Thursday, July 9, 2020
Home Satuan Militer TNI Menunggu Kelahiran Skadron Udara 27

Menunggu Kelahiran Skadron Udara 27

Menunggu Kelahiran Skadron Udara 27 – HobbyMiliter.com. TNI Angkatan Udara dalam waktu dekat akan menambah satu skadron udara lagi. Skadron Udara baru ini akan diberi nama Skadron Udara 27, dengan tugas utama sebagai Skadron Angkut Sedang.

Skadron 27 ini dikabarkan akan dilengkapi dengan pesawat angkut medium CN-235 yang saat ini bersama C-295 menghuni Skadron Udara 2 Halim Perdana Kusuma. Skadron Udara 27 ini bersama Skadron Udara 33 yang merupakan Skadron Angkut Berat (C-130 Hercules) yang sedang dibangun di Lanud Hassanudin, Skadron Udara 31 Angkut Berat (C-130 Hercules) di lanud Halim Perdana Kusuma, Skadron Udara 32 Angkut Berat (C-130 Hercules) di Lanud Abdurrahman Saleh,  Skadron Udara 2 Angkut Sedang (C-295) di Lanud Halim Perdana Kusuma dan Skadron Udara 4 Angkut Ringan (NC-212) di Lanud Abdurrahman Saleh akan memperkuat kemampuan airlift TNI AU.

BACA JUGA :  [VIDEO] Airbus Peragakan Pengisian Bahan Bakar Helikopter Caracal di Udara

Sebelum (menurut rencana) dipindahkan ke Skadron ini, CN-235 adalah alutsista yang menghuni Skadron Udara 2 Halim Perdana Kusuma. Saat ini, Skadron Udara 2 sudah menerima C-295 yang menggantikan Fokker 27 yang sudah dipensiunkan. Selain TNI AU, Merpati Nusantara sebelum menghentikan operasinya juga mengoperasikan beberapa CN-235 dalam kapasitas penerbangan perintis jarak pendek.

Saat ini, persiapan pembangunan infrastruktur Skadron sedang dilakukan di Lanud Manuhua, Biak Papua. Pemilihan Papua sebagai homebase Skadron Udara baru ini bukannya tanpa alasan.

Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto, Komandan Pangkalan Udara Manuhua Biak Papua, Jumat lalu mengatakan bahwa dengan kehadiran Skuadron pesawat CN 235 di Kabupaten Biak Numfor diharapkan dapat mendukung kelancaran angkutan udara untuk menunjang pelayanan roda perekonomian masyarakat di tanah Papua.

BACA JUGA :  Lokasi Latihan Angkasa Yudha Digeser ke Natuna

CN-235 adalah pesawat angkut medium buatan IPTN (sekarang PTDI) dan CASA Spanyol (sekarang Airbus). Pesawat bermesin dua ini mampu mengangkut 6 ton kargo, atau 50 penumpang, atau 18 paratroop atau 18 tandu, tergantung misi yang sedang diembannya. Pesawat ini didesain untuk dapat lepas landas dan mendarat pada landasan darurat yang spartan. Dengan adanya Skadron CN-235 di kawasan Indonesia Timur, maka kendala logistik pemerintah daerah dan masyarakat di region ini dapat teratasi dengan baik.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov - HobbyMiliter.com. Admiral Kuznetsov saat ini merupakan kapal induk satu satunya milik Rusia. Itupun sebetulnya dalam klasifikasi kapal Angkatan...

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik - HobbyMiliter.com. Sudah sejak lama, peperangan elektronik dilakukan oleh manusia. Mulai dari penerjunan pelat pelat logam...

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara - HobbyMiliter.com. Perang udara semakin kompleks dengan melibatkan kekuatan teknologi maju dan penguasaan informasi. Konsep early warning...

Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa

Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa - HobbyMiliter.com. Dinamisnya pertempuran udara membuat payung udara yang mumpuni tidak bisa hanya mengandalkan eksistensi pesawat tempur...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua