Saturday, July 11, 2020
Home Blog Militer Ranjau Anti Heli : Mimpi Buruk Para Infiltran

Ranjau Anti Heli : Mimpi Buruk Para Infiltran

HobbyMiliter.com – Ranjau Anti Heli : Mimpi Buruk Para Infiltran. Ranjau anti heli atau disebut juga AHM (anti helicopter mine) mungkin kalah terkenal dibandingkan ranjau darat serta ranjau laut. Tapi sebenarnya ranjau jenis ini telah cukup lama dikembangkan, yaitu ketika era Perang Dingin, pihak NATO maupun Pakta Warsawa keduanya telah memproduksi ranjau penghancur helikopter ini.
ranjau-heli 2

Menurut desainnya, ranjau anti heli ini bertujuan untuk menghambat pergerakan infiltrasi tentara musuh yang diturunkan menggunakan helikopter yang terbang dengan rendah. Ada bermacam-macam sensor yang digunakan pada ranjau anti helikopter ini, mulai dari sensor yang berbasis hembusan angin hingga sensor gerak yang menggunakan sistem infra merah.

BACA JUGA :  Inilah Sistem Pemandu Rudal Yang Sering Digunakan Arhanud TNI

Yang paling simple menggunakan sensor berbasis hembusan angin yang berasal dari baling-baling heli. Sistem sensor ini pernah dikembangkan Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbangal) TNI AL di tahun 1993. Proritipe pertamanya dilengkapi sejenis antena kecil untuk pemicu jika ada hempasan angin yang berasal dari helikopter terbang rendah. Jika antena kecil ini bergerak terkena hempasan angin, maka secara otomatis akan memicu ledakan fragmentasi yang dapat berakibat fatal pada helikopter itu. Tak hanya heli yang akan hancur, tetapi juga pasukan yang berada di darat pun bisa terkena ledakannya.

BACA JUGA :  Melirik Kesaktian Tank Leopard 2RI TNI AD

ranjau-heli 3

Bedanya dengan ranjau darat, ranjau heli dipasang di permukaan tanah tetapu corak serta warnanya biasanya dikamuflase. Sistem sensor berbasis hembusan angin ini saat di lapangan memiliki beberapa kendala, seperti antena pemicu yang bisa saja tersentuh oleh binatang atau bahkan warga sipil. Sehingga ranjau heli ini sampai saat ini belum secara resmi digunakan.

Padahal jika melihat peristiwa infiltrasi saat jejak pendapat di Timor Timur serta kerusuhan di Maluku, kerap kali terdapat black flight menggunakan helikopter di wilayah NKRI, jika ranjau heli ini dipasang di wilayah yang rawan dengan pendaratan, seperti pantai, pasti heli penyusup mampu dihancurkan tanpa perlu menunggu jet tempur TNI AU untuk melaksanakan intercept. Untuk mendapat efek penghancur yang besar, biasanya ranjau heli dipasang pada pola melingkar di suatu titik. Jenis lainnya yang lebih modern yaitu menggunakan sensor infra merah, memang akurasinya lebih tinggi tapi biayanya tentu tidak murah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Shenyang J-11, Copy Tidak Resmi Su-27SK Flanker dari China

Shenyang J-11, Copy Tidak Resmi Su-27SK Flanker dari China - HobbyMiliter.com. Shenyang J-11 lahir pada tahun 1998, ketika China memperoleh lisensi perakitan 200 Su-27SK...

Apa Yang Dimaksud Dengan Thrust Vectoring?

Apa Yang Dimaksud Dengan Thrust Vectoring? - HobbyMiliter.com. Thrust vectoring atau disebut juga Thrust Vector Control (TVC) adalah suatu kemampuan dari pesawat terbang, roket...

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov - HobbyMiliter.com. Admiral Kuznetsov saat ini merupakan kapal induk satu satunya milik Rusia. Itupun sebetulnya dalam klasifikasi kapal Angkatan...

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik - HobbyMiliter.com. Sudah sejak lama, peperangan elektronik dilakukan oleh manusia. Mulai dari penerjunan pelat pelat logam...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua