Tuesday, June 28, 2022
HomeBerita MiliterBerita Militer IndonesiaKRI Nala-363 Laksanakan Uji Coba Penembakan Kanon 120 Milimeter

KRI Nala-363 Laksanakan Uji Coba Penembakan Kanon 120 Milimeter

KRI Nala-363 Laksanakan Uji Coba Penembakan Kanon 120 Milimeter – HobbyMiliter.com – KRI Nala, salah satu korvet kelas Fatahillah yang bertugas pada jajaran Satuan Kapal Eskorta Komando Armada II TNI Angkatan Laut dikabarkan telah sukses melaksanakan uji coba penembakan sistem senjata meriam utama kaliber 120 milimeter pada hari Selasa, 2 Juli 2019. Sesuai rilis berita dari TNI Angkatan Laut, uji coba penembakan sistem senjata berupa meriam utama kaliber 120 milimeter berhasil dilaksanakan oleh KRI Nala yang memiliki nomor lambung 363 tersebut. Uji coba penembakan sistem senjata meriam utama tersebut dilaksanakan di wilayah perairan Laut Jawa.

Kegiatan uji coba penembakan sistem senjata tersebut disaksikan oleh Panglima Komando Armada II Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto S.Sos, M.Si, yang didampingi Aslog Pangkoarmada II Kolonel Laut (T) I Wayan Maradana, yang juga On board diatas kapal perang jenis Korvet kelas Fatahillah tersebut. Kegiatan uji coba penembakan munisi meriam utama kaliber 120 milimeter ini dilaksanakan dalam rangka persiapan menuju latihan puncak TNI Angkatan Laut yakni Armada Jaya XXXVII / 2019 yang akan dilaksanakan pada bulan Juli 2019.

BACA JUGA :  Bersiap Hadapi PD III, Rusia Pertimbangkan Buka Pangkalan Militer Di Vietnam dan Kuba

Dalam uji coba penembakan senjata meriam utama kaliber 120 milimeter ini, KRI Nala-363 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) I Gede Dharma Yoga melakukan penembakan terhadap sasaran latihan yakni Tomato Killer. Penembakan kali ini juga didukung oleh perangkat radar WM-28 yang dikendalikan dari ruangan Pos Informasi Tempur atau lazim disingkat PIT. Dalam uji coba kali ini penembakan sukses dilakukan oleh pengawak KRI Nala-363 dan sasaran berupa Tomato Killer berhasil Dihancurkan.

Panglima Komando Armada II TNI Angkatan Laut yang menyaksikan langsung kegiatan uji coba penembakan sistem senjata meriam kaliber 120 milimeter tersebut mengapresiasi baik atas keberhasilan penembakan. Namun orang nomor satu di jajaran Koarmada II tersebut tetap mengingatkan agar seluruh prajurit pengawak yang terlibat tidak lekas puas dengan hasil yang diperoleh. Sebaliknya terus tingkatkan profesionalisme sebagai awak KRI.

BACA JUGA :  Indonesia Pesan Kapal Selam KRI Nagapasa 403 Buatan Korea

“Saya menyambut baik keberhasilan ini, tapi saya harap kalian tidak cepat puas dengan hasil tersebut. Tetap tingkatkan profesionalitas kalian sebagai awak KRI Nala, dengan tetap penuh semangat dalam berlatih, dan tentunya selalu perhatikan  prosedur penembakan yang benar  juga keselamatan personel dan material, serta doa untuk mohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT“, ujar Pangkoarmada II.

Kapal perang jenis Korvet kelas Fatahillah sendiri merupakan kapal perang buatan Belanda yang diproduksi pada tahun 1979 dan mulai berdinas di jajaran armada Satuan Kapal Eskorta TNI Angkatan Laut pada tahun 1980. Sebagai kapal ketiga dari kelas Fatahillah, KRI Nala-363 beserta dua kapal kelas Fatahillah yang lainnya yakni KRI Fatahillah-361 dan KRI Malahayati-362 dibekali dengan sistem senjata meriam utama kaliber 120 milimeter. Sistem senjata meriam utama yang dimiliki kapal – kapal dari kelas Fatahillah ini merupakan meriam kapal perang dengan kaliber terbesar yang saat ini dioperasikan oleh TNI Angkatan Laut.

Kristian Prasetyo Lobo
Kristian Prasetyo Lobohttps://www.facebook.com/Achtung.sniper
Just an ordinary person who loves diecast and military related-stuffs. Enjoy my writings as you enjoy your daily delicious food. Wanna put some suggestion? Don't hesitate to comment on my posts or you can sending me message on my facebook profile. ^^

21 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

36-uni-eropa-pakai-senjata-nuklir-rusia-untuk-mencegah-kiamat-asteroid

Uni Eropa Pakai Senjata Nuklir Rusia Untuk Mencegah Kiamat Asteroid

0
Hobbymiliter.com - Sebuah tim ilmuwan Rusia dikontrak dalam program Uni Eropa yang disponsori oleh NEOShield untuk mengembangkan cara menggunakan senjata nuklir demi melindungi planet Bumi...

Recent Comments