Monday, July 26, 2021
HomeMiliterTeknologi MiliterBegini Lho Cara Kerja Radar, Mata dan Telinga Angkatan Udara

Begini Lho Cara Kerja Radar, Mata dan Telinga Angkatan Udara

Begini Lho Cara Kerja Radar, Mata dan Telinga Angkatan Udara – HobbyMiliter.com. Radar, merupakan singkatan dari Radio Detection and Ranging. Alat ini vital bagi keamanan negara. Biasanya dipasang baik untuk tujuan pertahanan maupun keselamatan penerbangan sipil.

Pada suatu hari di bulan Maret 2004, stasiun radar sipil milik Angkasa Pura di Bandara Soekarno-Hatta sempat ngadat. Bandara Soekarno Hatta sempat dibuat sesak tak karuan saat radar yang menjadi “mata” mereka mengalami gangguan. Bagaimana tidak, gara gara “mata” yang terganggu telah membuat ratusan penerbangan tertunda. Akibatnya ribuan penumpang terlunta-lunta di pintu gerbang Ibukota ini.

Secara umum cara kerja radar adalah membantu petugas ATC melihat posisi pesawat sehingga dapat mengatur lalu lintas pesawat. Selain itu juga ada pusat pengaturan rute dan terminal radar approaches. Petugas di menara pengawas memberi instruksi dan petunjuk kepada pilot sehingga antara pesawat yang satu dengan yang lain memiliki rentang yang cukup.

Selain itu petugas menara juga berperan dalam mengalihkan kontrol pesawat ke terminal radar approach controller sekaligus menerima kontrol pesawat yang datang. Sementara terminal radar approach controller memberikan informasi kepada pesawat yang lepas landas maupun yang mendarat. Center controller menggunakan radar untuk mengetahui posisi pesawat setiap waktu.

Peristiwa Maret 2004 yang lalu sudah cukup menggambarkan bagaimana kacaunya penerbangan saat data yang menampilkan kecepatan, ketinggian, arah dan tipe pesawat tiba-tiba hilang dari layar. Sementara data primer yang tertera pada layar radar juga mengalami gangguan. Padahal data primer yang berapa titik ini menunjukkan posisi pesawat yang berada dalam panduan ATC.

Kalau sudah “buta” tentu saja yang diharapkan adalah kesigapan petugas ATC dalam memandu pesawat secara manual. Petugas ATC paling tidak haras bisa mendaratkan 30 pesawat dalam 30 menit secara manual. Namun sesigap apapun tak dipungkiri radar yang merupakan “mata” bandara memang vital bagi keberlangsungan akti-vitas bandara. Apalagi untuk bandara internasional seperti Soekarno Hatta.

BACA JUGA :  Helikopter AH-64D Apache Longbow Mengusung Radar AN/APG-78

Paling tidak untuk mengatasi keterbatasan penglihatan. Terlebih bagi radar pertahanan yang berfungsi sebagai Early Warning maupun sebagai Ground Controller Intercept. Bagi radar militer, buta bisa berarti ada masalah teknis, ataupun sedang di-buta-kan secara elektronik oleh lawan.

Cara Kerja Radar

Sebetulnya radar biasa digunakan di sekitar kita. Hanya saja kita tidak terlalu menyadari. ATC menggunakan radar untuk mengetahui posisi pesawat di darat dan di udara sekaligus menuntun agar bisa mendarat. Untuk Di negara maju, polisi menggunakan radar untuk mendeteksi kecepatan kendaraan yang lewat. NASA menggunakan radar untuk memetakan Bumi dan planet lain.

Selain untuk mengetahui posisi satelit dan membantu satelit bermanuver. Militer menggunakan radar untuk mendeteksi musuh dan menuntun senjata. GCI radar militer menggunakan radar mengarahkan pesawat tempur ke sasaran tanpa pesawat tempur kita menyalakan radar onboard di pesawat. Meteorologi menggunakan radar untuk memantau badai, topan, dan tornado.

Radar bahkan biasa ditemui di pusat pertokoan yang menggunakan pintu geser otomatis dan bel yang berbunyi otomatis ketika ada pelanggan masuk. Pokoknya radar adalah teknologi yang sangat berguna.

Cara Kerja Radar Thomson TRS TNI AU
Radar Thomson TRS TNI AU

Radar biasa digunakan untuk mencapai tujuan dasar seperti mendeteksi kehadiran suatu obyek di kejauhan, mendeteksi kecepatan sebuah obyek atau memetakan sesuatu. Meskipun lebih dianggap sebagai mata, sesungguhnya cara kerja radar bagaikan telinga.

Cara kerja radar dengan menggunakan prinsip gema dan Doppler shift. Kedua konsep ini mudah dimengerti jika dikaitkan dengan suara, karena telinga bisa mendengar gema dan Doppler shift setiap hari. Teknik yang digunakan radar kurang lebih sama. Hanya gelombang yang dipancarkan dan diterima adalah gelombang radio.

BACA JUGA :  Helikopter Mi-17 TNI AD Jatuh Dan Terbakar di Kendal

Gema adalah peristiwa yang sehari-hari bisa kita temui. Jika kita berteriak ke dalam sumur atau lembah, gema akan kembali beberapa saat kemudian. Gema terjadi karena sebagian gelombang suara dari teriakan kita menabrak permukaan (air atau dasar sumur atau dinding lembah) dan merambat kembali ke telinga. Waktu antara saat kita berteriak dan saat mendengar gema tergantung jarak antara kita dengan permukaan yang menimbulkan gema.

Doppler shift juga biasa namun tak terlalu kita perhatikan. Doppler shift terjadi ketika sebuah obyek bergerak menghasilkan atau memantulkan suara. Dalam kondisi ekstrim, Doppler shift dapat menghasilkan sonic boom. Jika sebuah mobil berjalan ke arah Anda dengan kecepatan 100 km per jam sambil mengeluarkan suara klakson. Anda akan mendengar bunyi klakson pada satu nada. Namun ketika mobil melintasi Anda, suara klakson bergeser ke nada yang lebih rendah. Perbedaan suara ini adalah akibat Doppler shift.

Dengan menggunakan gema suatu suara, dapat ditentukan jarak suatu obyek. Dan Doppler shift suatu gema dapat menentukan kecepatan suatu obyek. Sehingga mungkin untuk membuat “suara radar”. Seperti itulah sonar. Kapal selam dan kapal laut menggunakan sonar. Prinsip yang sama juga berlaku di udara. Namun rambatan gelombang suara di udara memiliki beberapa kendala.

Suara di udara tidak dapat merambat jauh. Paling jauh hanya mencapai satu mil. Setiap orang dapat mendengar suara, demikian juga “suara radar” sudah pasti akan mengganggu lingkungan. Masalah gangguan ini dengan menggunakan ultrasound, bukan suara yang dapat terdengar.

Selain itu, gema suara begitu lemah sehingga sulit untuk dideteksi. Untuk mengatasi berbagai kendala ini, radar menggunakan gelombang radio, bukan gelombang suara. Gelombang radio merambat lebih jauh dan tidak terlihat atau terdengar oleh manusia. Yang pasti gelombang radio mudah untuk dideteksi meski lemah sekalipun.

BACA JUGA :  Foto Foto Depohar Pesawat Angkut Russia

Gelombang Intensitas Tinggi Radar

Radar Weibel TNI AU
Radar Weibel TNI AU

Pada umumnya cara kerja radar adalah dengan mengaktifkan transmitter. Transmitter atau pemancar ini memancarkan gelombang radio pendek berfrekuensi tinggi dan dengan intensitas tinggi. Burst berlangsung dalam hitungan mikrosekon. Radar kemudian seecara otomatis mematikan pemancar dan mengaktifkan penerima yang mendengarkan gema hasil pantulan obyek yang dihasilkan. Radar mengukur waktu yang dibutuhkan hingga gema terdengar termasuk memperhitungkan Doppler shift dari gema. Semua itu terjadi secara sangat cepat.

Gelombang radio merambat dalam kecepatan cahaya, sekitar 0,3 meter per mikrosekon. Jadi, jika radar memiliki sistem penghitungan waktu yang sangat cepat, jarak pesawat dapat ditentukan dengan sangat akurat. Menggunakan peralatan pengolah sinyal khusus, radar dapat mengukur Doppler shift dengan tepat sekaligus menentukan kecepatan pesawat.

Singkatnya, cara kerja radar adalah antena radar mengirimkan gelombang radio pendek berkekuatan tinggi pada frekuensi yang diketahui. Ketika gelombang menabrak sebuah obyek terbang, gelombang ini memantul. Antena yang sama digunakan untuk menerima sinyal kembali yang lebih lemah.

Dibandingkan dengan radar berbasis udara, radar berbasis darat lebih berpotensi mengalami gangguan. Ketika radar menembakkan gelombang, gema yang datang merupakan hasil pantulan gelombang pada berbagai obyek seperti pagar, jembatan, gunung, gedung, dan lain-lain.

Lalu pantulan yang mana yang layak di tampilkan di layar operator? Cara mudah untuk menghilangkan gangguan ini adalah dengan menyaring gema yang tidak terkena efek Doppler shift. Radar hanya memperhatikan sinyal yang dipengaruhi Doppler shift dan karena pancaran radar terfokus dengan tepat, gelombang hanya menabrak pesawat.

Demikianlah penjelasan sederhana cara kerja radar. Pada kesempatan lain akan dijelaskan mengenai peperangan elektronik untuk mengacaukan cara kerja radar.

Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

3 COMMENTS

  1. Yang saya super duper heran adalah, kenapa hingga detik ini kita tidak bisa membuat Radar ?? Apakah tidak ada ilmuan tersebut di negri ini ?? Apakah terlampau terbelakang kah tekhnology negri kita, apa mungkin kita tertinggal 1 juta tahun sehingga seolah begitu primitif nya bangsa kita..?? Entahlah.. tidak punya keinginan, ataukah system yg membuat bangsa kita tidak berdaya untuk memiliki keinginan..

    • Sebenernya bbrp tahun lalu PT.LEN sudah bisa membuat radar surveilance S-200, radar S-Band dengan jangkauan 200Km. Proyek selanjutnya adalah radar pertahanan udara nasional Ground Control Intercept (GCI) yang risetnya melibatakan 13 institusi dan ini sudah masuk PRN 2020-2024.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua