Wednesday, August 5, 2020
Home Militer Analisis Militer Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer – HobbyMiliter.com. Seiring meningkatnya ketegangan, menyusul mundurnya Amerika Serikat dari kesepakatan damai yang ditandatangani era Obama dengan Iran, Iran pun mulai memperkuat lagi militernya.

Sejak beberapa tahun yang lalu, terdorong untuk mandiri, Iran berupaya menghidupkan lagi puluhan heli serang AH-1J pembelian dari Amerika Serikat era tahun 1970-an yang mangkrak akibat embargo militer negara pembuatnya. Heli yang dihidupkan kembali ini kemudian diakui sebagai hasil kemandirian industri pertahanan Iran dan dinamai Toufan.

Iran bahkan melakukan peningkatan kemampuannya dan berhasil membuat simulator gerak AH-1J. Selepas embargo tahun 2015, iran pun semakin giat memburu sparepart sparepart untuk alutsista buatan baratnya.

Hubungan Iran dengan Amerika Serikat (AS) sebetulnya terjalin sangat baik sebelum percahnya Revolusi Islam Iran tahun 1979. Pada masa sebelum itu Iran bergelimpangan alutsista buatan AS, beberapa di antaranya pesawat tempur tercanggih pada masanya, F-14A Tomcat yang hanya dimiliki US Navy dan Iran, serta helikopter serang AH-1J International Cobra adalah diantaranya.

Helikopter ini secara khusus dibuat oleh pabrik Bell untuk Dinas Penerbangan AD Iran. Amerika juga memberikan fasilitas perawatan lengkap yang dibangun oleh Bell untuk AH-1J, Bell 204 dan Bell 212 di Iran. Iran mendapatkan 202 unit AH-1J pada dekade 1970-an. 62 diantaranya mampu membawa dan menembakan rudal anti tank TOW.

Akan tetapi, seiring perubahan peta politik ditandai dengan jatuhnya kekuasaan monarki di bawah pimpinan Shah Mohammad Reza Pahlevi yang digantikan pemerintahan Republik Islam yang dipimpin Ayatullah Agung Ruhollah Khomeini, hubungan Iran-AS pun putus. AS yang tidak setuju dengan sikap permusuhan yang dikumandangkan Khomeini kepadanya kemudian memberlakukan embargo militer termasuk menghentikan pasokan suku cadang AH-1J kepada Iran.

Secara otomatis kesiapan AH-1J pun perlahan menyusut. Puncaknya Iran terpaksa melakukan proses kanibalisasi suku cadang yang menyebabkan banyak AH-1J tak dapat mengudara lagi alias grounded. Dari jumlah 202 unit, tersisa hanya 90-an unit saja yang masih dapat dioperasikan menjelang akhir dekade 1990-an.

Walaupun di embargo, Iran tetap menjadikan AH-1J buatan Amerika ini sebagai ujung tombak armada hunter-killer tank musuhnya. Dengan kanon 20mm di dagu, roket dan rudal TOW, AH-1J Iran sangatlah ampuh membabat satuan satuan kavaleri Irak. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Iran melengkapi AH-1J nya dengan rudal AGM-65 Maverick. Menghajar perkubuan bungker beton dan juga MBT milik Irak.

BACA JUGA :  Emak Emak Berbahaya: Sebagian Besar Industri Pertahanan Utama di Amerika Kini Dipimpin Wanita

Tercatat juga ada beberapa kasus, Bell AH-1J Iran mampu melakukan air to air combat dan menang. Korbannya antara lain Mi-8 Hip dan Mi-24 Hind Irak dengan kanon serta rudal TOW, kemudian juga beberapa pesawat tempur: 3 MiG-21, 1 Sukhoi Su-20 dan 1 MiG-23 Flogger dengan hanya kanon 20mm nya.

Kepepet harus menjaga operasional heli ampuh ini di tengah perang serta sudah tidak mampu hanya mengandalkan kanibalisasi, Iran pun lalu melakukan gerilya suku cadang AH-1J kepasar-pasar gelap (black market). Tidak berhenti sampai di situ, di jaman modern ini gagasan baru pun kemudian direalisasikan.

Yakni merevitalisasi kemampuan AH-1J melalui pendayagunaan segenap resources yang dimiliki. Iran mengerahkan kemampuan industri lokalnya guna mewujudkan “helikopter serang baru” sehingga  inventori AH-1J lebih bertaji selain dapat dioperasikan kembali.

Beberapa industri yang diberdayakan di antaranya Iranian Helicopter Support and Renewal Company (IHSRQ), Iranian Aircraft Manufacturing Industries (LAMI), Iranian Electronic Industries (IEI), dan Isfahan Optics Industries (IOI) serta dikoordinasikan oleh Iran Aviation Industries Organization.

Industri-industri ini berkerja sama dengan IRLAA menjadikan AH-1J sesuai peningkatan yang diinginkan. Sejatinya, industri industri ini banyak mempergunakan fasilitas fasilitas perawatan yang sudah dibuatkan oleh Bell dan Grumman secara lengkap dari jaman Syah Iran.

Bell AH-1J Militer Iran; Versi lengkap dengan rudal TOW
Bell AH-1J Militer Iran; Versi lengkap dengan rudal TOW

Program Upgrade Kemampuan Alutsista Iran AH-1J

Program upgrade kemampuan AH-1J mulai dilaksanakan Iran dalam beberapa proyek sejak tahun 1999. Antara lain Proyek Tiztak 2091, Toufan 1, dan Toufan 2. Melalui upaya ini IRLAA memperkuat lima skadron heli tempur dan satu skadron heli latihnya dengan AH-1J berhidup baru berkemampuan menggotong rudal TOW (tube-launched, optically tracked, wire-guided) maupun Non-TOW.

Sejak 2002 Iran juga mulai membuat program pembuatan suku cadang AH-1J yang dikerjasamakan melalui IHSRQ dengan beberapa industri di negara lain seperti di Israel, Malaysia, Spanyol, dan bahkan dengan pabrikan di AS sendiri. Melalui cara ini dalam tiga tahun (1999-2001) Iran berhasil menghidupkan lagi 15 heli AH -1J yang sudah mangkrak akibat kanibalisasi.

Selain itu, seperti dilaporkan Babak Taghvaee dalam Defence Helicopter Vol 33, IHSRQ juga meningkatkan kapasitas depot-depot pemeliharaan AH-1J dua kali lipat di sebelah utara Bandara Internasional Mehrabad, Teheran. Hal ini bisa tercapai karena adanya kesepakatan pencabutan embargo di tahun tahun tersebut serta cukup banyaknya kesamaan sparepart heli tersebut dengan heli Bell versi sipil.

BACA JUGA :  Kapal Induk Liaoning Tiongkok Siap Berlayar Menuju Lepas Pantai AS

Beberapa peningkatan pada AH-1J di antaranya perangkat penglihatan teleskopik (telescopic sights unit – TSU) pada AH-1J varian TOW antara kurun 2002-2010. Pekerjaan yang merupakan fase pertama Proyek Toufan ini dilakukan IOI dan IEI. Pada Toufan 2 dan Toufan 3 kedua industri juga meluncurkan produk baru TOW buatan dalam negeri, versi lokal rudal antitank BGM-71G dan BGM-71H dengan jarak yang lebih jauh dan tingkat akurasi yang diklaim lebih tinggi.

Pengamat barat sendiri menilai rudal rudal yang di klaim buatan dalam negeri tersebut tak lain dan tak bukan adalah rudal rudal TOW yang sudah expired (habis umur, dibeli pertengahan 1970-an) dan di-refurbish kembali Iran.

Sementara untuk mendigitalisasi perangkat elektronik penarget sasaran, dilakukan Iran dalam Proyek Tiztak 2091. IRIAA juga meminta IAMI dan IOI untuk menginstalasi perangkat Forward Looking InfraRed (FLIR) untuk heli Non-TOW. IHSRQ melakukan kerja sama dengan Sagem, Perancis untuk hal ini, namun kerja sama terhenti di tengah jalan akibat tekanan AS. Iran hanya mendapatkan sistem FLIR dan kemudian mencoba memasangnya sendiri.

Bell AH-1J Militer Iran; Versi dengan peluncur roket Hydra
Bell AH-1J Militer Iran; Versi dengan peluncur roket Hydra

Untuk menghidupkan sejumlah mesin, Iran mencari suku cadang ke sejumlah negara, termasuk mencari suku cadang bekas pakai T400-WV-402 dari Pratt & Whitney maupun di pasar gelap. Mengingat mesin tersebut merupakan varian militer dari mesin sejuta pesawat PT6, maka tidak lah terlalu sulit mendapatkan sparepartnya.

Pengujian sejumlah AH-1J hasil upgrade dilakukan para penerbang IRIAA dalam misi latihan di Shahin-Shahr tahun 2009. Tahun 2012 Iran kembali melakukan uji coba penembakan menggunakan helikopter barunya terhadap berbagai sasaran darat termasuk tank M60 bekas. Iran mengklaim hasilnya cukup memuaskan.

Tidak kepalang basah, Iran juga mulai membuat rancangan simulator heli ini pada 2001. Tahun 2003 dengan nama Proyek Mansoor Iran mulai memproduksi simulator AH-1J. Iran juga membuat simulator untuk heli Bell 205 dan 206 dalam Proyek Afaq.

Sembilan simulator AH-1J berhasil dibuat Iran yang kemudian diperlihatkan ke publik dalam sebuah perhelatan di Bandara Badr, Februari 2008. Dua tahun kemudian simulator heli serang ini sudah bisa digunakan di beberapa satuan pendidikan helikopter IRIAA. Sayangnya simulator ini masih berupa simulator statis, mirip simulator arcade di TimeZone.

BACA JUGA :  Seri Kapal Perang Utama di ASEAN : Formidable Class Frigate Andalan Singapura

Bell AH-1J Militer Iran; Ditemani oleh produksi Bell lainnya. Dua heli ini menjadi tulang punggung Angkatan Bersenjata Iran dalam Perang Irak Iran.
Bell AH-1J Militer Iran; Ditemani oleh produksi Bell lainnya. Dua heli ini menjadi tulang punggung Angkatan Bersenjata Iran dalam Perang Irak Iran.

Bila pada tahap awal Iran mengembangkan simulator statis heli serang AH-1J Cobra Iran, maka tahap berikutnya Iran pun sudah mampu membuat simulator gerak Qadr-5 yang penyerahannya kepada IRIAA dijadwalkan Februari tahun 2015. Segala upaya ditempuh Iran demi mandiri, lepas dari jeratan embargo militer yang diberlakukan AS.

Dengan kemauan yang keras, pada akhirnya Iran mampu menunjukkan kepada dunia bahwa ia bisa bangkit mendayagunakan helikopter serangnya dalam jumlah banyak yang dulu dibeli dari Paman Sam. Tahun 2013 bertempat di Bandara Shahin-Shahr Iran memperlihatkan secara resmi heli serang AH-1J Iran versi baru kepada publik. Helikopter serang yang dibeli tahun 70-an tersebut mendapatkan nafas baru.

Helikopter Serang AH-1Z

Sementara itu, Amerika sendiri saat ini sudah mengembangkan AH-1 Cobra ke versi AH-1Z Viper. Menuntaskan uji laut pada Mei 2005, heli serang AH-1Z Zulu Cobra atau Viper dibuat pabrik Bell Helicopter sebagai heli serang tercanggih dari keluarga Cobra.

Heli ini diserahkan kepada pengguna pertamanya Korps Marinir AS (USMC) pada 15 Oktober 2005 untuk memulai uji evaluasi operasional (OPEVAL). Tabun 2008 Viper menjalani uji OPEVAL kedua dan dua tahun kemudian dinyatakan siap operasional tempur pada September 2010 atau satu dekade sejak heli pesaing AH-64 Apache dan TAI/AgustaWestland T-129 ini mengudara perdana 8 Desember 2000.

AH-1Z dilengkapi dengan rudal Sidewinder - HobbyMiliter.com
AH-1Z USMC dapat dilengkapi dengan rudal Sidewinder

AH-1Z menggunakan teknologi rotor terbaru berbahan komposist yang dapat dilipat untuk penyimpanan di dek kapal. Selain itu heli ini didukung avionik, sistem persenjataan, sensor elektro-optik terbaru, dan radar Longbow.

Viper yang per unitnya dibanderol 31 juta dolar AS di tahun 2010 ini selain dilengkapi kanon Gatling M197 tiga laras kaliber 20mm, juga mampu membawa roket Hydra 70, rudal udara ke udara AIM-9 Sidewinder serta rudal udara ke darat AGM-114 Hellfire. Heli serang yang diawaki dua pilot ini di order sebanyak 226 unit oleh USMC dan 15 unit oleh AU Pakistan.

Awak AH-1Z dilengkapi helmet dengan sistem penglihatan dan tampilan “Top Owl” buatan Thales. Helmet dapat digunakan pada siang maupun malam hari dan dilengkapi binokular dengan 40 derajat field of view. Selain itu heli dilengkapi HIRSS (Hover Infrared Suppression System) untuk mengecoh musuh maupun memberikan peringatan diri dari ancaman musuh.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua