Tuesday, June 28, 2022
HomeBlog MiliterSejarahSejarah Latar Belakang Pemberontakan PKI Madiun 1948: Penyebab, Tujuan Serta Gagasan Utamanya

Sejarah Latar Belakang Pemberontakan PKI Madiun 1948: Penyebab, Tujuan Serta Gagasan Utamanya

Sejarah Latar Belakang Pemberontakan PKI Madiun 1948: Penyebab, Tujuan Serta Gagasan Utamanya – HobbyMiliter.com – Banyak pemberontakan terjadi setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, salah satunya yang bakal dibahas di artikel ini adalah sejarah latar belakang pemberontakan PKI Madiun 1948.

Partai Komunis Indonesia atau disingkat PKI terbentuk sebagai akibat penandatanganan dan pengesahan perjanjian Renville yang sangat tidak menguntungkan Indonesia. 

Sejarah Latar Belakang Pemberontakan PKI Madiun 1948

Peristiwa diawali dengan aksi saling culik menculik dan pembunuhan keji tanpa kejelasan siapa pihak yang pertama kali memulainya. Korban pun berjatuhan, mulai dari pemimpin agama, perwira TNI, perwira polisi, dan juga anggota ponpres di Madiun.

Selanjutnya pada tanggal 10 September 1948, massa pengikut PKI di daerah Ngawi mencegat serta menghadang RM Suryo yang memakai mobil Gubernur Jawa Timur RM Ario Soerjo beserta 2 mobil pengawal polisi. Ketiganya dibunuh dan kemudian mayat mereka dibuang ke hutan.

BACA JUGA :  Foto Kemerdekaan: Foto-Foto Perjuangan Perang Kemerdekaan 1945 - 1949

Aksi penculikan dan pembunuhan keji pun terus berlanjut dan semakin banyak korban berjatuhan. Bahkan dari golongan kiri sendiri pun juga jatuh korban yang diculik serta dibunuh, yaitu dr. Muwardi. Alasan inilah yang menyebabkan ketidakjelasan pihak mana yang memulai aksi kekejaman ini hingga mereka saling menuduh satu sama lain.

Kol. Marhadi yang juga menjadi korban mengakibatkan munculnya tuduhan bahwa para pejabat dan petinggi pemerintahan Republik Indonesia saat itulah yang memulai aksi tersebut. Bahkan Wakil Presiden Bung Hatta juga dituduh bekerja sama dengan Amerika buat memusnahkan Partai Komunis Indonesia. Tuduhan tersebut sealur dengan pernyataan Domino Theory yang dipaparkan Presiden Amerika Serikat saat itu, Harry S. Truman.

Truman mati-matian berusaha membasmi serta memerangi gerakan komunis di seluruh dunia, karena menurutnya negara dengan pemerintahan atau otoritas komunis bakal mempengaruhi negara yang berhubungannya biar jatuh ke pemerintahan komunis juga, mirip dengan efek permainan domino.

BACA JUGA :  Bom Panci, Namanya Tak Seimut Hasil Ledakannya

Pada tanggal 18 September 1948 isu terbentuknya pemerintahan Front Nasional Daerah atau FND bagi keresidenan di Madiun oleh Sumarmo disiarkan di radio walau isu tersebut kemudian dibantah oleh Sumarmo.

Pembentukan FND adalah sebagai bentuk perlawanan terhadap ancaman yang disebarkan ke pemerintahan pusat Republik Indonesia. Karena itulah PKI mengusulkan pembentukan Front Demokratik Rakyat atau FDR serta negara Soviet Republik Indonesia tanggal 18 September 1948 oleh pemimpin PKI, Muso.

Gerakan itu didukung Menteri Pertahanan Indonesia saat itu, Amir Syarifuddin dan mengakibatkan Presiden Soekarno menyatakan pidato terbuka di radio yang menyuruh rakyat Indonesia buat memilih dirinya atau Muso.

Akibat semua itu muncullah penetapan mosi tidak percaya terhadap kabinet Amir Syarifudin di Januari 1948 hingga Amir terpaksa pindah menjadi partai oposisi. Tanggal 26 Februari 1948, partai oposisi Amir kian kuat disertai penggabungan Partai Sosialis Indonesia atau PSI, Pemuda Sosialis Indonesia atau Pesindo, serta banyaknya kelompok kiri dari Patuk Jawa Tengah yang terdiri dari pasukan militer serta masyarakat sipil bernama Kelompok Diskusi Patuk.

BACA JUGA :  Hawk Mk. 53 Skadron Udara 15 TNI AU

Penyebab Terjadinya Pemberontakan PKI Madiun 1948

Diawali dengan pidato Presiden Soekarno, pemberontakan tak terelakkan lagi hingga memicu konflik bersenjata. Peristiwa berdarah ini dikenal dengan peristiwa Madiun atau Madiun Affairs, dan di masa Orde Baru dinyatakan sebagai pemberontakan PKI.

Berikut beberapa penyebab terjadinya pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948 lalu.

Perjanjian Renville

Perjanjian antara Indonesia yang diwakili Amir Syariffudin dan Belanda ini dianggap menguntungkan pihak Belanda dan membuat status Indonesia menjadi makin tidak jelas. Karena itulah banyak petinggi dan juga rakyat yang menyalahkan Amir.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

WC 1

Boeing WC-135: Pesawat Pelacak Radiasi Nuklir

0
HobbyMiliter.com – Boeing WC-135: Pesawat Pelacak Radiasi Nuklir. Pada Jumat 24 Maret 2017 yang lalu, Bandara Sultan Iskandar Muda, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) kedatangan...

Recent Comments