Wednesday, June 29, 2022
HomeBlog MiliterReferensiPeran Indonesia Dalam Organisasi Internasional: Mulai Dari PBB Hingga Gerakan Non Blok

Peran Indonesia Dalam Organisasi Internasional: Mulai Dari PBB Hingga Gerakan Non Blok

Peran Indonesia Dalam Organisasi Internasional: Mulai Dari PBB Hingga Gerakan Non Blok – HobbyMiliter.com – Sebagai sebuah negara berdaulat, Indonesia memiliki peran aktif dalam hubungan internasional antar negara di dunia. Hal ini sesuai dengan prinsip Indonesia sebagai negara yang bebas aktif. Bebas aktif artinya Indonesia bebas berhubungan diplomasi dengan negara manapun tanpa terikat dengan blok blok khusus dan aktif dalam upaya memelihara perdamaian dunia, sesuai amanat Undang Undang Dasar 1945. Artikel ini bakal membahas topik seputar peran Indonesia dalam organisasi internasional dalam berbagai bidang. Entah itu bidang sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun bidang lainnya.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)

Perserikatan Bangsa-bangsa dibentuk pada tanggal 24 Oktober 1945 dan bermarkas di New York, Jenewa, Swiss, Wina, Austria, dan beberapa kota lainnya. Bahasa resmi yang dipakai di PBB antara lain adalah Inggris, Mandarin, Perancis, Rusia, Spanyol, serta Arab. Sebagai organisasi internasional terbesar, PBB hingga kini beranggotakan 193 negara.

lambang logo PBB
Perserikatan Bangsa Bangsa

Indonesia bergabung menjadi anggotanya yang ke-60 pada tanggal 28 September 1950 dan sempat keluar tanggal 7 Januari 1965 sebagai bentuk protes atas penerimaan Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. namun pada tanggal 28 September 1966 Indonesia kembali bergabung dengan PBB hingga saat ini.

BACA JUGA :  AS dan Korsel Terapkan Sanksi Ekonomi Baru Bagi Korut

Sementara beberapa peran Indonesia dalam organisasi internasional satu ini adalah:

  • Berhasil masuk ke dalam struktur PBB dan juga menjabat menjadi Dewan Tetap.
  • Pengiriman Pasukan Garuda atau Kontingen Garuda yang disingkat KONGA ke berbagai wilayah yang mengalami konflik sebagai bentuk kontribusi demi terciptanya perdamaian dunia.
  • Pemberian bantuan pangan ke Ethiopia yang dilanda ancaman bahaya kelaparan tahun 1985 yang disampaikan saat peringatan ulang tahun FAO ke-40.
  • Terpilih sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia hingga dua kali dimana kali pertama tahun 2006 dan kali kedua pada periode 2007 hingga 2010.
  • Terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dimana kali pertama pada periode 1974 hingga 1975 dan kali kedua pada periode 1995 hingga 1996, sementara kali ketiga pada periode 2007 hingga 2009.
  • Tidak pernah absen menempatkan Wakil Tetap Republik Indonesia di PBB sejak aktif menjadi anggota.
  • Pencapaian prestasi di Komisi Hukum Internasional PBB atau International Law Commission yang disingkat ILC saat beberapa tokoh Indonesia terpilih menjadi anggota ILC, seperti:
    • Mantan Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja terpilih sebagai anggota ILC buat periode 1992 hingga 2001.
    • Duta Besar Nugroho Wisnumurti buat periode 2007 hingga 2011.
BACA JUGA :  Sejarah Axis Power Pada Perang Dunia 2

Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Organisasi Kerjasama Islam atau OKI sebelumnya dikenal dengan nama Organisasi Konferensi Islam yang beranggotakan 57 negara. Didirikan saat pertemuan para pemimpin dunia Islam di Rabat, Maroko pada tanggal 25 September 1969.

lambang logo OKI
Organisasi Konferensi Islam

Alasan di balik pembentukan organisasi internasional ini antara lain adalah sebagai bentuk reaksi atas pembakaran Masjid Al Aqsa tanggal 21 Agustus 1969 oleh pengikut fanatik Yahudi dan Kristen di Yerusalem. Perubahan nama menjadi Organisasi Kerjasama Islam dari Organisasi Konferensi Islam dilakukan tanggal 28 Juni 2011.

BACA JUGA :  4 Prinsip Serta 3 Landasan Politik Luar Negeri Indonesia

Peran Indonesia dalam organisasi internasional Islam ini antara lain adalah sebagai berikut:

  • Sebagai Ketua Committee of Six, Indonesia menerima mandat menjadi fasilitator perundingan damai antara Moro National Liberation Front atau MNLF dengan pemerintah Filipina di tahun 1993 yang menghasilkan Peace Agreement di tahun 1996.
  • Meminta Sekretariat OKI dan juga Islamic Development Bank buat menggerakkan daya lain sebagai upaya pelaksanaan OIC Strategic Health Programme of Action.
  • Mendukung pelaksanaan OIC’s Ten Year Plan of Action di Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT pertama OKI yang diadakan di Senegal.
  • Meminta negara Islam lainnya agar memberi perhatian serta bekerja sama mencari jalan keluar atau solusi terhadap konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel.

Asia Pacific Economic Cooperation (APEC)

Asia Pacific Economic Cooperation atau biasa disingkat APEC merupakan forum kerja sama ekonomi 22 negara yang tersebar di wilayah Asia dan lingkar Samudera Pasifik dan didirikan bulan Januari 1989.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

85-as-persiapkan-sistem-roket-himars-untuk-perebutan-kota-mosul-dan-raqqa

AS Persiapkan Roket Truk HIMARS Untuk Operasi Perebutan Mosul dan Raqqa

0
Hobbymiliter.com - Amerika Serikat kini bersiap untuk mengandalkan M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) untuk melawan keberadaan kelompok teroris Daesh (ISIS) di Suriah...

Recent Comments