Tuesday, November 24, 2020
Home Berita Militer Dunia Militer Filipina Akankah Filipina Membeli Gripen?

Akankah Filipina Membeli Gripen?

Akankah Filipina Membeli Gripen? – HobbyMiliter.com. Angkatan Udara Filipina yang sudah tidak memiliki jet tempur sejak pensiunnya F-5A/B Tiger pensiun di 2005 saat ini sedang menyusun program pengadaan pesawat tempur baru. Sebelumnya, Filipina diperkuat oleh 35 F-8 Crussader yang terpaksa dipensiunkan cepat pada tahun 1988 karena terkena letusan Gunung Pinatubo dan F-5 A/B Tiger I pembelian tahun 1960-an yang dipensiunkan September 2005.

Kondisi ini pernah memaksa Filipina melakukan patroli pengamanan Spratley di LCS dengan hanya mengandalkan OV-10 Bronco saja. Itu pun sering kali diganggu Sukhoi Su-27/J-11 China seperti yang terjadi pada Mei 2010 dimana dua OV-10 Bronco Angkatan Udara Filipina di-buzzed J-11 diatas gugus karang Reed Bank, Spratley.

BACA JUGA :  Pesawat Tempur TNI AU, Embraer EMB-314 Super Tucano Jatuh di Malang

Kantor Berita Filipina melansir berita bahwa Pemerintah Filipina kemungkinan akan membeli pesawat tempur multirole Gripen buatan Swedia untuk memperkuat Angkatan Udaranya. Saat ini, pesawat tercanggih dalam inventori Angkatan Udara Filipina adalah 12 Unit pesawat latih jet FA-50PH buatan Korea Selatan yang dibeli tanpa senjata, namun dapat dipersenjatai dengan rudal Sidewinder lawas eks F-5A/B Tiger mereka.

Filipina Membeli Gripen
Filipina Membeli Gripen? Gripen C/D menggunakan mesin GE F404, mesin sejenis yang digunakan FA-50. Dianggap merupakan penyederhanaan logistik.

Pemerintah Filipina menilai, selain biaya akuisisi dan biaya operasional yang diklaim lebih murah dari kompetitornya, Gripen juga terbukti dapat beroperasi sebagai pesawat tempur yang baik. Demikian disampaikan oleh Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana dalam wawancara kemarin.

Angkatan Udara Filipina telah lebih dari satu dekade mencari pesawat apa yang akan dibeli untuk menggantikan pesawat jet interceptor F-5A/B buatan Amerika yang pensiun pada tahun 2005 karena usia tua dan kurangnya suku cadang. Karena pesawat F-5 tidak dapat digunakan, Angkatan Udara Filipina tidak memiliki jet tempur multiperan dan meskipun telah membeli selusin jet latih FA-50 dari Korea Selatan, kemampuan pesawat-pesawat tersebut terbatas dibandingkan dengan Gripen.

BACA JUGA :  Konflik Libya: Foto Foto Eks Pangkalan Udara Libya Yang Direbut GNA Dari LNA Haftar

Kaos SAAB Gripen
Kaos Gripen dari Tees.co.id; Klik gambar untuk lebih jelas. (adv)

Jika kesepakatan pembelian tersebut dapat berjalan, Filipina akan menjadi negara Asia Tenggara kedua yang mengakuisisi Gripen. Angkatan Udara Kerajaan Thailand sebelumnya telah membeli selusin Gripens dari Saab, perusahaan aerospace asal Swedia. Selain menjadi bagian utama dari arsenal Angkatan Udara Swedia, Gripen juga digunakan di pasukan udara Afrika Selatan, Brazil, Republik Ceko dan Hongaria.

Masalah potensial dalam pembelian Gripen bagi Filipina adalah undang-undang ketat Swedia tentang ekspor peralatan militer, yang membatasi penjualan ke negara-negara di mana hak asasi manusia dianggap terancam. Terlihat dalam konteks itu, pemerintah Filipina dapat menghadapi rintangan karena “perang melawan narkoba” yang dinilai brutal, yang telah merenggut ribuan nyawa diluar pengadilan dan sistem hukum.

BACA JUGA :  Makna Pancasila Sebagai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia

Sebuah laporan Perserikatan Bangsa Bangsa yang dikeluarkan bulan lalu juga menempatkan Filipina sebagai salah satu dari negara-negara yang pemerintahnya dianggap memperlakukan para pembela hak asasi manusia dan aktivis dalam kategori “an alarming and shameful level of harsh reprisals and intimidation.”

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua