Saturday, October 24, 2020
Home Militer Teknologi Militer Apa Yang Dimaksud Dengan Thrust Vectoring?

Apa Yang Dimaksud Dengan Thrust Vectoring?

Apa Yang Dimaksud Dengan Thrust Vectoring? – HobbyMiliter.com. Thrust vectoring atau disebut juga Thrust Vector Control (TVC) adalah suatu kemampuan dari pesawat terbang, roket atau wahana lain untuk memanipulasi arah dari daya dorong (thrust) yang dihasilkan mesin atau motor penggeraknya. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk mengendalikan arah atau kecepatan angular pesawat atau wahana tersebut.

Thrust Vectoring pada Chengdu J-10C
Mesin ber- TVC pada Chengdu J-10C

Khusus untuk roket yang meluncur di luar atmosfer atau ruang udara dimana bilah kemudi aerodinamik tidak berfungsi, maka satu-satunya alat pengendali arah penerbangan adalah thrust vectoring.

Thrust Vectoring pada Rockwell X-31
Sistem TVC pada Rockwell X-31

Metode penggunaan thrust vectoring pada pesawat terbang ini bermula dari kemampuan mesin pesawat menghasilkan daya dorong vertikal seperti yang dipasang pada pesawat yang mampu terbang vertikal (VTOL) dan jarak pendek (STOL). Ternyata penggunaan metode yang semula hanya untuk membantu agar bisa vertikal atau berjarak pendek saat take off dan landing ini bisa dimanfaat dalam manuver pada situasi pertempuran udara.

BACA JUGA :  AS Setujui Penjualan Helikopter Serang Ringan AH-6i Untuk Thailand

Thrust Vectoring pada F-22 Raptor
Exhaust pada F-22 Raptor

Kemampuan thrust vectoring dengan cara membelokkan lubang semburan mesin pesawat memungkinkan pesawat melakukan berbagai manuver yang tidak mungkin dilakukan den-
gan mesin pesawat konvensional.

Pesawat konvensional hanya bisa menggunakan bilah kemudi aerodinamis biasa seperti elevator dan aileron untuk membelok dan berguling (roll). Namun bagi pesawat dengan kemampuan vectoring meskipun masih menggunakan peralatan kemudi yang sama namun bisa melakukannya dengan jauh lebih cepat dan dengan sudut lebih ekstrem, bisa membelok atau menanjak dengan sudut yang tidak mungkin dilakukan menggunakan kemudi konvensional.

Pesawat yang menggunakan metode thrust vectoring saat ini kebanyakan menggunakan mesin turbofan dengan lubang pancaran (nozzle atau vane) bisa membelokkan arah gas dorong. Bahkan ada yang bisa membelokkan pancaran gas dorong hingga 90 derajat. Sehingga bisa digunakan untuk tinggal landas atau mengambang dengan daya dorong vertikalnya. Untuk menghasilkan daya angkat sebesar mampu mengangkat pesawat dibutuhkan mesin yang cukup besar yang tentunya mempunyai bobot cukup berat.

BACA JUGA :  Su-34 Fullback Fighter Bomber Rusia, Penembus Pertahanan Musuh

Thrust Vectoring pada Harrier
Exhaust TVC pada Harrier

Pesawat dengan thrust vectoring yang cukup terkenal adalah pesawat Hawker Siddeley Harrier, yang menggunakan mesin Rolls-Royce Pegasus, dan juga kembarannya pesawat AV-8B Harrier II milik Korps Marinir AS. Selain itu pesawat tempur generasi ke lima dengan kemampuan jelajah supersonik dan berteknologi siluman seperti Lockheed Martin F-22A Raptor dan F-35.

Mesin utama Yakolev Yak-141 menggunakan teknologi Thrust Vectoring
Mesin utama Yakolev Yak-141 menggunakan teknologi TVC untuk konfigurasi VTOL nya.

Demikian pula Rusia tidak kalah dengan pesawat tempur multirole Sukhoi Su-30 MKI menggunakan thrust vectoring. Pesawat ini sangat lincah, mampu terbang pada kecepatan mendekati nol pada sudut serang sangat besar (angle of attack) tanpa pesawat stall (jatuh) serta sanggup melakukan aerobatik dinamis pada kecepatan rendah. Mesin Su-35 sebagai varian terakhir dari Flanker juga dilengkapi dengan teknologi thrust vectoring ini.

BACA JUGA :  Pasukan Pemerintah Suriah Pukul Mundur Kelompok Teroris Dari Aleppo

Thrust Vectoring pada Sukhoi Su-35
TVC pada Sukhoi Su-35

Keuntungan metode thrust vectoring adalah kemampuan tinggal landas secara vertikal pada beberapa pesawat atau pada jarak sangat pendek serta kemampuan manuver sangat lincah.

Dalam pertempuran udara, baik pertempuran jarak sedang ataupun duel udara jarak pendek dimana kecepatan mengarahkan senjata atau rudal menjadi pilihan antara hidup dan mati, maka keunggulan dari kelincahan mengubah arah pesawat menjadi penentu dalam kemenangan.

Untuk live to fight another day memang mengharuskan kita menggunakan pesawat dan senjata dengan kemampuan dan teknologi tinggi, seperti thrust vectoring.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua