Wednesday, February 21, 2024
HomeBlog MiliterSejarahSejarah Peristiwa Perang Ambarawa

Sejarah Peristiwa Perang Ambarawa

Sejarah Peristiwa Perang Ambarawa – HobbyMiliter.com –¬†Perang Ambarawa yang berlangsung dari 20 November 1945 hingga 15 Desember 1945 terjadi di Ambarawa antara pasukan Tentara Keamanan Rakyat atau TKR dan pasukan sekutu atau Inggris.

Ambarawa yang terletak antara Semarang dan Magelang, dan juga di antara Semarang dan Salatiga, merupakan kota militer untuk pemerintah Belanda sejak zaman penjajahan. Salah satu penyebabnya adalah keberadaan Benteng Willem I yang juga dikenal dengan sebutan Benteng Pendem.

Penyebab lainnya adalah keberadaan kamp khusus perempuan dan anak-anak Belanda pada masa penjajahan Jepang, sehingga dengan adanya kamp tawanan perang ini, pastilah akan didatangi oleh pasukan sekutu. Pasukan sekutu yang telah kalah dari Jepang kemudian mendatangi Ambarawa atas nama RAPWI atau Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees.

BACA JUGA :  Konflik Libya: Foto Foto Eks Pangkalan Udara Libya Yang Direbut GNA Dari LNA Haftar

Beberapa tokoh yang terkenal dalam perang Ambarawa antara lain adalah Letkol Isdiman yang gugur saat perang, Kolonel Sudirman selaku pimpinan pasukan Indonesia, M. Sarbini selaku pimpinan TKR Residen dari Magelang serta Brigadir Bethell selaku pimpinan tentara Inggris.

Perang Ambarawa

Latar belakang terjadinya perang Ambarawa dimulai dari kedatangan pasukan Inggris dari Divisi India ke-23 di Semarang tanggal 20 Oktober 1945. Awalnya pemerintah Indonesia menyambut dengan baik kedatangan mereka dan mengizinkan mereka untuk mengurus para tawanan perang di penjara Magelang dan Ambarawa. Hal tersebut dinyatakan dengan tindakan nyata saat Gubernur Jawa Tengah, Mr. Wongsonegoro selaku perwakilan pemerintah Indonesia menyambut kedatangan pasukan Inggris tersebut.

BACA JUGA :  Anggota TNI yang LGBT akan Diberhentikan Secara Tidak Hormat

Pasukan NICA atau Nederlandsch Indie Civil Administratie kemudian menyusul mendarat di Semarang dengan niat merebut kembali kekuasaan. Niat mereka tersebut didasarkan pada anggapan Belanda yang merasa masih punya hak sesuai perjanjian Inggris dan Belanda yang disebut Civil Affairs Agreement tanggal 24 Agustus 2945. Dalam perjanjian tersebut diatur pemindahan kekuasaan di Indonesia dari British Military Administration kepada NICA.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Boeing 737 Surveillance (Airliners.net).

Kisah Boeing 737 Surveillance, Pesawat Intai Maritim TNI AU

1
HobbyMiliter.com - Bicara airborne surveillance radar, tidak usah jauh-jauh. Di negeri ini pun ada barangnya. Masuk kategori top secret dan santer aroma intelijen. Tidak...

Recent Comments