Saturday, October 24, 2020
Home Blog Militer Referensi Berbagai Sistem Ekonomi Indonesia

Berbagai Sistem Ekonomi Indonesia

Berbagai Sistem Ekonomi Indonesia – HobbyMiliter.com – Sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi berpedoman pada Pancasila, dengan begitu Pancasila bersama Undang-undang Dasar 1945 secara normatif merupakan landasan idiil dari sistem ekonomi Indonesia.

Sistem ekonomi itu sendiri diartikan dalam beberapa pengertian oleh para ahli seperti misalnya Gilarso yang mengartikannya sebagai keseluruhan tata cara mengkoordinasikan perilaku masyarakat entah itu produsen, konsumen, pemerintah, bank dan lainnya dalam menjalankan berbagai kegiatan ekonomi seperti produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya hingga membentuk kesatuan yang teratur dan dinamis serta menghindari kekacauan bidang ekonomi.

Tokoh lainnya yang mengartikan sistem ekonomi adalah McEachern yang mengatakan sistem ekonomi adalah seperangkat institusi serta mekanisme demi menjawab pertanyaan bagaimana, apa serta untuk siapa barang dan jasa itu diproduksi.

Dapat disimpulkan bahwa sistem ekonomi pada dasarnya merupakan suatu cara untuk mengorganisir serta mengatur semua kegiatan ekonomi dalam masyarakat, entah itu oleh pemerintah maupun pihak swasta dengan berdasarkan pada prinsip tertentu demi tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran.

Sementara fungsi sistem ekonomi itu sendiri secara umum adalah sebagai penyedia dorongan berproduksi, sebagai pengatur dalam pembagian hasil produksi dalam masyarakat agar dapat terlaksana sesuai harapan, sebagai sistem yang mengkoordinasi kegiatan individu dalam perekonomian, serta sistem yang menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi jasa dan barang berjalan lancar.

Sistem Ekonomi Indonesia

Sejarah sistem ekonomi Indonesia sejak dulu sering mengalami perubahan akibat pengaruh berbagai faktor, entah itu dari dalam negeri maupun luar negeri. Sistem ekonomi awal yang dianut Indonesia adalah sistem ekonomi liberal dimana kegiatan ekonominya sepenuhnya diserahkan ke masyarakat. Namun akibat pengaruh komunisme dari Partai Komunis Indonesia, sistem ekonomi Indonesia berubah menjadi sistem ekonomi sosialis.

Semasa Orde Baru, sistem ekonomi Indonesia kembali berubah menjadi sistem demokrasi ekonomi yang hanya bertahan sampai masa Reformasi. Sejak masa Reformasi hingga sekarang, sistem ekonomi Indonesia yang masih berlaku adalah sistem ekonomi kerakyatan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Simak penjelasan singkat terkait berbagai sistem ekonomi yang pernah dianut Indonesia seperti disebutkan di atas.

BACA JUGA :  Laksamana US Navy: Tiongkok Berusaha Kuasai Laut Cina Selatan Secara De Facto

Sistem Ekonomi Liberal

Merupakan sistem ekonomi dimana ekonomi yang ada diatur kekuatan pasar, yaitu penawaran dan permintaan. Semua masyarakat diberi kebebasan seutuhnya dalam semua bidang perekonomian untuk mendapat keuntungan yang diinginkan.

Beberapa ciri dari sistem ekonomi liberal ini antara lain adalah:

  • Penerapan sistem persaingan bebas.
  • Adanya kebebasan dalam konsumsi serta kedaulatan konsumen.
  • Peranan pemerintah dalam perekonomian dibatasi.
  • Modal berperan sangat penting dalam perekonomian.

Semua sistem ekonomi yang dianut tentu punya kelebihan maupun kekurangan, demikian juga halnya dengan sistem ekonomi liberal. Kelebihannya antara lain adalah semua masyarakat bebas punya alat produksi sendiri, produksi didasarkan sepenuhnya pada kebutuhan masyarakat, kegiatan ekonomi bisa lebih cepat maju dan berkembang akibat persaingan, serta kualitas barang yang dihasilkan lebih terjamin.

Sementara kekurangan dari sistem ekonomi ini adalah sulit buat memeratakan pendapatan masyarakat, bisa menimbulkan monopoli dan eksploitasi, serta rentan terhadap krisis ekonomi.

Sistem Ekonomi Sosialis

Merupakan sistem ekonomi dimana ekonomi diatur sepenuhnya oleh negara, dengan begitu negara atau dalam hal ini pemerintah pusat bertanggung jawab atas jalannya perekonomian. Sistem ini menghapus kepemilikan pribadi atau perorangan hingga tidak akan muncul kelas dalam masyarakat dan akan menguntungkan semua pihak yang ada.

Adapun ciri yang dimiliki sistem ekonomi Sosialis ini antara lain adalah:

  • Negara menguasai semua sumber daya yang ada.
  • Semua masyarakat merupakan karyawan bagi negara.
  • Hak milik perorangan atau individu tidak diakui.
  • Pemerintah menyusun serta melaksanakan kebijakan perekonomian.
BACA JUGA :  Rudal Anti Pesawat Buk-M3, SAM Terbaru Rusia Segera Digunakan

Kelebihan dari sistem ekonomi ini adalah berbagai kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata, pembangunan dapat dilaksanakan dengan lebih cepat, pemerintah bebas menentukan produksi sesuai kebutuhan masyarakat serta dapat turut campur dalam pembentukan harga.

Sementara beberapa kekurangannya adalah masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam berusaha dan dalam memiliki sumber daya serta tidak bisa mengembangkan kreativitas dan potensi mereka.

Sistem Ekonomi Demokrasi yang Dianut Indonesia

Merupakan sistem ekonomi nasional sebagai perwujudan falsafah Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 yang berasaskan kegotongroyongan dan kekeluargaan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pengawasan serta pimpinan pemerintah.

Pemerintah beserta seluruh rakyat berperan aktif merencanakan, mengarahkan serta membimbing kegiatan perekonomian demi tercapainya kemakmuran bangsa beserta seluruh masyarakat hingga terjalin kerja sama yang saling membantu antara pemerintah, swasta dan juga masyarakat.

Sistem ekonomi demokrasi yang dianut Indonesia ini memiliki ciri positif serta negatif juga, dimana beberapa ciri positifnya adalah:

  • Negara menguasai berbagai cabang produksi yang penting bagi negara serta menguasai hajat hidup orang banyak.
  • Negara menguasai bumi, air serta berbagai kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dan menggunakannya sebesar-besarnya buat kemakmuran seluruh rakyat.
  • Perekonomian di Indonesia disusun sebagai usaha bersama yang didasarkan pada asas kekeluargaan.
  • Warga negara bebas memilih pekerjaan yang diinginkan serta berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  • Hak milik individu atau perorangan diakui namun tidak boleh bertentangan dengan kepentingan bersama atau masyarakat dalam memanfaatkannya.
  • Daya kreasi, potensi serta inisiatif semua warga negara sepenuhnya dikembangkan selama tidak merugikan kepentingan umum.
  • Anak-anak terlantar dan fakir miskin dipelihara oleh negara.

Sementara beberapa ciri negatif sistem ekonomi demokrasi adalah:

  • Bisa terjadi persaingan tidak sehat serta pemusatan kekuatan ekonomi di satu kelompok berupa monopoli yang bisa merugikan rakyat akibat sistem yang bersifat free fight liberalisme yang ditandai dengan adanya persaingan bebas.
  • Sistem bersifat etatisme yaitu sistem dimana negara dan aparatur ekonomi negara bersifat dominan dan bisa mematikan daya kreasi dan potensi berbagai unit ekonomi di luar sektor negara.
BACA JUGA :  Sejarah Kerajaan Islam Pertama Di Indonesia: Kerajaan Perlak

Sistem Ekonomi Kerakyatan

Sistem ekonomi Kerakyatan berlaku sejak tahun 1998 dan dikukuhkan dengan dikeluarkannya Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara atau GBHN.

Rakyat berperan aktif dalam kegiatan ekonomi di sistem ekonomi Indonesia satu ini, pemerintah cuma bertugas menciptakan iklim yang baik buat mendukung pertumbuhan serta perkembangan dunia usaha.

Sistem ekonomi kerakyatan memiliki beberapa ciri sebagai berikut:

  • Sistem ekonomi ini bisa mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan serta berkelanjutan.
  • Sistem ekonomi ini bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan serta berdasarkan pada prinsip persaingan yang sehat.
  • Sistem ekonomi ini menjamin kesempatan yang sama dalam bekerja dan berusaha bagi seluruh masyarakat.
  • Sistem ini melindungi hak konsumen serta perlakuan adil bagi seluruh masyarakat.
  • Sistem ekonomi ini memperhatikan nilai keadilan, pertumbuhan ekonomi, kualitas hidup serta kepentingan sosial.

Sistem Ekonomi Indonesia dalam Undang-undang Dasar 1945

Berikut sistem ekonomi Indonesia berdasarkan Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 setelah Amandemen.

  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan.
  • Negara menguasai berbagai cabang produksi yang penting bagi negara serta menguasai hajat hidup masyarakat.
  • Negara menguasai bumi dan air serta berbagai kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dan menggunakannya demi kemakmuran rakyat.

Demikian uraian singkat mengenai berbagai sistem ekonomi Indonesia sejak awal hingga saat ini yang masih berlaku.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua