Sunday, August 9, 2020
Home Alutsista Pesawat Tempur Sukhoi Su-30MKI, Pimp My Flanker Ala India

Sukhoi Su-30MKI, Pimp My Flanker Ala India

Sukhoi Su-30MKI, Pimp My Flanker Ala India – HobbyMiliter.com. India tak hanya termashyur melalui lenggak-lenggok tariannya. Lebih dari itu negeri Bharat Janarajya ini memiliki Angkatan Udara modern yang tumbuh dan berkembang cepat bak cendawan di musim hujan. Tengoklah si Super Flanker yang kini menjadi pengawal paling menakutkan raksasa Asia Selatan ini.

Hanya ada dua negara di Asia yang sedang berlomba menjadi yang terbesar dalam hal kepemilikan Su-30 Flanker. Keduanya adalah India di Asia Selatan dan Cina, si negeri Tirai Bambu di bagian timur. Baik India maupun Cina, masing-masing melakukan lompatan besar (quantum leap). Yakni, dengan membuat “budidaya” Flanker di masing-masing negara.

Hebatnya lagi, baik Cina maupun India, keduanya berupaya mengembangkan Flanker menjadi yang terunggul dari masing-masing produk. Bila India berinovasi dengan back-up industri dirgantara HAL (Hindustani Aeronautics Limited), maka Cina maju dengan andalannya pabrik SAC (Shenyang Aircraft Corporation). Satu hal yang sama dari keduanya, adalah bahwa dua negara belajar banyak dan berguru pada sang suhu, Soviet atau kini Rusia.

Su-30MKI melakukan pendaratan di jalan raya. India mengasah kemampuan mendarat di jalan raya bagi fighter fighternya.
Su-30MKI melakukan pendaratan di jalan raya. India mengasah kemampuan mendarat di jalan raya bagi fighter fighternya.

Mari kita fokuskan perhatian kali ini guna melihat sampai sejauh mana Bharatiya Vayu Sena (AU India) berupaya menjadi yang terkuat di antara para pemilik Flanker. Tidak hanya puas memiliki Flanker versi paling dasar, India menjadikan armada derivatif Su-27 itu sebagai yang tercanggih di antara semua varian berkode Su-30.

Dialah Su-30MKI bercanard, memiliki pengatur sembur jet 2D TVC (Thrust Vectoring Controlled), menggunakan Phased Array Radar N001-M Bars serta segudang avionika buatan Prancis, Israel dan India sendiri melalui badan riset dan pengembangan DRDO.

Su-30MKI inilah pesawat yang diagungkan negeri Hindi sebagai si Super Flanker (generasi 4.5 plus). Walaupun kodenya bukan Su-37 Terminator (Super Flanker, Super Maneuverable, etc) bernomor ekor 711 yang kesohor dalam debut di Farnborough Air Show tahun 1996 oleh pilot kawakan Yevgeny Frolov.

Su-30MKI mampu melakukan serangan stand-off dengan rudal Brahmos.
Su-30MKI mampu melakukan serangan stand-off dengan rudal Brahmos.

Awal ketertarikan India dengan Flanker

Kiprah India memiliki Super Flanker bisa dirunut dua puluh tahun kebelakang. Tepatnya tanggal 30 November 1996 manakala pemerintah New Delhi menandatangani pembelian 40 Su-30 senilai 1,462 miliar dollar AS dari Rusia. Pengiriman pesawat disepakati dilaksanakan dalam empat tahap kumpulan (batch) antara 1997 hingga 2000. Pesanan ini menandai awal peremajaan armada MiG-21 India yang jumlahnya ratusan itu.

Awal ketertarikan India terhadap Flanker sendiri muncul tahun 1994 ketika nama Sukhoi Su-27 makin santer disebut-sebut sebagai ancaman baru dalam dunia pesawat tempur usai tampil perdana di Paris Air Show tahun 1989.

Pemesanan Su-30 oleh India kepada biro rancang Sukhoi dilakukan tahun 1995. Sukhoi menyambut gembira dan menunjuk A.F Barkovskiy untuk mengepalai proyek itu. Dari sini muncullah varian Su-30MK. Pesawat yang tidak lain adalah varian ekspor Su-30 yang telah dimodernisasi. MK berarti Modernizirovannyi Kommercheskiy atau dalam bahas Inggris berarti versi Modernized Commercial.

Tujuan utama India membeli Su-30MKI adalah untuk meraih superioritas udara.
Tujuan utama India membeli Su-30MKI adalah untuk meraih superioritas udara.

Aslinya, pesawat ini adalah Su-27UB (kursi ganda) untuk trainer. Maka tidak heran bila semua varian Su-30MK memiliki kursi ganda (kecuali Su-30KI yang dirancang untuk Indonesia, namun kemudian dibatalkan Jakarta tahun 1997 karena tidak ada dana untuk membayar, walau sudah menyetor uang muka).

Su-27UB dengan teknologi TVC dibuat pertama kali tahun 1989 dengan kode T-10-16 atau LL-PS. Pesawat ini dirancang oleh Alexey Knyshev. Su-30MK memiliki kemampuan ganda yang tidak saja handal dalam pertarungan udara, juga mampu mengemban misi dengan baik untuk tugas pemboman maupun taktik penetrasi dalam layaknya Su-24 Fencer di era 1970-1980-an.

BACA JUGA :  Kirim Tank Ke Perbatasan, Tiongkok Ancam Cabut Investasi di India

Awalnya, dalam benaknya, India hanyalah memesan Su-30MK. Namun dalam perjalanannya kemudian, India meminta Su-30 pesanannya di-upgrade dengan teknologi yang diterapkan pada Su-35 maupun Su-37, dua varian tercanggih yang dibuat Soviet. Pengiriman batch pertama Su-30MK ke India dilaksanakan Maret 1997 sebanyak delapan unit.

Delapan Su-30MK tidak lain adalah versi Su-30 paling standar dengan 100 persen komponen dibuat oleh Soviet. Fungsinya pun seratus persen bertumpu kepada air superiority fighter. Pesawat ini tidak didesain untuk melakukan tugas serang darat. Pesawat masuk ke Skadron No. 24 Hawks di Lohegaon AFS pada Juni 1997.

Pada dasarnya, teknologi yang ada di Sukhoi Su-30MKI berasal dari Rusia, Perancis, Israel dan India sendiri.
Pada dasarnya, teknologi yang ada di Sukhoi Su-30MKI berasal dari Rusia, Perancis, Israel dan India sendiri.

Pengiriman batch kedua dilaksanakan tahun 1998 sebanyak delapan unit Su-30MK-II. Beda dengan pesawat pertama, seri ini adalah varian multi-role Su-30MK. Pesawat dilengkapi layar data HUD Sextant Avionique VEH3000, LCD MFD (Muti-Function Displays) serta dual ring laser gyro INS (Inertial Navigation Systems) dilengkapi GPS buatan pabrik Sagem Tatem. Semuanya dari Prancis.

Seri MK-II juga dilengkapi perangkat elektronik buatan Israeli Aircraft Industries (IAI) berupa perangkat perang elektronik (Electronic Warfare System) serta sistem penjejak target optik-elektro. Dari dalam negeri India sendiri, dipasang RWR (Radar Warning Receiver) Tarang buatan DRDO. Pengiriman batch ketiga dilaksanakan tahun 1999, yakni sebanyak 12 Su-30MK-III. Generasi ini mulai menggunakan sayap canard di depan sayap utama.

Pengiriman batch keempat atau terakhir, dilaksanakan tahun 2000 sebanyak 12 Su-30MK-IV. Duabelas pesawat inilah yang sejatinya mencerminkan profil Su-30MKI sebagaimana di-idam-idamkan India. Pesawat menggunakan canard, mesin TVC AL-31FP turbofan dan radar terbaru. Di satu sisi penggunaan TVC mengakibatkan panjang total Su-30MKI lebih panjang 40 cm dan bobotnya bertambah 110 kg. Alhasil Su-30MKI memiliki panjang 22,10 m dan bobot kosong 24.900 kg.

Pembelian versi Su-30K

Perlu diketahui, bahwa menyusul penanda-tanganan tahun 1996 untuk 40 pesawat Su-30, pada September 1998 India juga menandatangani pembelian 10 unit Su-30K senilai 277,01 juta dollar AS.

Dengan demikian, total India kala itu membeli 50 unit Su-30 dari Rusia. 40 kursi ganda Su-30MK dari 4 versi dan 10 Su-30K. Pada 1998 juga, India mengembalikan 28 Su-30MK batch I, II dan III ke Rusia untuk di-upgrade menjadi Su-30MKI seperti pengiriman pada batch IV. Dengan dasar pemikiran bahwa India ingin memiliki Sukhoi seri MKI dengan kemampuan paling unggul di antara semua varian MK; termasuk seri Su-30MKK (K-Kitel = Cina) yang dimiliki negeri tirai bambu itu.

Su-30MKI berlatih tanding dengan Eurofighter Typhoon.
Su-30MKI berlatih tanding dengan Eurofighter Typhoon.

Peningkatan yang dinginkan India antara lain meliputi penambahan sayap canard, penggunaan avionik dari Prancis dan Israel serta penggunaan mesin dorong yang menggunakan TVC. Proses upgrading ke Su-30MKI konon menimbulkan biaya tambahan sebesar 8-20 juta dollar AS (di 1998) per pesawat tergantung batch aslinya.

Begitu pun dengan 10 unit Su-30KI yang dibeli dari sebelumnya. Semua pesawat juga di-upgrade atas keinginan India. Upgrading untuk KI di antaranya meliputi perangkat perang elektronika, radar dan kemampuan untuk membawa PGM (Precision Guided Munitions). Begitu selesai upgrade, 50 unit Sukhoi Su-30 Flanker India ini mempunyai kemampuan yang garang sekali.

BACA JUGA :  Warrior 2 AFV Sukses Lakukan Uji Tembak Persenjataan Tanpa Awak

Deal lisensi Su-30MKI Flanker India

Dari semula hanya membeli dan mengirim ulang pesawat untuk diupgrade di Rusia, Desember 2000 India melakukan lompatan lebih besar lagi. Yakni dengan menandatangani kesepahaman bersama dengan Rusia untuk memroduksi 140 Su-30MKI di India. Kesepakatan ditandatangani di Pabrik Irkuts, IAPO. (Sebagai perbandingan, Cina menandatangani produksi lisensi Su-27 kursi tunggal sebanyak 200 unit dengan KnAAPO tahun 1996. Nilainya mencapai 1,2 miliar dollar AS).

Su-30MKI menggantikan MiG-21 sebagai tulang punggung pertahanan udara India.
Su-30MKI menggantikan MiG-21 sebagai tulang punggung pertahanan udara India.

Perlu disampaikan, produksi Flanker yang dirancang biro desain Sukhoi dilaksanakan oleh dua pabrik berbeda. Yakni IAPO (Irkuts Aircraft Production Association) dan KnAAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association). India dalam hal pemesanan pesawat lebih banyak berhubungan dengan IAPO ketimbang KnAAPO. Beda dengan Cina, Vietnam dan Indonesia yang menggunakan Flanker produk KnAAPO. Langkah India diikuti Malaysia yang memesan 18 Su-30MKM dari IAPO.

Perbedaan paling kentara pada produk Su-30 produksi IAPO dan KnAAPO adalah pada sisi
atas sayap tegak ekor. Produk Irkuts menggunakan bentuk sisi atas condong (menurun) ke bawah. Sementara produk KnAAPO menggunakan bentuk lurus seperti pada Su-35. Lalu, untuk membedakan Su-30MKI dan Su-30MKK bisa dilihat juga dari ada tidaknya canard serta TVC.

Su-30MKI terbang bersama Tornado dan EF-2000
Su-30MKI terbang bersama Tornado dan EF-2000

Kesepatakan produksi lisensi pesawat Flanker India dituangkan dalam kesepakatan transfer teknologi secara penuh dengan kode Deep License. Dalam proyek ini India membuat sedikitnya 920 mesin AL-31FP melalui pabrik HAL di Koraput. Sementara rangka pesawat dan komponen lain dikerjakan oleh HAL Lucknow dan HAL Hyderabad. Integrasi akhir dan uji terbang, dilaksanakan oleh HAL Ozhar di Nasik.

Su-30MKI pertama produksi HAL diserahkan ke AU India pada 29 November 2005. Pesawat kemudian melakukan uji dinas. Untuk tahap awal HAL hanya merakit kit-kit buatan IAPO. Produksinya sendiri akan dikerjakan secara bertahap mulai tahun 2007/2008 dengan rate awal 10 pesawat per tahun. Dicanangkan tahun 2017/2018 India sudah melengkapi 50 unit Su-30MKI made-in Rusia dengan 140 Su-30MKI produksi dalam negeri. Artinya pula pada tahun ini India sudah memiliki 249 unit Super Flanker.

Rencana ini kemudian dipercepat oleh konferensi tahun 2002 yang dipimpin Kepala Staf AU India saat itu Marsekal Krishna-swamy. Ia menginginkan agar HAL bisa menyelesai-kan proyek 140 Su-30 MKI hanya dalam tempo 10 tahun sejak 2002. Artinya, tidak perlu tahun 2017/ 2018, tetapi pada tahun 2012 India sudah berhasil mewujudkan 190 Su-30MKI. Tahun 2007 India kembali mengorder 40 Su-30MKI tambahan, menjadikan armadanya menjadi 230 Su-30MKI.

Tahun 2010 tambahan order 42 Sukhoi kembali diberikan ke HAL. Jika selesai semua, total Su-30MKI India akan menjadi 272 unit, sesuai rencananya untuk menggantikan armada MiG-21 nya yang ratusan unit itu. Progressnya, hingga Mei 2018, secara fisik, India sudah memiliki 249 unit Sukhoi Su-30MKI, sementara sisanya sedang dalam progress pembangunan.

Su-30MKI Angkatan Udara India.
Su-30MKI Angkatan Udara India.

Kini, dan ke depan, India boleh berbangga dan membusungkan dadanya. Sebagai negara besar dengan luas wilayah 3,316 juta km2 yang merasa perlu menegakkan kedaulatan negaranya. Sehubungan sudah pernah mengalami konflik bersenjata dengan dua tetangganya, China dan Pakistan, saat ini India sudah siap menghalau berbagai ancaman dari luar. Super Flanker hanyalah satu dari sekian alutsista andalan di samping rudal balistik berhulu ledak nuklir yang dikembangkan India.

BACA JUGA :  Kisah Rudal Anti Pesawat SA-2 Guideline China Menembak Pesawat Mata Mata Amerika

Dengan kekuatan pertahanannya itu, pemerintah India setidaknya bisa memberikan rasa ketenangan kepada lebih satu miliar penduduknya untuk terhindar dari agresi militer negara lain.

F-16, 2 F-15 dan Su-30MKI dalam suatu latihan.
F-16, 2 F-15 dan Su-30MKI dalam suatu latihan.

Sukhoi Su-30MKI Mengalahkan F-15C

Pada bulan Mei 2002, majalah Aviation Week & Space Technology membuat laporan yang cukup eye catching dengan judul Su-30MK Beats F-15C ‘Every Time’. Bukan mengada-ada, laporan ini diangkat berdasar penelitian secara rahasia menggunakan simulator 360 derajat di fasilitas simulator Boeing, St Louis.

Saat itu AU AS (USAF) tengah mengkaji berbagai pesawat tempur modern dan mempertarungkannya di dalam simulator. Jadi tidak hanya Su-30MK dengan F-15C saja, melainkan banyak pesawat tempur lain yang coba ditandingkan. Tetapi, begitu sampai pada duel antara Flanker lawan Eagle semua pun terdiam.

Su-30MKI dan Mirage 2000
Su-30MKI dan Mirage 2000

Hasil simulator di atas jelas mencengangkan banyak pihak, terutama AS. Begitulah faktanya, tulis majalah penerbangan kredibel itu. Diuraikan secara rinci bagaimana, misalnya, Su-30MK mampu menggunakan kemampuan manuver dan kecepatan tinggi untuk membuat bingung radar yang dimiliki F-15C. Setelah itu, dengan leluasa Su-30MK meluncurkan dua rudalnya dan kembali “bersembunyi” melalui manuvernya sebelum F-15C memberikan respon.

Su-30MK yang digunakan dalam simulator memang yang menggunakan pengatur arah sembur jet (TVC), sebagaimana yang dimiliki India dengan seri MKI. Untuk itulah, Flanker mampu memainkan superioritas yang tidak dimiliki F-15. “Taktik tempur dan kemampuan manuver Su-30MK berhasil menekuk F-15 di setiap saat.

Pesawat itu (Su-30MK), begitu pintar membuat F-15C kelimpungan. Dalam sekejap ia bisa hilang dari tangkapan radar F-15C dan memukul balik dengan cepat menggunakan rudal BVR AA-12 Adder atau rudal infra merah jarak pendek AA-11 Archer. Inilah yang membuat persentase kills Su-30MK lebih tinggi dibanding F-15C, ’’kata seorang perwira AU AS yang mengikuti jalannya simulasi.

Su-30MKI India
Su-30MKI India

Bahkan perwira itu memberikan penjelasan tambahan. Ketika manuver Su-30MK yang berubah-ubah itu bisa dilaksanakan secara sempurna, Su-30MK benar-benar menghilang dari tangkapan radar F-15C yang mengandalkan efek doppler terhadap targetnya. “F-15 dibuat seperti sebuah pesawat yang bodoh. la kebingungan,” ujarnya.

Kehebatan Flanker secara teroritik memang terbukti di atas kertas maupun di simulator. Ini pun yang mengundang rasa kepenasaran sangat tinggi para pilot tempur AS untuk mencoba mengawaki si penempur bertubuh bongsor itu. Mimpi itu akhirnya terwujud ketika dua pilot F-16 USAF, Kapten Pnb Martin “Gabby” Mentch dan Lettu Pnb Robert “Pipes” Stimpson yang mendapat kesempatan mengawaki Sukhoi Su-30MK punya India dalam latihan Cope India 06 bulan Oktober 2005.

Su-30MKI latma dengan F-15 dan Mirage 2000
Su-30MKI latma dengan F-15 dan Mirage 2000

Kedua pilot F-16 dari Skadron Tempur ke-13 Misawa Air Base, Jepang itu harus mengakui secara jantan kalau Su-30MKI memang memiliki superioritas yang tinggi di udara. “The MKI is an amazing jet that has a lot of maneuverability,” kata Mentch.

Hasil dari kedua hal ini (data simulasi 2002 dan latma 2005) oleh USAF kemudian dijadikan data data bagi perbaikan kemampuan F-15C yang paling muda memang buatan 1985 dan sekaligus data data bagi pengembangan F-15E dan F-35 series. Tentu saja, sudah bertahun tahun setelah Cope India tersebut, kedua pesawat sudah mengalami peningkatan masing masing, sehingga harus dilakukan pembuktian kembali.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua