su-30MKI dan Su-30MKK bisa dilihat juga dari ada tidaknya canard serta TVC.

Su-30MKI terbang bersama Tornado dan EF-2000
Su-30MKI terbang bersama Tornado dan EF-2000

Kesepatakan produksi lisensi pesawat Flanker India dituangkan dalam kesepakatan transfer teknologi secara penuh dengan kode Deep License. Dalam proyek ini India membuat sedikitnya 920 mesin AL-31FP melalui pabrik HAL di Koraput. Sementara rangka pesawat dan komponen lain dikerjakan oleh HAL Lucknow dan HAL Hyderabad. Integrasi akhir dan uji terbang, dilaksanakan oleh HAL Ozhar di Nasik.

BACA JUGA :  Su-34 Fullback: Fighter Bomber Favorit Rusia

Su-30MKI pertama produksi HAL diserahkan ke AU India pada 29 November 2005. Pesawat kemudian melakukan uji dinas. Untuk tahap awal HAL hanya merakit kit-kit buatan IAPO. Produksinya sendiri akan dikerjakan secara bertahap mulai tahun 2007/2008 dengan rate awal 10 pesawat per tahun. Dicanangkan tahun 2017/2018 India sudah melengkapi 50 unit Su-30MKI made-in Rusia dengan 140 Su-30MKI produksi dalam negeri. Artinya pula pada tahun ini India sudah memiliki 249 unit Super Flanker.

Rencana ini kemudian dipercepat oleh konferensi tahun 2002 yang dipimpin Kepala Staf AU India saat itu Marsekal Krishna-swamy. Ia menginginkan agar HAL bisa menyelesai-kan proyek 140 Su-30 MKI hanya dalam tempo 10 tahun sejak 2002. Artinya, tidak perlu tahun 2017/ 2018, tetapi pada tahun 2012 India sudah berhasil mewujudkan 190 Su-30MKI. Tahun 2007 India kembali mengorder 40 Su-30MKI tambahan, menjadikan armadanya menjadi 230 Su-30MKI.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

12-korea-utara-luncurkan-rekaman-ujicoba-misil-kapal-selam

Korea Utara Luncurkan Video Ujicoba Misil Kapal Selam

0
Hobbymiliter.com - Korea Utara baru saja merilis sebuah rekaman video yang diklaim menunjukkan sebuah pengujian rudal balistik kapal selam (submarine-launched ballistic missile) atau SLBM,...

Recent Comments