Monday, March 4, 2024
HomeBlog MiliterTeknologi Anti Rudal Untuk Pesawat Sipil

Teknologi Anti Rudal Untuk Pesawat Sipil

Bersama American Airlines Maintenance and Engineering Services, BAE systems mengujicobakan JetEye. American Airlines menyediakan pesawat B767 sebagai fasilitas penguji. Sebagai uji coba, tahun 2006 BAE memasang JetEye pada Boeing B767 yang tidak digunakan secara komersil.

Januari lalu, BAE System dari inggris memenangi kontrak senilai 29 juta dollar AS dari DHS untuk menguji-coba JetEye pada pesawat penumpang. Alat antirudal akan dipasang pada perut pesawat B767-200 yang terbang operasional. Tetapi bukan penerbangan reguler berpenumpang.

Bersamaan dengan itu. American Airlines mengumumkan pihaknya akan memasang teknologi antirudal pada tiga pesawatnya. Langkah ini merupakan tahap terkini untuk menguji teknologi tersebut. Tes yang dilakukan akan mengetes sejauh mana sistem antirudal bertahan dalam penerbangan sulit.

BACA JUGA :  Battle Proven Su-34, Rusia Future Best Seller

Selain menguji efektifitas sistem antirudal yang dikembangkan, American Airlines
juga mengumpulkan berbagai informasi penting. Antara lain untuk mengetahui seberapa jauh perangkat antirudal berpengaruh pada konsumsi bahan bakar. Faktor ini penting karena akan mempengaruhi biaya operasional airline.

Dengan harga per unit JetEye yang mencapai 1 juta dollar AS, JetEye ibaratnya polis asuransi mahal. Kecil kemungkinannya bagi kebanyakan airline untuk memasang perangkat semahal JetEye. Belum lagi kemungkinan meningkatnya hambatan akibat tambahan bobot perangkat yang bisa berdampak pada efisiensi biaya. Airline mungkin baru akan berpikir setelah ancaman serangan rudal terbukti. Dan tentu saja itu sudah terlambat.

BACA JUGA :  Radar LPAR Baru China Siap Awasi Wilayah Jepang
Perbandngan JETEYE vs Guardian.
Perbandngan JETEYE vs Guardian.

Langkah pengujian jelas semakin maju, namun sejumlah pihak masih kurang setuju untuk memasang perangkat anti rudal pada pesawat komersil. Di antaranya beranggapan, pertahanan rudal paling baik adalah dengan mencegah teroris mendapatkan rudal yang bisa menjatuhkan pesawat komersil. Selain itu dengan meningkatkan pengamanan di sekitar bandara.

Di sisi lain, sebagian dari mereka tetap setuju dengan uji coba anti rudal yang dilakukan. Alasannya, untuk lebih memahami teknologi yang bisa jadi dibutuhkan di masa depan. Kongres AS pun menyetujui pendanaan sebatas untuk penelitian. Karena biar bagaimanapun tetap ada kekhawatiran serangan teror rudal pada pesawat komersil.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Scale Model KAAV

Sekilas Modernisasi Alutsista Filipina, Pembelian Kendaraan Tempur Amfibi Dengan Harga Fantastis

0
Filipina, sebuah negara tetangga Indonesia yang dalam konteks pertahanan dan keamanan nya masih berada dibawah negara – negara tetangganya, seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia...

Recent Comments