Thursday, August 6, 2020
Home Blog Militer Referensi Peran Indonesia Dalam Organisasi Internasional: Mulai Dari PBB Hingga Gerakan Non Blok

Peran Indonesia Dalam Organisasi Internasional: Mulai Dari PBB Hingga Gerakan Non Blok

Peran Indonesia Dalam Organisasi Internasional: Mulai Dari PBB Hingga Gerakan Non Blok – HobbyMiliter.com – Sebagai sebuah negara berdaulat, Indonesia memiliki peran aktif dalam hubungan internasional antar negara di dunia. Hal ini sesuai dengan prinsip Indonesia sebagai negara yang bebas aktif. Bebas aktif artinya Indonesia bebas berhubungan diplomasi dengan negara manapun tanpa terikat dengan blok blok khusus dan aktif dalam upaya memelihara perdamaian dunia, sesuai amanat Undang Undang Dasar 1945. Artikel ini bakal membahas topik seputar peran Indonesia dalam organisasi internasional dalam berbagai bidang. Entah itu bidang sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun bidang lainnya.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)

Perserikatan Bangsa-bangsa dibentuk pada tanggal 24 Oktober 1945 dan bermarkas di New York, Jenewa, Swiss, Wina, Austria, dan beberapa kota lainnya. Bahasa resmi yang dipakai di PBB antara lain adalah Inggris, Mandarin, Perancis, Rusia, Spanyol, serta Arab. Sebagai organisasi internasional terbesar, PBB hingga kini beranggotakan 193 negara.

lambang logo PBB
Perserikatan Bangsa Bangsa

Indonesia bergabung menjadi anggotanya yang ke-60 pada tanggal 28 September 1950 dan sempat keluar tanggal 7 Januari 1965 sebagai bentuk protes atas penerimaan Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. namun pada tanggal 28 September 1966 Indonesia kembali bergabung dengan PBB hingga saat ini.

Sementara beberapa peran Indonesia dalam organisasi internasional satu ini adalah:

  • Berhasil masuk ke dalam struktur PBB dan juga menjabat menjadi Dewan Tetap.
  • Pengiriman Pasukan Garuda atau Kontingen Garuda yang disingkat KONGA ke berbagai wilayah yang mengalami konflik sebagai bentuk kontribusi demi terciptanya perdamaian dunia.
  • Pemberian bantuan pangan ke Ethiopia yang dilanda ancaman bahaya kelaparan tahun 1985 yang disampaikan saat peringatan ulang tahun FAO ke-40.
  • Terpilih sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia hingga dua kali dimana kali pertama tahun 2006 dan kali kedua pada periode 2007 hingga 2010.
  • Terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dimana kali pertama pada periode 1974 hingga 1975 dan kali kedua pada periode 1995 hingga 1996, sementara kali ketiga pada periode 2007 hingga 2009.
  • Tidak pernah absen menempatkan Wakil Tetap Republik Indonesia di PBB sejak aktif menjadi anggota.
  • Pencapaian prestasi di Komisi Hukum Internasional PBB atau International Law Commission yang disingkat ILC saat beberapa tokoh Indonesia terpilih menjadi anggota ILC, seperti:
    • Mantan Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja terpilih sebagai anggota ILC buat periode 1992 hingga 2001.
    • Duta Besar Nugroho Wisnumurti buat periode 2007 hingga 2011.

Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Organisasi Kerjasama Islam atau OKI sebelumnya dikenal dengan nama Organisasi Konferensi Islam yang beranggotakan 57 negara. Didirikan saat pertemuan para pemimpin dunia Islam di Rabat, Maroko pada tanggal 25 September 1969.

lambang logo OKI
Organisasi Konferensi Islam

Alasan di balik pembentukan organisasi internasional ini antara lain adalah sebagai bentuk reaksi atas pembakaran Masjid Al Aqsa tanggal 21 Agustus 1969 oleh pengikut fanatik Yahudi dan Kristen di Yerusalem. Perubahan nama menjadi Organisasi Kerjasama Islam dari Organisasi Konferensi Islam dilakukan tanggal 28 Juni 2011.

Peran Indonesia dalam organisasi internasional Islam ini antara lain adalah sebagai berikut:

  • Sebagai Ketua Committee of Six, Indonesia menerima mandat menjadi fasilitator perundingan damai antara Moro National Liberation Front atau MNLF dengan pemerintah Filipina di tahun 1993 yang menghasilkan Peace Agreement di tahun 1996.
  • Meminta Sekretariat OKI dan juga Islamic Development Bank buat menggerakkan daya lain sebagai upaya pelaksanaan OIC Strategic Health Programme of Action.
  • Mendukung pelaksanaan OIC’s Ten Year Plan of Action di Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT pertama OKI yang diadakan di Senegal.
  • Meminta negara Islam lainnya agar memberi perhatian serta bekerja sama mencari jalan keluar atau solusi terhadap konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel.
BACA JUGA :  Korsel: Peluncuran Roket Satelit Korut Minggu Lalu Berjarak Lebih Jauh

Asia Pacific Economic Cooperation (APEC)

Asia Pacific Economic Cooperation atau biasa disingkat APEC merupakan forum kerja sama ekonomi 22 negara yang tersebar di wilayah Asia dan lingkar Samudera Pasifik dan didirikan bulan Januari 1989.

lambang logo APEC
Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC)

Alasan terbentuknya APEC adalah sebagai bentuk respons beberapa negara di wilayah Asia Pasifik atas dominasi Jepang di bidang ekonomi wilayah ini. Setiap anggota APEC disebut Ekonomi, soalnya mereka saling berinteraksi sebagai entitas ekonomi bukan sebagai negara.

Beberapa peran Indonesia dalam organisasi internasional bidang ekonomi ini antara lain adalah sebagai berikut:

  • Menjabat sebagai Ketua APEC tahun 1994 dimana semasa kepemimpinan tersebut, Indonesia berhasil mengeluarkan Bogor Declaration dan juga Bogor Goals.
  • Terpilih menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT APEC tanggal 15 November 1994 yang dihadiri 18 pemimpin negara anggota APEC..
  • Mendorong terbentuknya Economic and Technical Cooperation atau ECOTECH saat KTT APEC tanggal 15 November 1994 yang merupakan salah satu pilar utama pembangunan ekonomi terkait konteks APEC. Dengan begitu diharapkan pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik tercipta secara berkelanjutan dan merata agar kesenjangan ekonomi diantara negara anggota APEC berkurang. Salah satunya adalah dengan membangun kapasitas sumber daya manusia dan institusi negara anggota.
  • Terpilih menjadi ketua sekaligus tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ke-21 APEC yang bertema Resilient Asia Pacific, Engine of Global Growth. KTT APEC ke-21 tersebut diselenggarakan pada tanggal 1 hingga 8 Oktober 2013 di Bali.

Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)

Association of Southeast Asian Nations atau disingkat ASEAN didirikan berdasar pada Deklarasi Bangkok tanggal 8 Agustus 1967 dan merupakan organisasi yang bergerak di bidang geo-politik dan ekonomi bagi negara di kawasan Asia Tenggara. Hingga kini ASEAN beranggotakan 10 negara yang tersebar di kawasan Asia Tenggara.

lambang logo ASEAN
ASEAN

Sebagai salah satu negara pelopor pendiri ASEAN bersama Thailand, Filipina, Singapura serta Malaysia, peran Indonesia dalam organisasi internasional satu ini adalah sebagai berikut:

  • Menjadi penengah konflik yang terjadi antara Kamboja dan Vietnam di tahun 1987 yang menghasilkan kesepakatan perjanjian damai dalam Konferensi Paris di tahun 1991.
  • Terpilih menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN di berbagai kesempatan, seperti:
    • KTT ASEAN ke-1 yang diselenggarakan tanggal 23 hingga 24 Februari 1976 di Bali yang menghasilkan kesepakatan pembentukan sekretariat ASEAN yang berpusat di Jakarta dengan H. R. Dharsono menjabat sebagai Sekretaris Jenderal pertama.
    • KTT ASEAN ke-9 yang diselenggarakan tanggal 7 hingga 8 Oktober 2003 dimana Indonesia mengusulkan pembentukan ASEAN Community dengan cakupan bidang sosial, ekonomi, budaya, serta keamanan.
    • KTT ASEAN ke-18 yang diselenggarakan tanggal 4 hingga 8 Mei 2011.
    • KTT ASEAN ke-19 yang diselenggarakan tanggal 17 hingga 19 November 2011 di Bali. Hasil dari KTT ini adalah kesepakatan mengenai kawasan bebas dari senjata nuklir pada daerah Asia Tenggara / dikenal dengan Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone yang disingkat SEANWFZ.
BACA JUGA :  Australia Pertimbangkan Patroli Maritim Gabungan Bersama Indonesia

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau disingkat UNESCO merupakan badan khusus yang dibentuk PBB demi mendukung tercapainya perdamaian dan juga keamanan melalui pendidikan, ilmu pengetahuan serta budaya. UNESCO dibentuk tanggal 16 November 1945 berdasar Konstitusi UNESCO yang didapat dari hasil Sidang Umum UNESCO ke-1.

Indonesia bergabung menjadi anggota UNESCO tanggal 27 Mei 1950 dengan peran sebagai berikut:

  • Terpilih sebagai anggota Badan Eksekutif UNESCO periode 2017 hingga 2021.
  • Berhasil mengatasi kesulitan finansial yang dialami UNESCO yang terjadi sebagai akibat penghentian pembayaran kontribusi Amerika Serikat terkait penerimaan Palestina sebagai anggota UNESCO. Kesulitan finansial tersebut berhasil diatasi lewat program IFIT atau Indonesia Funds-In-Trust.

Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)

OPEC didirikan di Baghdad, Irak pada tanggal 14 September 1961 oleh lima negara pendiri, yaitu Iran, Irak, Arab Saudi, Kuwait, serta Venezuela dan merupakan organisasi yang bertujuan menegosiasikan berbagai masalah terkait produksi, harga serta hak konsesi minyak bumi dengan perusahaan-perusahaan minyak.

Indonesia sebagai negara penghasil minyak bumi, bergabung juga dalam OPEC. Akan tetapi keluar pada tanggal 30 November 2016 sebagai akibat kebijakan OPEC menurunkan produksi minyak Indonesia. Walaupun sudah keluar dari OPEC, Indonesia yang dulu merupakan satu-satunya negara anggota OPEC dari Asia tetap menjalin hubungan yang baik dengan negara anggota OPEC lainnya.

Saat bergabung dengan OPEC, peran Indonesia dalam organisasi internasional satu ini adalah:

  • Menyeimbangkan kepentingan OPEC.
  • Pihak penengah berbagai konflik yang terjadi diantara negara-negara anggota OPEC selama periode 1988 hingga 1994.
  • Pihak mediator antara negara produsen dan negara konsumen selama periode 1988 hingga 1994.

Melanesian Spearhead Group (MSG)

Indonesia diterima sebagai Observer di Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT MSG ke-18 yang diadakan di Fiji dan menjadi anggota rekan di bulan Juni 2015. Peran Indonesia dalam organisasi internasional ini adalah:

  • Menjalin kerjasama di bidang ekonomi dan teknik.
  • Melaksanakan program capacity building.
  • Memberikan bantuan teknis lain.
  • Berkomitmen memberi kontribusi terhadap pengembangan MSG Regional Police Academy.

New Asian African Strategic Partnership (NAASP)

NAASP dibentuk saat Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika diadakan pada tanggal 22 hingga 23 April 2005 di Jakarta. NAASP atau Kerjasama Kemitraan Strategis Baru Asia-Afrika merupakan manifestasi pembentukan jembatan intrakawasan dengan memegang komitmen kemitraan strategis baru antara Asia dan Afrika. Manifestasi tersebut mencakup tiga pilar kerjasama, yaitu kerjasama ekonomi, solidaritas politik serta hubungan sosial budaya yang meliputi mekanisme interaksi antar pemerintah, organisasi regional maupun subregional, dan juga antar masyarakat.

Peran Indonesia dalam organisasi internasional ini adalah:

  • Terpilih menjadi tuan rumah NAASP Ministerial Conference on Capacity Building for Palestine yang diselenggarakan tanggal 14 hingga 15 Juli 2008 di Jakarta dan dihadiri 218 peserta dari 56 negara dan 3 organisasi internasional. Hasil pertemuan adalah NAASP sepakat memberi bantuan program pembangunan kapasitas buat 10.000 warga Palestina dalam kurun waktu 5 tahun yaitu 2008 hingga 2013.
  • Berkomitmen menyediakan pelatihan buat 1.000 warga Palestina sebagai bentuk partisipasi proyek kesepakatan pertemuan NAASP tanggal 14 hingga 15 Juli 2008.
  • Terpilih menjadi Ketua Bersama atau Co-Chairs NAASP bersama dengan Afrika Selatan dan berperan aktif mengemban tugas mengembangkan NAASP.
  • Berhasil melaksanakan 26 program di bawah rerangka kerja sama NAASP selama periode 2006 hingga 2011, seperti:
    • NAASP-UNEP Workshop on Environmental Law and Policy pada tahun 2006.
    • Asian African Forum on Genetic Resources, Traditional Knowledge and Folklore di tahun 2007.
    • Apprenticeship Program for Mozambican Farmers di tahun 2010.
BACA JUGA :  6 Bukti Peran Indonesia Dalam Perdamaian Dunia

Group of Twenty (G-20)

G-20 dibentuk pada tahun 1999 dan merupakan forum beranggotakan 19 negara dengan tingkat perekonomian terbesar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Negara-negara anggota G-20 diantaranya adalah Inggris, Amerika Serikat, Australia, Brazil, Canada, Tiongkok, Argentina, Perancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Korea, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, dan Indonesia. Pertemuan pertama kali G-20 diselenggarakan di Berlin, Jerman pada tanggal 15 hingga 16 Desember.

Peran Indonesia dalam organisasi internasional ini adalah:

  • Mengusulkan pembentukan global expenditure support fund.
  • Menghindari pembahasan exit strategy paket stimulus fiskal yang bisa merugikan negara berkembang.
  • Mendorong pencapaian konsensus selaku bridge builder.
  • Berperan aktif mengatasi berbagai permasalahan ekonomi global di G-20.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

MEA yang dikenal dengan nama resmi ASEAN Economic Community didirikan pada tahun 2015 dan merupakan integrasi ekonomi negara-negara ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas di ASEAN.

Tujuan MEA sendiri adalah menjadikan negara anggotanya sebagai kawasan dengan daya saing tinggi di bidang ekonomi, tentu dengan tetap diatur dalam peraturan kompetisi ekonomi seperti perlindungan konsumen, perpajakan, dan lainnya.

Selain itu MEA juga meningkatkan peran ASEAN di dalam jaringan produksi global, serta menciptakan lapangan kerja bebas, jasa, tenaga kerja terlatih, serta aliran investasi yang besar.

Peran Indonesia dalam organisasi internasional satu ini adalah:

  • Menciptakan lahan baru buat para investor dan pelaku bisnis dari negara anggota MEA lain.
  • Menyediakan jalur perdagangan internasional yang menghubungkan Samudera Hindia dan Pasifik.
  • Membuka kawasan bebas perdagangan di Pulau Batam dan Sabang.
  • Menyediakan bahasa tambahan, yaitu Bahasa Indonesia yang bisa mengantarkan kerjasama MEA.
  • Bekerjasama dalam sektor perikanan, produk berbasis agro, produk berbasis kayu, otomotif, serta bebas tenaga kerja terampil buat perawatan kesehatan, dan lainnya.
  • Meningkatkan daya saing dengan negara lain.

Gerakan Non Blok (GNB)

GNB dibentuk pada tahun 1961 atas dasar kesepakatan para pemimpin Asia dan Afrika yang tidak ingin beraliansi dengan negara-negara berkekuatan besar yang terlibat Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur.

Hingga kini GNB sudah memiliki anggota 120 negara, termasuk Indonesia di dalamnya. Cita-cita GNB adalah agar perdamaian dunia tercipta.

Peran Indonesia dalam organisasi internasional ini adalah:

  • Sebagai salah satu negara pelopor pembentukan GNB di tahun 1961.
  • Terpilih menjadi Ketua GNB dalam Konferensi Negara-negara Non Blok yang diselenggarakan tahun 1992 di Jakarta.

Itulah beberapa peran Indonesia dalam organisasi internasional. Semoga kedepannya terus terjalin dengan baik dan kestabilan ekonomi serta perdamaian dunia bisa tercapai.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua