Friday, April 12, 2024
HomeBlog MiliterRanjau Anti Heli : Mimpi Buruk Para Infiltran

Ranjau Anti Heli : Mimpi Buruk Para Infiltran

HobbyMiliter.com – Ranjau Anti Heli : Mimpi Buruk Para Infiltran. Ranjau anti heli atau disebut juga AHM (anti helicopter mine) mungkin kalah terkenal dibandingkan ranjau darat serta ranjau laut. Tapi sebenarnya ranjau jenis ini telah cukup lama dikembangkan, yaitu ketika era Perang Dingin, pihak NATO maupun Pakta Warsawa keduanya telah memproduksi ranjau penghancur helikopter ini.
ranjau-heli 2

Menurut desainnya, ranjau anti heli ini bertujuan untuk menghambat pergerakan infiltrasi tentara musuh yang diturunkan menggunakan helikopter yang terbang dengan rendah. Ada bermacam-macam sensor yang digunakan pada ranjau anti helikopter ini, mulai dari sensor yang berbasis hembusan angin hingga sensor gerak yang menggunakan sistem infra merah.

BACA JUGA :  Datangnya Kapal Selam Type 218SG Pada Armada Bawah Air Singapura

Yang paling simple menggunakan sensor berbasis hembusan angin yang berasal dari baling-baling heli. Sistem sensor ini pernah dikembangkan Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbangal) TNI AL di tahun 1993. Proritipe pertamanya dilengkapi sejenis antena kecil untuk pemicu jika ada hempasan angin yang berasal dari helikopter terbang rendah. Jika antena kecil ini bergerak terkena hempasan angin, maka secara otomatis akan memicu ledakan fragmentasi yang dapat berakibat fatal pada helikopter itu. Tak hanya heli yang akan hancur, tetapi juga pasukan yang berada di darat pun bisa terkena ledakannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Afterburner membantu F/A-18 lepas landas pada landasan pendek di kapal induk.

Bagaimana Sistem Afterburner Bekerja

1
Bagaimana Sistem Afterburner Bekerja - HobbyMiliter.com. Sering orang bertanya, mengapa pesawat tempur dilengkapi afterburner? Untuk apa gunanya? Afterburner (pembakaran lanjut) atau reheat (pemanasan ulang)...

Recent Comments