CN-235 TNI AU, calon penghuni Skadron Udara 27. Copyright Foto: Himanda Amrullah, JetPhotos.net
CN-235 TNI AU, calon penghuni Skadron Udara 27. Copyright Foto: Himanda Amrullah, JetPhotos.net

Menunggu Kelahiran Skadron Udara 27 – HobbyMiliter.com. TNI Angkatan Udara dalam waktu dekat akan menambah satu skadron udara lagi. Skadron Udara baru ini akan diberi nama Skadron Udara 27, dengan tugas utama sebagai Skadron Angkut Sedang.

Skadron Udara 27 ini dikabarkan akan dilengkapi dengan pesawat angkut medium CN-235 yang saat ini bersama C-295 menghuni Skadron Udara 2 Halim Perdana Kusuma. Skadron Udara 27 ini bersama Skadron Udara 33 yang merupakan Skadron Angkut Berat (C-130 Hercules) yang sedang dibangun di Lanud Hassanudin, Skadron Udara 31 Angkut Berat (C-130 Hercules) di lanud Halim Perdana Kusuma, Skadron Udara 32 Angkut Berat (C-130 Hercules) di Lanud Abdurrahman Saleh,  Skadron Udara 2 Angkut Sedang (C-295) di Lanud Halim Perdana Kusuma dan Skadron Udara 4 Angkut Ringan (NC-212) di Lanud Abdurrahman Saleh akan memperkuat kemampuan airlift TNI AU.

Sebelum (menurut rencana) dipindahkan ke Skadron Udara 27, CN-235 adalah alutsista yang menghuni Skadron Udara 2 Halim Perdana Kusuma. Saat ini, Skadron Udara 2 sudah menerima C-295 yang menggantikan Fokker 27 yang sudah dipensiunkan. Selain TNI AU, Merpati Nusantara sebelum menghentikan operasinya juga mengoperasikan beberapa CN-235 dalam kapasitas penerbangan perintis jarak pendek.

Saat ini, persiapan pembangunan infrastruktur Skadron Udara 27 sedang dilakukan di Lanud Manuhua, Biak Papua. Pemilihan Papua sebagai homebase Skadron Udara baru ini bukannya tanpa alasan. Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto, Komandan Pangkalan Udara Manuhua Biak Papua, Jumat lalu mengatakan bahwa dengan kehadiran Skuadron pesawat CN 235 di Kabupaten Biak Numfor diharapkan dapat mendukung kelancaran angkutan udara untuk menunjang pelayanan roda perekonomian masyarakat di tanah Papua.

CN-235 adalah pesawat angkut medium buatan IPTN (sekarang PTDI) dan CASA Spanyol (sekarang Airbus). Pesawat bermesin dua ini mampu mengangkut 6 ton kargo, atau 50 penumpang, atau 18 paratroop atau 18 tandu, tergantung misi yang sedang diembannya. Pesawat ini didesain untuk dapat lepas landas dan mendarat pada landasan darurat yang spartan. Dengan adanya Skadron CN-235 di kawasan Indonesia Timur, maka kendala logistik pemerintah daerah dan masyarakat di region ini dapat teratasi dengan baik.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here