Friday, October 30, 2020
Home Militer Analisis Militer Pentingnya Perencanaan Pembangunan Kekuatan Militer Berkesinambungan

Pentingnya Perencanaan Pembangunan Kekuatan Militer Berkesinambungan

Pentingnya Perencanaan Pembangunan Kekuatan Militer Berkesinambungan – HobbyMiliter.com. Negara tetangga di selatan Indonesia saat ini dalam proses meremajakan alutsista alutsistanya. Terutama di matra Laut dan Udara. Proses peremajaan yang dilakukan Australia ini menarik dicermati dalam konteks teknologi strategi militer.

Australia saat ini sedang membangin Air Warfare Destroyer. Hobart Class AWD Australia yang baru saja operasional 1 unit, dan 2 unit sedang dalam pembangunan ini, ternyata sudah dipikirkan kapan pensiunnya dan kapan Australia harus mulai melakukan desain dan pengembangan kapal penggantinya. Baru saja mbrojol kok sudah mikirin pensiun…

3 unit Hobart Class Air Warfare Destroyer, kapal perang dengan penekanan kemampuan pertahanan udara armada seberat 7000 ton ini dibangun untuk menggantikan 3 unit Perth Class Destroyer. Program peremajaan Destroyer ini dimulai tahun 2000, ketika itu umur Perth Class Destroyer sudah habis masa pakainya dan terpaksa peran fleet air defence akhirnya dipegang oleh Adelaide Class Frigate, kapal perang yang sebetulnya tidak punya kemampuan mempertahankan armada dari serangan udara, Air Defence suitenya cuma mampu memberikan perlindungan diri sendiri saja.

Dari sini tampaknya AL Australia belajar bahwa pembangunan dan perawatan kekuatan itu harus berkesinambungan. Gap yang terjadi dari pensiunnya Perth Class Destroyer hingga aktifnya Hobart Class Destroyer selama lebih dari 10 tahun sebenarnya membahayakan armada AL Australia jika terjadi konflik skala besar. Maklum, area yang menjadi kewajiban liputan Air Warfare Destroyer jauh lebih besar dari kemampuan Air Defence Fregatnya, walau disiasati dengan memiliki fregat yang lebih banyak.

BACA JUGA :  KRI Tanjung Kambani 971

Sehingga sekarang, ketika Hobart Class Air Warfare Destroyernya baru saja menetas, Pemerintah Australia sudah mulai merencanakan masa persiapan pensiunnya. Dari gambar timeline yang diperoleh, Hobart Class mulai dipersiapkan penggantinya di tahun 2038.

Pentingnya Perencanaan Pembangunan Kekuatan Militer Berkesinambungan
Pentingnya Perencanaan Pembangunan Kekuatan Militer Berkesinambungan

Di tahun 2038, Hobart Class Destroyer pertama akan berumur 21 tahun. Pada tahun 2038 ini, Australia akan mulai mendisain kapal perang destroyer pengganti Hobart Class. Diberikan waktu sekitar 9 tahun bagi tim kementerian pertahanan, Angkatan Laut dan Iindustri pertahannnya untuk melakukan desain dan pengembangan untuk menghasilkan destroyer pengganti sehingga ketika kapal Hobart Class Destroyer berumur 30 tahun, sudah dapat pensiun dengan pengganti yang juga sudah siap bentuk dan teknologinya.

Nah ini yang paling menarik. Walau baru akan didesain pada 2038, Australia tentu saja sudah mempersiapkan industri dalam negerinya dari sekarang untuk agar dapat menyediakan skilled workforce, infrastruktur dan teknologi yang diperlukan dengan melakukan pembuatan 9 fregat di dalam negeri.

BACA JUGA :  Gencatan Senjata Suriah Resmi Diberlakukan Mulai Hari Ini

Dari segi pendanaan, Australia juga punya waktu dari tahun 2020 hingga 2038 untuk mempersiapkan ekonominya agar bisa mendanai pembuatan 3 AWD Destroyer pengganti itu. Membangun kapal merupakan pekerjaan yang membutuhkan biaya luar biasa mahal. Untuk sekelas fregat saja, kalau sensor, sistem dan senjatanya lengkap, harganya bisa setara dengan 1 skadron pesawat tempur kelas medium. Belum biaya pengembangan teknologi untuk teknologi teknologi yang masih harus dicari rahasianya.

Ini adalah konsep Continuous Shipbuilding yang dipakai oleh Australia. Begitu kapal selesai dibuat, sudah di planning masa hidupnya dan dipersiapkan pendanaan, teknologi, industri, workforce yang diperlukan untuk menggantikannya. Dari sisi industri pertahanan, kapasitas industri pun tidak akan idle, karena begitu kapal fregat terakhir selesai, galangan akan segera membuat destroyer yang sudah direncanakan tersebut.

Pentingnya Perencanaan Pembangunan Kekuatan Militer Berkesinambungan
Pentingnya Perencanaan Pembangunan Kekuatan Militer Berkesinambungan

Hal ini sebenernya juga sudah dilakukan AU Australia. Program pembelian F-35 yang oleh netizen Indonesia disebut2 sebagai reaksi atas rencana pembelian Su-35 Indonesia SESUNGGUHNYA sudah diplanning sejak tahun 2002. Tahun dimana kita aja BELUM KEPIKIRAN beli Su-27SK yang dibeli dadakan karena kasus Bawean itu.

Pembelian F-35 itu dilakukan untuk meremajakan F-18A/B yang sebetulnya waktu itu umur pesawatnya berkisar 14 tahun (terlama) dan 10 tahun (terbaru). Diperkirakan waktu itu, F-18A/B akan mulai pensiun di 2019 dan mulai digantikan F-35 di 2020. F-18A/B Australia akhirnya dijual ke Canada.

BACA JUGA :  Unit Proteksi Nubika Rusia Terima Kendaraan Baru

F-18A/B sendiri sebenarnya juga merupakan peremajaan 75 Mirage III. Dan Mirage III sendiri merupakan peremajaan Avon Sabre (yang ketika pensiun sebagian dihibahkan ke Indonesia).

Continuous Shipbuilding ini sendiri pernah dilakukan secara agak ekstrim oleh Amerika Serikat. Beberapa kapal selam nuklir amerika dari kelas Seawolf terpaksa dipensiundinikan dalam usia dibawah 20 tahun dan masuk ke armada cadangan agar galangan kapalnya bisa diberikan order pembuatan kapal selam kelas Virginia. Hal tersebut dimaksudkan agar kemampuan industri pertahanan dalam mendisain, membuat dan merawat kapal selam tidak hilang karena idle nya kapasitas produksi.

Pentingnya Perencanaan Pembangunan Kekuatan Militer Berkesinambungan
Pentingnya Perencanaan Pembangunan Kekuatan Militer Berkesinambungan

Pelajaran yang bisa ditarik dari Sonotan ini adalah, Planning itu penting. Walau belum ada uangnya, kita bisa planning program yang 30 tahun lagi harus direalisasikan.

Kita akan mempunyai waktu nyaris 30 tahun untuk mempersiapkan dana, untuk mempersiapkan teknologi, untuk mempersiapkan infrastruktur, untuk mempersiapkan industri, untuk mempersiapkan SDM dan lain lainnya.

Jadi, bagaimana dengan planning kita 30 tahun kedepan?

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

2 COMMENTS

  1. Sebuah master plan di bidang teknologi yang baik akan memasukan BCP (Business continuty plan), sehingga kontinyuitas akan terjaga. Begitupun dalam bidang pertahanan untuk TNI saat ini, wajib hukumnya ada master plan (seperti MEF), yang didalamnya juga terdapat tiga komponen postur, yakni kekuatan, gelar (persebaran penempatan), dan kemampuan. Modernisasi alutsista untuk memperkuat kesatuan itu juga diikuti dengan pengembangan kemampuan prajurit. Pengadaan senjata dilakukan dengan pendekatan lifecycle, yakni pendekatan hidup penuh, mulai dari desain hingga masa pakai alutsistanya yang sudah habis.
    Didalam MEF sudah juga memperhitungkan dukungan sdm, industri dan litbang dalam negri dalam mendukung master plan tersebut. Setelah tahun 2024, yaitu setelah 3 rencana strategis diselesaikan bukan lagi kekuatan minimum esensial tetapi sdh mulai masuk kekuatan militer utama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Cakra Baskara, Sistahanud jarak pendek Soviet

Mengenal  Cakra Baskara Sistahanud jarak pendek Soviet-Hobbymiliter.com. Sebelum pandemi COVID menyerang. Indonesia termasuk getol menyelenggarakan pameran bertema pertahanan dengan Indodefence yang paling populer.  Selain...

Mengenal S-300PT & PS Varian Awal Dari S-300P.

Mengenal S-300PT & PS (SA-10 Grumble) Varian Awal Dari S-300P-Hobbymiliter.com. Belakangan ini nama sistem hanud S-300 mencuat kembali, utamanya pada konflik Nagorno-Karabakh dimana Azerbaijan...

Penghancuran Pusat Komando Drone, Kenapa Tidak??

Penghancuran Pusat Komando Drone, Kenapa Tidak?? - HobbyMiliter.com. Pada awal tahun ini kita menyaksikan muncul dan berkembangnya era baru yaitu perang secara aktif menggunakan...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua