Thursday, June 13, 2024
HomeAlutsistaRadarRadar TRS Ground Master 400 Radar Pertahanan 3D

Radar TRS Ground Master 400 Radar Pertahanan 3D

Radar TRS Ground Master 400 Radar Pertahanan 3D – HobbyMiliter.com – Thales yang berpusat di Perancis dan memiliki 67.000 karyawan tersebar di 56 negara, telah hadir di Indonesia selama 40 tahun dan lebih dari 30 tahun menjadi mitra TNI AU. Thales merupakan perusahaan terdepan di bidang pertahanan dan keamanan (Defence & Security) serta ruang angkasa dan transportasi (Aerospace & Transportation).

Sementara ThalesRaytheonSystems yang didirikan tahun 2001 merupakan perusahaan kerjasama transatlantik antara Thales (Perancis) dan Raytheon (Amerika). Perusahaan yang berpusat di Perancis dan Amerika Serikat ini memiliki spesialisai kemampuan dalam pembuatan sistem pertahanan udara tiga dimensi, sistem kontrol dan komando, radar surveillance, dan radar pertempuran darat. TRS mempekerjakan 1.600 karyawan dan telah menghasilkan produk-produk unggulan yang digunakan oleh banyak negara.

BACA JUGA :  Pesawat Tempur TNI AU, Embraer EMB-314 Super Tucano Jatuh di Malang

THALES dan TRS sebenarnya telah bekerja sebagai mitra TNI AU selama lebih dari 30 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, TRS telah menggelar Sistem Pertahanan Udara di seluruh Indonesia termasuk instalasi 3 sistem Radar Master T pada tahun 2011 dan 2012. Sistem-sistem tersebut digelar oleh TNI AU untuk memperkuat Satuan Radar (Satrad) Kohanudnas, yaitu, Satrad 244 di Merauke, Satrad 245 di Saumlaki dan Satrad 243 di Timika. Radar radar ini mengcover wilayah Indonesia Timur.

Salah dua produk radar yang dimiliki TRS dalam adalah radar pertahanan udara tiga dimensi Ground Master 400 series dan radar pengamatan jarak dekat-menengah GM 200.
Untuk mengembangkan teknologi ini di Indonesia, Thales dan TRS kemudian menggandeng salah satu industri strategis dalam negeri, PT LEN Industri (Persero). Ketiga perusahaan tersebut melakukan kerjasama pemasangan (assembly), integrasi (integration), instalasi (installation), dan pengujian (testing) radar GM 400 serta sistem Komando, Kontrol, Komunikasi, Komputer, dan Intelijen atau C4I ( Command, Control, Communications, Computers and Intelligence) yang menjadi kebutuhan TNI dan TNI AU.

BACA JUGA :  Pesawat Jet Tempur STOVL Harrier, Pesawat Tempur Yang Tak Butuh Landas Pacu

Ground Master 400, yang yang akan dibuat oleh TRS bersama dengan PT LEN sebagai radar andalan pengamatan jarak jauh TNI AU untuk penggelaran sistem Radar GCI kedepannya merupakan radar pertahanan udara digital penuh tiga dimensi (fully digital 3D air defense radar). Radar ini mampu menangkap sasaran – sasaran udara pada jarak 5 hingga 470 km. Radar yang telah dipilih dan digunakan oleh berbagai negara ini menggunakan gelombang S-Band, rotasi enam detik, balok bersusun (Stacked Beam), dan mode Doppler adaptif. Dengan spesifikasi tersebut, GM 400 mampu mendeteksi benda-benda dengan ketinggian sangat rendah berkemampuan manuver tinggi dengan RCS (Radar Cross Section) yang kecil dan area yang penuh clutter sekalipun. Gambar yang dihasilkannya pada ketinggian rendah, menengah dan tinggi pun memiliki kualitas yang sangat baik.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Mengenal Silas Papare, Pahlawan Nasional Yang Namanya Diabadikan Sebagai Nama Kapal Perang RI

Mengenal Silas Papare, Pahlawan Nasional Yang Namanya Diabadikan Sebagai Nama Kapal...

0
Mengenal Silas Papare, Pahlawan Nasional Yang Namanya Diabadikan Sebagai Nama Kapal Perang RI - Hobbymiliter.com – Setelah beberapa bulan terakhir fokus menulis artikel berita...
Lt Col. Reka "Icepack" Budiarsa

Hawk 109 Skadron Udara 12

Recent Comments