Tuesday, May 24, 2022
HomeMiliterAnalisis MiliterPentingnya Perencanaan Pembangunan Kekuatan Militer Berkesinambungan

Pentingnya Perencanaan Pembangunan Kekuatan Militer Berkesinambungan

Pentingnya Perencanaan Pembangunan Kekuatan Militer Berkesinambungan – HobbyMiliter.com. Negara tetangga di selatan Indonesia saat ini dalam proses meremajakan alutsista alutsistanya. Terutama di matra Laut dan Udara. Proses peremajaan yang dilakukan Australia ini menarik dicermati dalam konteks teknologi strategi militer.

Australia saat ini sedang membangin Air Warfare Destroyer. Hobart Class AWD Australia yang baru saja operasional 1 unit, dan 2 unit sedang dalam pembangunan ini, ternyata sudah dipikirkan kapan pensiunnya dan kapan Australia harus mulai melakukan desain dan pengembangan kapal penggantinya. Baru saja mbrojol kok sudah mikirin pensiun…

3 unit Hobart Class Air Warfare Destroyer, kapal perang dengan penekanan kemampuan pertahanan udara armada seberat 7000 ton ini dibangun untuk menggantikan 3 unit Perth Class Destroyer. Program peremajaan Destroyer ini dimulai tahun 2000, ketika itu umur Perth Class Destroyer sudah habis masa pakainya dan terpaksa peran fleet air defence akhirnya dipegang oleh Adelaide Class Frigate, kapal perang yang sebetulnya tidak punya kemampuan mempertahankan armada dari serangan udara, Air Defence suitenya cuma mampu memberikan perlindungan diri sendiri saja.

BACA JUGA :  Korps Marinir TNI AL Terima MLRS Type 90B Buatan NORINCO China

Dari sini tampaknya AL Australia belajar bahwa pembangunan dan perawatan kekuatan itu harus berkesinambungan. Gap yang terjadi dari pensiunnya Perth Class Destroyer hingga aktifnya Hobart Class Destroyer selama lebih dari 10 tahun sebenarnya membahayakan armada AL Australia jika terjadi konflik skala besar. Maklum, area yang menjadi kewajiban liputan Air Warfare Destroyer jauh lebih besar dari kemampuan Air Defence Fregatnya, walau disiasati dengan memiliki fregat yang lebih banyak.

Sehingga sekarang, ketika Hobart Class Air Warfare Destroyernya baru saja menetas, Pemerintah Australia sudah mulai merencanakan masa persiapan pensiunnya. Dari gambar timeline yang diperoleh, Hobart Class mulai dipersiapkan penggantinya di tahun 2038.

BACA JUGA :  Seri Kapal Perang Utama di ASEAN : Formidable Class Frigate Andalan Singapura
Pentingnya Perencanaan Pembangunan Kekuatan Militer Berkesinambungan
Pentingnya Perencanaan Pembangunan Kekuatan Militer Berkesinambungan

Di tahun 2038, Hobart Class Destroyer pertama akan berumur 21 tahun. Pada tahun 2038 ini, Australia akan mulai mendisain kapal perang destroyer pengganti Hobart Class. Diberikan waktu sekitar 9 tahun bagi tim kementerian pertahanan, Angkatan Laut dan Iindustri pertahannnya untuk melakukan desain dan pengembangan untuk menghasilkan destroyer pengganti sehingga ketika kapal Hobart Class Destroyer berumur 30 tahun, sudah dapat pensiun dengan pengganti yang juga sudah siap bentuk dan teknologinya.

Nah ini yang paling menarik. Walau baru akan didesain pada 2038, Australia tentu saja sudah mempersiapkan industri dalam negerinya dari sekarang untuk agar dapat menyediakan skilled workforce, infrastruktur dan teknologi yang diperlukan dengan melakukan pembuatan 9 fregat di dalam negeri.

BACA JUGA :  PKR Disebut Karya Anak Bangsa, Ternyata PT PAL Hanya Sebagai Subkon Dengan Jatah Pekerjaan Senilai 4,3% Saja

Dari segi pendanaan, Australia juga punya waktu dari tahun 2020 hingga 2038 untuk mempersiapkan ekonominya agar bisa mendanai pembuatan 3 AWD Destroyer pengganti itu. Membangun kapal merupakan pekerjaan yang membutuhkan biaya luar biasa mahal. Untuk sekelas fregat saja, kalau sensor, sistem dan senjatanya lengkap, harganya bisa setara dengan 1 skadron pesawat tempur kelas medium. Belum biaya pengembangan teknologi untuk teknologi teknologi yang masih harus dicari rahasianya.

Ini adalah konsep Continuous Shipbuilding yang dipakai oleh Australia. Begitu kapal selesai dibuat, sudah di planning masa hidupnya dan dipersiapkan pendanaan, teknologi, industri, workforce yang diperlukan untuk menggantikannya. Dari sisi industri pertahanan, kapasitas industri pun tidak akan idle, karena begitu kapal fregat terakhir selesai, galangan akan segera membuat destroyer yang sudah direncanakan tersebut.

Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

2 COMMENTS

  1. Sebuah master plan di bidang teknologi yang baik akan memasukan BCP (Business continuty plan), sehingga kontinyuitas akan terjaga. Begitupun dalam bidang pertahanan untuk TNI saat ini, wajib hukumnya ada master plan (seperti MEF), yang didalamnya juga terdapat tiga komponen postur, yakni kekuatan, gelar (persebaran penempatan), dan kemampuan. Modernisasi alutsista untuk memperkuat kesatuan itu juga diikuti dengan pengembangan kemampuan prajurit. Pengadaan senjata dilakukan dengan pendekatan lifecycle, yakni pendekatan hidup penuh, mulai dari desain hingga masa pakai alutsistanya yang sudah habis.
    Didalam MEF sudah juga memperhitungkan dukungan sdm, industri dan litbang dalam negri dalam mendukung master plan tersebut. Setelah tahun 2024, yaitu setelah 3 rencana strategis diselesaikan bukan lagi kekuatan minimum esensial tetapi sdh mulai masuk kekuatan militer utama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

mortir mekatronika 1

Mortir Mekatronik 81mm Buatan Litbang TNI AD

0
HobbyMiliter.com – Mortir Mekatronik 81mm Buatan Litbang TNI AD. Litbang TNI AD sepertinya tengah focus pada pengembangan sistem mortir reaksi cepat (super rapid mortar)...

Recent Comments