Sunday, June 26, 2022
HomeBlog MiliterBiografiBiografi John Lie, Pahlawan Angkatan Laut Indonesia

Biografi John Lie, Pahlawan Angkatan Laut Indonesia

Biografi John Lie, Pahlawan Angkatan Laut Indonesia – HobbyMiliter.com. Dengan Alkitab di tangan kiri dan kemudi di tangan kanan, menembus blokade Belanda. Hal itulah yang ditulis majalah Life untuk menggambarkan John Lie yang bernama asli Lie Tjeng Tjoan ini. Petualangan John Lie yang sering kali berhasil menembus blokade laut Belanda hingga membuatnya nyaris tewas. Namun berkat keberaniannya, beragam senjata berhasil dimasukkan untuk membantu perjuangan.

Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, secara spontan pemuda-pemudi Indonesia serempak membentuk badan-badan perjuangan. Badan Keamanan Rakyat Bagian Laut (BKR-Laut) didirikan oleh para pejuang bahari tanggal 10 September 1945.

Sementara itu, gaung kemerdekaan Indonesia terus dikumandangkan ke seluruh pelosok negeri bahkan hingga ke luar negeri. Berita proklamasi kemerdekaan tersebut akhirnya terdengar oleh pelaut-pelaut Maskapai Pelayaran Hindia Belanda (KPM/Koninklijke Paketvaart Maatschappij) yang tengah berada di Basis AL Inggris di Khoramshar, Iran, yang sedang ditugaskan sebagai bagian dari Armada Logistik Sekutu.

BACA JUGA :  Gantikan Humvee, Oshkosh Defense Akan Produksi 258 Unit JLTV

Seorang ABK MV Tosari, salah satu kapal KPM yang dimobilisasi Sekutu dan berada di Iran bernama John Lie. John Lie mendengar berita tersebut melalui siaran radio yang disiarkan oleh All Indian Radio (stasiun radio milik tokoh nasionalis India Jawaharlal Nehru). Saat itu, John Lie, pria kelahiran Manado 9 Maret 1911, putra kedua dari delapan bersaudara pasangan Lie Kae Tae – Oei Tjeng Nie Nio, bertugas sebagai Stuurman Kleinevaart (setingkat asisten jurumudi kapal) di MV Tosari.

KRI John Lie 358
KRI John Lie 358

Sebelumnya, MV Tosari merupakan kapal sipil KPM yang berpangkalan di Pelabuhan Cilacap. Namun ketika pecah Perang Pasifik (1941-1945) seluruh kapal KPM diinstruksikan untuk meninggalkan Hindia Belanda menuju India, Ceylon atau Australia, karena bala tentara Jepang telah akan segera mendarat di Pulau Jawa (Pusat Pemerintahan Hindia Belanda). Oleh sebab itu, MV Tosari segera dilarikan ke Iran dan dimobilisir sebagai salah satu kapal angkut logistik Armada Sekutu.

BACA JUGA :  Indonesia Pesan Kapal Selam KRI Nagapasa 403 Buatan Korea

Berita tersebut menggugah jiwa nasionalisme John Lie dan beberapa rekannya, sehingga berencana mencari cara bagaimana kembali ke Indonesia. Harapan dan doa mereka terkabul, karena kemudian ada instruksi bahwa seluruh pelaut yang berasal Hindia Belanda akan dikembalikan ke Indonesia karena perang sudah berakhir.

Akhirnya, dengan menggunakan kapal MV Ophir, John Lie dan pelaut-pelaut asal Indonesia dikembalikan ke negeri asalnya, namun singgah terlebih dahulu di Singapura. Selama di Singapura, John Lie banyak belajar secara mandiri mengenai bagaimana membersihkan perairan sekitar pelabuhan dari tumpukan bangkai kapal, besi-besi tua, rongsokan, termasuk ranjau laut, yang menjadi ancaman bahaya navigasi bagi kegiatan pelayaran. Pengalaman ini dikemudian hari berguna dalam membersihkan pelabuhan Cilacap dari jebakan ranjau yang dibuat oleh Belanda.

BACA JUGA :  KRI Nala-363 Laksanakan Uji Coba Penembakan Kanon 120 Milimeter
Kisah Hidup John Lie, Pahlawan Angkatan Laut Indonesia
Kisah Hidup John Lie, Pahlawan Angkatan Laut Indonesia

Bulan April 1946, John Lie tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dengan menumpang kapal MV Ophir. Setelah melalui berbagai hambatan selama menempuh perjalanan guna memenuhi panggilan ibu pertiwi, akhirnya ia berhasil bergabung dengan ALRI dan sebagai medan tugas pertamanya adalah sebagai Matroos Derde Klas (Kelasi III) di ALRI Pangkalan XII Cilacap.

Selama melaksanakan tugasnya di Cilacap, ia berhasil membersihkan perairan di sekitar Pelabuhan Cilacap dari ancaman bahaya navigasi, seperti ranjau laut peninggalan Perang Pasifik dan potongan-potongan kayu, sehingga akhirnya pelabuhan Cilacap dinyatakan aman. Berkat kerja keras tersebut, pangkatnya dinaikkan menjadi Mayor Laut.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

5-iran-akan-sering-memprovokasi-as

Pengamat Peringatkan Iran Akan Sering Memprovokasi Angkatan Laut AS

0
HobbyMiliter.com - Pejabat Komando Pusat AS mengatakan bahwa tindakan Iran yang menembakkan roket dengan jarak 1 mil dari lokasi kapal pengangkut Angkatan Laut AS,...

Recent Comments