Thursday, September 24, 2020
Home Alutsista Kapal Perang KRI Oswald Siahaan 354, Kapal Legendaris TNI AL

KRI Oswald Siahaan 354, Kapal Legendaris TNI AL

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Oswald Siahaan 354 – HobbyMiliter.com – Rabu, 20 April 2011, suasana hening dan tenang di perairan Samudera Hindia mendadak berubah menjadi bergemuruh ketika sebuah kapal perang milik TNI Angkatan Laut untuk pertama kalinya menembakkan rudal P-800 Oniks alias rudal Yakhont buatan Rusia. Hari itu menandai babak baru diwilayah ASEAN dimana sebuah kapal perang milik negara Anggota ASEAN sukses melaksanakan ujicoba penembakan rudal dengan jarak jangkau diatas 200 kilometer.

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Oswald Siahaan 354
KRI Oswald Siahaan 354 Saat Uji Coba Peluncuran Perdana Rudal Yakhont Yang Dibawanya.

Selain menjadi babak baru masuknya era persenjataan rudal jelajah jarak menengah di wilayah ASEAN, hari itu juga menjadi ajang pembuktian bagi masyarakat ASEAN bahwa Indonesia telah mampu mengintegrasikan sistem senjata buatan Rusia kedalam platform kapal perang buatan Belanda, yang notabene merupakan negara anggota NATO. Dan sejak itulah, nama besar KRI Oswald Siahaan 354 mulai dikenal khalayak internasional. Kali ini, HobbyMiliter akan mencoba menampilkan sedikit kisah dari KRI Oswald Siahaan, salah satu kapal perang legendaris di tubuh TNI Angkatan Laut.

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Oswald Siahaan 354
KRI Oswald Siahaan 354 Saat Masih Berdinas DI AL Belanda Dengan Menyandang Nama HNLMS Van Nes F805. Perhatikan Kubah Meriam Besar Yang Kemudian Diganti Dengan Meriam Oto Melara 76 Milimeter Pada Tahap Modernisasi.

Sejarah Singkat KRI Oswald Siahaan 354

Sejatinya KRI Oswald Siahaan bukanlah kapal yang dibeli Indonesia dalam keadaan baru. Ia merupakan satu dari enam kapal perang jenis Frigate kelas Van Speijk yang dibeli oleh pemerintah Indonesia dari pemerintah Belanda pada tahun 1986.

Sebelumnya, KRI Oswald Siahaan 354 menyandang nama HNLMS Van Nes dengan nomor lambung F805. Di Indonesia, keenam kapal yang dibeli dari Belanda ini kemudian diberi nama kelas Ahmad Yani sesuai dengan nama kapal pertama yang diberi nama KRI Ahmad Yani dengan nomor lambung 351.

Kapal – kapal perang kelas Van Speijk dibangun pada medio tahun 1963 hingga tahun 1968 di dua galangan kapal berbeda yakni di Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Vissingen, Belanda dan di Koninklijke Maatschappij De Schelde, Vissingen, Belanda.

Galangan kapal yang disebut terakhir ini merupakan cikal bakal dari Damen Schelde Naval Shipbuilding yang dikemudian hari memproduksi kapal perang jenis Korvet SIGMA kelas Diponegoro dan bersama PT. PAL Indonesia (Persero) memproduksi kapal perang jenis Frigate SIGMA PKR-10514 kelas Raden Eddy Martadinata dengan mekanisme alih teknologi atau Transfer of Technology.

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Oswald Siahaan 354
Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Oswald Siahaan 354. Tampak Kubah Meriam HNLMS Van Nes F805 Sudah Berubah Dari Kubah Besar Ke Kubah Meriam Oto Melara 76 Milimeter, Sebelum Dibeli Indonesia, Dilakukan Modernisasi Terhadap Semua Kapal Di Kelas Van Speijk. Di TNI AL Kapal Ini Kemudian Menyandang Nama KRI Oswald Siahaan 354.

Kapal perang kelas Van Speijk ini merupakan “versi Belanda” dari kapal perang jenis Frigate kelas Leander milik Royal Navy atau Angkatan Laut Kerajaan Inggris Raya. Selain karena dibuat di Belanda, Van Speijk juga disebut sebagai kapal perang “Leander versi Belanda” karena sensor dan Radar yang terpasang di kapal – kapal kelas Van Speijk ini merupakan sensor dan radar buatan Belanda.

Tujuan awal pembangunan kapal perang jenis Frigate kelas Van Speijk adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan operasional menggantikan kapal perang jenis Destroyer Escort (nomenklatur lain untuk menyebut Frigate) serta menggantikan tugas patroli anti kapal selam bersama negara-negara NATO, yang awalnya pihak Belanda diwakili oleh kapal induk anti kapal selam HNLMS Karel Doorman.

BACA JUGA :  Sekitar Sejuta Warga Katalan Demo Mendesak Kemerdekaan dari Spanyol

Sebelum di beli oleh Indonesia, pada tahun 1976 dilakukan modernisasi oleh pemerintah Belanda terhadap kapal – kapal kelas Van Speijk ini. Selepas modernisasi yang memakan waktu kurang lebih 2 tahun, kapal – kapal perang ini berdinas di jajaran Angkatan Laut Belanda sampai akhirnya dibeli pemerintah Indonesia di tahun 1986, dan mulai masuk layanan dinas aktif di TNI Angkatan Laut hingga saat ini.

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Oswald Siahaan 354
HNLMS Karel Doorman R81.

Ironi KRI Oswald Siahaan

Secara singkat telah digambarkan dalam bagian Sejarah Singkat bahwa kapal – kapal perang jenis Frigate kelas Van Speijk dibuat untuk menggantikan tugas misi patroli anti kapal selam yang awalnya dijalankan oleh HNLMS Karel Doorman. Menjadi ironi apabila kemudian kita ketahui bahwa HNLMS Karel Doorman merupakan satu dari sekian banyak kapal milik Angkatan Laut Belanda yang terlibat dalam operasi militer perebutan Papua Barat dimana HNLMS Karel Doorman disiagakan di wilayah perairan Irian Barat untuk memantau dan menghadang gerak maju armada kapal selam kelas Whiskey milik Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) kala itu. Ia yang tadinya menjadi musuh dan target potensial dari kapal perang maupun kapal selam ALRI, justru digantikan oleh kapal – kapal perang yang dikemudian hari justru dibeli oleh TNI Angkatan Laut.

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Oswald Siahaan 354
Suasana Flight Deck HNLMS Karel Doorman R81.

Ironi lain yang membuat kapal ini cukup menjadi kapal yang legendaris di tubuh TNI Angkatan Laut adalah bahwa memasuki usianya yang menginjak dekade ke 5 di tahun ini (KRI Oswald Siahaan 354 rampung diproduksi pada 1968), kapal perang ini justru menjadi satu – satunya kapal kombatan permukaan dalam tubuh TNI Angkatan Laut yang memiliki kemampuan peluncuran sistem senjata strategis berupa rudal jelajah dengan jarak jangkau diatas 200 kilometer, kemampuan ini cukup berbeda dibanding unsur – unsur kapal lain dalam jajaran Satuan Kapal Eskorta TNI Angkatan Laut (Satkorta-TNI AL) yang rata – rata diperlengkapi rudal anti kapal dengan jarak jangkau maksimal 100 hingga 140 kilometer saja. Istilahnya, tua – tua keladi, makin tua makin menjadi.

Ironi lainnya yang juga disatu sisi dirasa miris adalah fakta bahwa kehadiran kapal – kapal perang kelas Van Speijk / Ahmad Yani ini justru terkesan tidak tergantikan. jika dibandingkan dengan ukuran kapal perang jenis Frigate SIGMA PKR-10514 kelas R.E Martadinata dari segi panjang serta berat benaman pun masih berada dibawah kapal perang kelas Ahmad Yani ini.

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Oswald Siahaan 354
Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Oswald Siahaan 354. KRI Oswald Siahaan Saat Mengangkut Dan Mengawal Bendera Merah Putih Sepanjang 10 Kilometer Di Perairan Ambalat Untuk Kemudian Dikibarkan Di Pulau Sebatik.

KRI Oswald Siahaan 354 Mengawal Perairan Ambalat

Dalam masa konflik perairan Ambalat yang terjadi antara Indonesia dengan Malaysia, KRI Oswald Siahaan 354 pernah melaksanakan misi pengangkutan sekaligus pengawalan sebuah bendera Merah Putih dengan panjang 10 kilometer yang dibawa dari Nunukan menuju pulau Sebatik. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7 November 2012.

BACA JUGA :  AGM-88 HARM, Rudal Anti Radar Andalan NATO

Menariknya, selain membawa bendera Merah Putih, KRI Oswald Siahaan 354 juga mengangkut rombongan Pasukan Pengibar Bendera atau Paskibra bersama dengan sang bendera berangkat dari dermaga Pangkalan TNI Angkatan Laut atau Lanal Nunukan menuju ke Dermaga Sungai Nyamuk, Pulau Sebatik.

Misi ini juga menjadi misi yang mengesankan dalam kiprah KRI Oswald Siahaan 354 karena misi ini dilaksanakan selama masa tugas operasi militer pengamanan wilayah Ambalat yang berbatasan dengan Malaysia yang kala itu sedang memanas situasinya akibat ulah kapal perang Malaysia yang sering melanggar wilayah kedaulatan NKRI.

Misi ini menunjukkan kepada khalayak Indonesia secara khusus dan khalayak ASEAN secara umum bahwa Indonesia memiliki hak kedaulatan di wilayah pulau Sebatik. Sebuah pesan yang jelas dikirimkan kepada siapa saja yang berusaha mengganggu kedaulatan NKRI dengan bentangan bendera Merah Putih sepanjang 10 km di pulau Sebatik adalah bahwa TNI AL hadir di wilayah terluar NKRI untuk memastikan bahwa kedaulatan NKRI tetap terjaga.

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Oswald Siahaan 354
Kapal Pencuri Ikan Asal China MV Gui Bei Yu 27088 Yang Berhasil Ditangkap KRI Oswald Siahaan 354 Dihadapan Kapal Penjaga Pantai China.

Menangkap Kapal Pencuri Ikan Asal China Didepan Kapal China Coast Guard

Selain mengawal wilayah kedaulatan NKRI dari ancaman kapal perang asing yang menyusup dengan sengaja, KRI Oswald Siahaan 354 juga pernah dengan gagah berani menangkap kapal pencuri ikan tepat dihadapan kapal penjaga pantai China atau China Coast Guard yang mengawal aktivitas penangkapan ikan ilegal yang dilakukan oleh kapal nelayan tersebut.

Insiden ini terjadi pada tanggal 27 Mei 2016 yang lalu. KRI Oswald Siahaan 354 berhasil menangkap kapal pencuri ikan asal China MV Gui Bei Yu 27088 di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif atau ZEE perairan Kepulauan Natuna yang berbatasan dengan wilayah Laut China Selatan yang sedang memanas akibat klaim sepihak China yang disebut dengan klaim 9 garis putus-putus.

Aksi penangkapan ini berlangsung dramatis sebab selain dibayangi oleh kapal Coast Guard China, kapal pencuri ikan tersebut juga memberikan perlawanan dan mencoba kabur saat akan dihentikan oleh kapal perang kelas Ahmad Yani tersebut. Beberapa tembakan sempat dilepaskan ke sisi kanan, kiri, depan haluan, buritan kapal, bahkan akhirnya awak KRI Oswald Siahaan 354 terpaksa harus melepaskan tembakan ke arah anjungan kapal agar kapal pencuri ikan tersebut mau berhenti.

Aksi penangkapan terhadap kapal ikan milik China ini kemudian menunjukkan secara tegas bahwa TNI Angkatan Laut melalui kapal – kapal perangnya akan terus mengawal kedaulatan NKRI di wilayah laut dan tidak akan memberikan toleransi apapun kepada siapapun yang berniat mengambil sumber daya alam secara ilegal dalam wilayah kedaulatan NKRI dan atau berusaha menerobos masuk kedalam wilayah kedaulatan NKRI.

BACA JUGA :  F100-PW220/E: Rahasia Mesin Jet Tempur F-16 Block 52ID

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Oswald Siahaan 354
KRI Oswald Siahaan Saat Berpartisipasi Dalam Demo Laut Pada Peringatan HUT TNI Ke 72.

Spesifikasi KRI Oswald Siahaan 354

KRI Oswald Siahaan 354 memiliki spesifikasi sebagai berikut :
Panjang : 113,4 meter
Lebar : 12,5 meter
Draught : 5,8 meter
Bobot Benaman : 2.850 s/d 2.940 ton full load
Mesin : 2 x SEMT Pielstick 12PA6B
Kecepatan Maksimal : 28,5 knot
Daya Jangkau Jelajah Maksimal : 4.500 Nautikal mil pada 12 knot
Radar : LW-03 2D air search, DA-02, M45, M44
Sonar : PHS-32
Combat Management System : SEWACO V

Persenjataan :
1 x Meriam Oto Melara kaliber 76 milimeter
2 x Peluncur Rudal permukaan ke udara (Surface to air missile) Mistral Simbad
4 x Peluncur Rudal jelajah anti kapal SS-N 26 / P-800 Oniks / Yakhont
2 x 3 peluncur torpedo anti kapal permukaan dan anti kapal selam Mk. 32

Dukungan Aviasi :
Mampu membawa 1 helikopter NBO-105 Puspenerbal di Helideck

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Oswald Siahaan 354
Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Oswald Siahaan 354. KRI Oswald Siahaan 354 Saat Dalam Pelayaran.

Penutup

Meski dapat dibilang sebagai salah satu kapal terkuat di jajaran armada kapal perang milik TNI Angkatan Laut, tentu kita tidak bisa berperang melawan usia kapal yang semakin hari semakin menua. KRI Oswald Siahaan 354 memang telah membuktikan ketangguhannya dan kehandalannya sebagai kapal perang yang berdinas di jajaran TNI AL, namun, sudah saatnya kapal ini dipensiunkan dari masa bhaktinya yang mencapai 5 dekade atau 50 tahun.

Sebagai introspeksi bagi kita semua, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, TNI AL, dan khususnya pemerintah Indonesia harus secepat mungkin mencari kandidat yang pas untuk menggantikan peranan kapal perang jenis Frigate kelas Ahmad Yani ini. Program PKR SIGMA 10514 yang pada akhirnya mentok di dua unit kapal saja sampai saat ini tentu menyisakan pertanyaan yang besar dalam benak kalangan antusias militer di Indonesia. Bagaimana mungkin dua kapal ini (KRI R.E Martadinata 331 dan KRI I Gusti Ngurah Rai 332) harus menggantikan total enam kapal dari kelas Ahmad Yani yang sudah saatnya memasuki “masa pensiun”???

Perlu diingat penambahan kapal – kapal perang dari jenis Frigate menjadi kebutuhan mendesak bagi TNI AL ditengah memanasnya wilayah perairan Laut China Selatan. Selain adanya potensi konflik skala Regional Asia-Pasifik, tentu harus diingat juga bahwa negara – negara ASEAN kini mulai memperkuat armada kapal perangnya dengan kapal – kapal yang lebih modern dan lebih canggih dari kapal – kapal Frigate milik TNI Angkatan Laut.

Sudah saatnya pemerintah Indonesia tidak hanya jago berdiplomasi di meja perundingan, tetapi juga mampu memiliki daya gentar yang kuat di wilayah kedaulatannya, baik itu di darat, laut, maupun udara. Dan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang hendak mencapai ide Menjadi Poros Maritim Dunia, maka PENINGKATAN KEKUATAN ARMADA ANGKATAN LAUT INDONESIA ADALAH SESUATU HAL YANG MUTLAK UNTUK DIPERJUANGKAN DAN DILAKSANAKAN.

3 COMMENTS

  1. Promotor/agen-nya Yakhont di AL sayangnya sudah meninggal. Kalau jalan terus seharusnya 4 Van Speijk itu dapet Yakhont semua.

    Harpoon sayangnya sudah habis masa pakainya namun peluncurnya masih ada dan di beberapa kapal sudah diganti C-802. Kalau mau sih seharusnya ya Yakhont ya C-802.

  2. Klas ahmad yani sebaiknya jngan pensiun total, pemakaian terbatas saja spt jd kapal latih fregat krn msh ada perangkat sewaconya…untuk melatih kadet atau perwira2 muda …lompatan ke kapal modern berikutnya.,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua