Tuesday, May 24, 2022
HomeAlutsistaPesawat TerbangMengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang – HobbyMiliter.com. Jepang sadar betul posisi dan kondisi geografisnya sebagai negeri kepulauan. Terlebih dalam hubungan dengan tetangga tetangganya, masih ada beberapa sengketa wilayah maritim, baik dengan Korea Selatan, China maupun Taiwan. Dalam dekade terakhir Jepang pun ngebut memodernisasi alutsistanya, terutama yang berkaitan langsung maupun tak langsung dengan matra laut.

Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim
Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim

Sebelumnya, Jepang sukses mengejutkan dunia dengan sepasang destroyer kelas Hyuga yang mulai operasional 2009, dan membuat dunia lebih tercengang dengan sepasang Izumo-class yang lebih besar, bahkan sudah seukuran dengan kapal induk Spanyol dan Italia. Kapal yang diklasifikasikan sebagai destroyer ini sejatinya adalah kapal induk mini untuk operasional helikopter.

Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim
Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim dan gunung Fuji

Masih belum cukup dengan kapal-kapal yang sejatinya lebih pas disebut light carrier (kapal induk ringan) ketimbang helicopter destroyer, Jepang juga berniat membangun dua perusak (destroyer) baru berkode 27DDG dilengkapi sistem manajemen tempur Aegis dan sederet sistem senjata tercanggih untuk melengkapi Atago Class.

BACA JUGA :  Intervensi Suriah, Arab Saudi Akan Luncurkan Pasukan Darat dan Jet Tempur Dari Turki

Jangan lupakan eksistensi pesawat tempur multiperan Mitsubishi F-2 AU Bela Diri Jepang sejak tahun 2000. Penempur derivat F-16C/D Fighting Falcon tersebut memiliki kemampuan serang maritim, merujuk pada salah satu misi utama yang diembannya: penyekatan dan penyerangan maritim dari udara (aerial maritime interdiction and strike).

Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim
Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim

Jepang masih terus melaju. Alutsista patroli maritim yang sekaligus berfungsi sebagai platform udara antikapal selam (AKS), tak ketinggalan dimodernisasi. Latar belakangnya sudah cukup lama. Medio dekade 1980-an, Jepang sudah memikirkan bahwa pesawat paroli maritim (patmar) P-3C Orion-nya yang sudah tua suatu saat harus diganti.

BACA JUGA :  Tiongkok Peringatkan Jepang: Jangan Main Api di Laut Cina Selatan!
Pesawat angkut C1 dan Patroli Maritim P1. Walaupun berbeda bentuk, keduanya mempunyai kesamaan di banyak subsistem
Pesawat angkut C1 dan Patroli Maritim P1. Walaupun berbeda bentuk, keduanya mempunyai kesamaan di banyak subsistem

Program pengganti bertajuk NTFWPA (Near-Term Fixed-Wing Patrol Aircraft) pun digulirkan pada 1986. Untuk menghemat biaya, NTFWPA dibuat paralel dengan program NTTA (Near-Term Transport Aircraft) yang bertujuan melahirkan pengganti pesawat angkut taktis bermesin jet ganda Kawasaki C-1 yang juga menua. Keduanya digawangi TRDI (Tactical Research and Development Institute) di bawah Kementerian Pertahanan lepang. Masing-masing desain pesawat baru diberi kode desainasi P-X untuk NTFWPA dan C-X untuk NTTA.

Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim
Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim

Perlu diketahui waktu itu Jepang masih amat ketat perihal ekspor berkaitan dengan alutsista, walaupun hanya teknologinya. Dengan konsumsi hanya untuk dalam negeri, unit cost sudah pasti lebih tinggi dibanding produsen internasional yang mampu menekan biaya dengan raupan laba dari ekspor. Interpretasi pasifis dari undang-undang Jepang pasca PD II ini dalam beberapa tahun mulai bergeser. Sejak April 2014 sudah terang-terangan membuka keran ekspor untuk peralatan militer racikannya.

BACA JUGA :  Xi Jinping Layangkan Keberatan Soal Sistem Rudal THAAD Milik AS Di Korsel
Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim
Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim

Proses kelahiran Kawasaki P1 yang panjang dimulai dengan desain sistem kendali terbang FBL (fly by light) pada 1997. Berbeda dengan pengguna FBW (fly by wire) yang duluan eksis seperti F-16, desain FBL pada P-X menggunakan kabel serat optik (optical fibre) alih-alih kabel konvensional seperti pada FBW. Selain distribusi input jauh lebih cepat, FBL pun lebih tahan terhadap interferensi elektromagnetik ketimbang FBW.

Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim
Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

73-john-kerry-as-siap-hadang-segala-ancaman-korut-1

John Kerry: AS Siap Menghadang Segala Bentuk Ancaman Korut

0
Hobbymiliter.com - Amerika Serikat dan para sekutunya di regional (Asia Timur) sudah siap secara keseluruhan untuk menghadapi segala bentuk ancaman yang datang dari Korea...

Recent Comments