TNI AL Rencanakan Lepas Meriam Utama KRI Slamet Riyadi 352 Untuk Dijadikan Simulator

2
2324
TNI AL Rencanakan Lepas Meriam Utama KRI Slamet Riyadi 352 Untuk Dijadikan Simulator
TNI AL Rencanakan Lepas Meriam Utama KRI Slamet Riyadi 352 Untuk Dijadikan Simulator. Ilustrasi Bangunan Simulator Sistem Senjata Meriam 76 Milimeter Yang Akan Dibangun TNI AL. Sumber : istimewa

HobbyMiliter.com – TNI AL Rencanakan Lepas Meriam Utama KRI Slamet Riyadi 352 Untuk Dijadikan Simulator. Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut dikabarkan hendak melepas meriam utama yang dimiliki oleh KRI Slamet Riyadi 352, sebuah kapal perang jenis Frigate dari kelas Ahmad Yani, yang awalnya merupakan kapal perang kelas Van Speijk buatan Belanda. Pelepasan sistem senjata meriam utama Oto Melara kaliber 76 milimeter ini dikabarkan dilakukan untuk meperlengkapi bangunan simulator penembakan senjata atau gunnery simulator yang akan dibangun oleh pihak TNI Angkatan Laut di kawasan Paiton, Jawa Timur.

BACA JUGA :  Mesir Terima 3 Unit Jet Tempur Dassault Rafale Dari Prancis

Menurut media informasi militer, pertahanan dan keamanan internasional Jane’s, pihak TNI Angkatan Laut dan pihak industri pertahanan strategis dalam negeri Indonesia dikabarkan telah mengkonfirmasi adanya kabar mengenai rencana pencopotan sistem senjata meriam utama kaliber 76 milimeter tersebut dari kapal perang jenis Frigate kelas Ahmad Yani. Rencananya, meriam tersebut akan ditempatkan sebagai simulator penembakan yang dibangun diatas lahan lapangan tembak senjata kaliber kecil milik Korps Marinir (Kormar) TNI AL yang terletak di wilayah Paiton, Jawa Timur.

Pembangunan Simulator Meriam 76 Milimeter ini diharapkan akan meningkatkan tingkat efisiensi latihan serta meningkatkan kemampuan personel TNI AL yang nantinya akan mengawaki sistem senjata tersebut. Simulator sistem senjata meriam kaliber 76 milimeter tersebut akan dibangun dengan bentuk bangunan menyerupai anjungan dan diperlengkapi dengan sistem kendali senjata sama seperti layaknya yang dipasang di kapal perang TNI AL yang menggunakan sistem senjata meriam kaliber 76 milimeter ini.

BACA JUGA :  Pemberontak Houthi Klaim Serang Fasilitas Perusahaan Minyak Arab Saudi

Simulator tersebut akan dibangun menghadap ke laut, dan kedepannya akan dikelola oleh salah satu perusahaan industri pertahanan strategis dalam negeri Indonesia, PT. Len Industri dalam kerangka kontrak komersial. Sebelumnya, lahan lapangan tembak yang merupakan milik dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut tersebut hanya digunakan untuk pelatihan atau uji penembakan senjata kaliber kecil dari mulai kaliber 12,7 milimeter, 20 milimeter, 37 milimeter, hingga 40 milimeter. Memang diakui, sampai saat ini Indonesia belum memiliki simulator untuk sistem senjata meriam kaliber 76 milimeter tersebut. Dengan hadirnya simulator ini, akan meningkatkan efisiensi latihan personel TNI Angkatan Laut, sekaligus juga menghemat biaya latihan karena awak kapal tidak perlu diterjunkan dalam pelayaran untuk pelatihan penggunaan sistem senjata tersebut.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here