Saturday, July 20, 2024
HomeMiliterKisah MiliterAmerika Pinjamkan Senjata Nuklir Ke Anggota NATO, Termasuk Turki

Amerika Pinjamkan Senjata Nuklir Ke Anggota NATO, Termasuk Turki

Untuk mengaktifkannya, diperlukan 2 kode kunci yaitu dari personel USAF dan dari AU Belanda. AU Belanda dan detasemen USAF yang menjaga senjata nuklir tersebut selalu berlatih melakukan pergelaran kekuatan nuklir secara periodik agar profesionalitas terjaga.

Di Jerman, Amerika membangun 11 shelter dengan kapasitas maksimum 44 bom nulkir taktis B61 di Pangkalan Udara Buchel. Panavia Tornado IDS AU Jerman menjadi pesawat yang bertanggung jawab melakukan gempuran nuklir.

Italia menyediakan 2 pangkalan udaranya sebagai basis serangan nuklir, yakni Pangkalan Udara Aviano dan Pangkalan Udara Ghedi. Di Pangkalan udara Aviano, diperkirakan disimpan sekitar 50 unit B-61 dan di pangkalan udara Ghedi disimpan tidak kurang dari 40 bom B61.

BACA JUGA :  Tiga Kapal Perang TNI AL "Sisir" Perairan Aceh
Pangkalan udara Incirlik, Markas NATO di Turki tempat Amerika menyimpan arsenal nuklirnya.
Pangkalan udara Incirlik, Markas NATO di Turki tempat Amerika menyimpan arsenal nuklirnya.

Mantan Presiden Italia Francesco Cossiga dalam sebuah wawancara menyebutkan, bahwa ketika Uni Soviet melakukan serangan pertama ke salah satu negara NATO, pesawat tempur Italia bertugas untuk melakukan serangan balas dendam dengan mengebom Praga, Budapest dan semua ibukota negara pakta Warsawa.

Terakhir Turki. Turki ditenggarai dipinjamkan bom nuklir B61 terbanyak diantara anggota NATO lainnya. Ditengarai, bom nuklir taktis B61 yang disimpan di pangkalan udara Incirlik ini jumlahnya bisa mencapai 90 unit. F-16 (dan dulu F-4) Turki akan ditugaskan menyerang fasilitas Angkatan Laut Soviet dan industri industri pertahanan Soviet di Ukraina dan Crimea. Sekaligus menerapkan kebijakan anti akses bagi armada Laut Hitam Soviet untuk keluar ke laut Mediterania via selat Dardanella.

BACA JUGA :  India Sukses Luncurkan Prithvi-II, Rudal Balistik Nuklir Pertama Mereka

Namun, sehubungan ketegangan diplomatik antara Turki dengan Amerika, anggota kongres dan senat Amerika banyak yang berpendapat bahwa seluruh senjata nuklir di pangkalan udara Incirlik harus dipindahkan ke tempat lain dan dikeluarkan dari Turki.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

31 COMMENTS

  1. senjata nuklir nato ini bukan dipinjamkan ke turki..jangan keliru persepsi.. turki sbg anggota nato hanya ketempatan lokasi rudal nuklir.. semua kontrol dan supervisi secara penuh dilakukan nato

  2. gx turki gx dikasih tpi di pangkalan udara incirlik ada 50 rudal nucklir strategis….punya nato…

    mungkin bang tayip edorgan …minta pak jokowi buat bantu bikin bom nucklr

  3. Ini “pintarnya” AS. Membagi bagi rejeki ato resiko tepatnya kepada negara negara sekutunya. Yang pegang senjata nuklir, tentu saja jadi sasaran utama dan pertama serangan nuklir Pakta Warsawa/Soviet. Jadi gak heran negara negara itu kebanyakan rakyatnya ketakutan sendiri, bukan malah petantang petenteng, karena tau bakal jadi “prioritas utama dan pertama” dijadikan abu oleh Soviet. Toh mereka lebih dekat dengan Soviet dibanding AS, jadi mereka duluan yang bakal merasakan “ketiban pulung” nuklir Soviet. Resiko berkawan dengan buaya, jadi musuh singa, begitu juga sebaliknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

PKR REM 331

Thales Siapkan Sistem Manajemen Tempur TACTICOS Generasi Terbaru Untuk Indonesia

0
HobbyMiliter.com - Perusahaan Thales Nederland, divisi perusahaan Thales di Belanda, telah menyelesaikan integrasi sistem dan uji kelayakan sistem manajemen pertempuran TACTICOS pada KRI Raden...

Recent Comments