Wednesday, August 5, 2020
Home Berita Militer Berita Militer Dunia Belarus Tampilkan UAV Yastreb

Belarus Tampilkan UAV Yastreb

Belarus Tampilkan UAV Yastreb – HobbyMiliter.com – Industri pertahanan strategis dalam negeri Belarusia semakin meningkatkan kemampuannya dalam bidang produksi pesawat terbang tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (disingkat UAV). Pada tanggal 24 September 2018 lalu, perusahaan industri pertahanan strategis dalam negeri Belarusia menampilkan UAV terbaru yang dinamai Yastreb. Kata Yastreb dalam bahasa lokal setempat diartikan sebagai Elang.

Seorang sumber dari Pusat Riset Dan Pengembangan Untuk Sistem Nirawak Udara Belarusia (Belarusian Academy of Sciences’ Research and Manufacturing Center of Multipurpose Unmanned Aerial Systems) menyebut bahwa sistem UAV asal Belarusia ini memiliki beban maksimal lepas landas atau Maximum Take-Off Weight sebesar 700 kilogram. Selain menyebut bahwa UAV ini memiliki MTOW sebesar 700 kilogram, sumber itu juga menyebutkan bahwa UAV tersebut adalah UAV terberat yang dibangun oleh negara pecahan Uni Soviet tersebut.

BACA JUGA :  Hamina Class FAC Siluman Laut Serba Bisa Dari Finlandia

UAV Yastreb merupakan sistem senjata nirawak yang dapat di tugaskan kedalam tiga konfigurasi, untuk pengintaian, untuk misi tempur, serta untuk target. Dengan MTOW sebesar 700 kilogram, ia sanggup menggotong muatan seberat 120 kilogram. Dalam debut nya diajang eksibisi Army 2018, ia tampil dengan tiga unit munisi bom loitering seberat 25 kilogram dibawah nya.

Munisi tersebut terdiri dari munisi High Explosive Fragmentation (HE-FRAG) atau High Explosive Anti-Tank dengan klaim jarak jangkau engagement terhadap target maksimal 50 kilometer. Dengan berbagai konfigurasi yang ditawarkan, sistem senjata nirawak ini mampu terbang selama 10 jam.

BACA JUGA :  Di Natuna Kormabar Temukan Alat Pengintai Bawah Laut

Selain hadir dalam konfigurasi intai-tempur, UAV Yastreb dapat juga digunakan sebagai drone target untuk pelatihan bagi pengawak sistem senjata anti pesawat. Dalam konfigurasi drone target, ia dipasangi perangkat Luneburg Lens untuk mengiluminasikan Radar Cross Section dari beberapa jenis target yang lebih besar.

Sederhananya, perangkat Luneburg Lens ini membuat UAV tersebut mampu menyamar menjadi pesawat tempur musuh yang akan dihadapi sistem senjata anti pesawat tersebut di pertempuran sesungguhnya.

Dengan dibekali mesin Rotax-912S2/100, pesawat tanpa awak ini sanggup menjelajah dalam kecepatan 120 kilometer per jam dan dapat dipacu hingga kecepatan maksimal 220 kilometer per jam. Sistem UAV ini dapat digunakan untuk kebutuhan sipil dan militer. Diketahui bahwa pihak militer Rusia telah melakukan serangkaian pengujian atas sistem senjata ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua