Thursday, July 2, 2026
HomeMiliterAlutsistaSatu Tahun Pengabdian KRI Brawijaya-320, Penantian Untuk Pemenuhan Sistem Dan Subsistem

Satu Tahun Pengabdian KRI Brawijaya-320, Penantian Untuk Pemenuhan Sistem Dan Subsistem

Hobbymiliter.com – Satu Tahun Pengabdian KRI Brawijaya-320, Penantian Untuk Pemenuhan Sistem Dan Subsistem. Tepat pada hari ini, 2 Juli 2026, KRI Brawijaya-320 merayakan 1 tahun pengabdian sebagai salah satu kapal perang milik TNI Angkatan Laut. Setahun yang lalu, pada 2 Juli 2025, kapal perang jenis Frigate Multi Purpose Combat Ship-Pattugliatore Polivalente d’Altura atau MPCS-PPA ini resmi berdinas dan masuk kedalam jajaran armada kapal perang milik Angkatan Laut Indonesia.

Dalam memperingati 1 tahun pengabdian KRI Brawijaya-320 ini, banyak capaian yang sudah dicapai oleh kapal perang terbaru milik TNI AL tersebut. Mulai dari menjadi kapal perang jenis Frigate terbesar di kawasan Asia Tenggara, kemudian menjadi kapal perang dengan kaliber meriam utama terbesar di kawasan Asia Tenggara, sampai menjadi kapal perang pertama yang menghadirkan kemampuan pertahanan diri dari ancaman rudal balistik bagi Indonesia secara umum dan TNI Angkatan Laut secara khusus. Selain deretan capaian tersebut, KRI Brawijaya-320 juga telah sukses menghadirkan terobosan dan lompatan jauh (Breakthrough and Quantum Leap) dalam hal pengembangan doktrin pertempuran laut dan teknologi pertahanan di tubuh TNI Angkatan Laut sebagai sebuah institusi militer matra laut.

Sederet pencapaian ini juga didukung dengan beberapa hasil yang membanggakan dari beberapa penugasan KRI Brawijaya-320 dalam masa dinasnya setahun terakhir. Mulai dari menunjukkan kemampuan yang handal dalam rangkaian latihan operasi militer di laut, hingga hadir di perairan Filipina dalam misi pengawalan kepala negara Republik Indonesia yang mengikuti KTT ASEAN di Filipina, tugas-tugas tersebut telah dijalankan dengan baik oleh Komandan beserta seluruh personel pengawak kapal perang buatan Fincantieri, galangan kapal asal Italia itu.

Namun, masih ada beberapa hal yang cukup mengganjal di hati saya terkait dengan sistem dan subsistem yang terpasang di kapal ini. Sebenarnya, sudah cukup lama saya mendiamkan dan menahan kegusaran saya tentang hal ini. Namun, setelah setahun penuh berdinas, dan nampaknya belum muncul juga informasi dan keputusan yang pasti akan nasib pemenuhan sistem dan subsistem kapal perang canggih ini, saya rasa saya perlu untuk sedikit bersuara dan mempertanyakan…

Kapan kapal ini bisa dilengkapi dengan sistem senjata serta subsistem yang lain yang dibutuhkan untuk mencapai potensi kemampuan maksimalnya?

Ada beberapa item yang menurut saya penting untuk segera dilakukan pengadaannya guna melengkapi dan memenuhi kebutuhan operasional kapal perang ini. Yang pertama dan utama menurut saya adalah pemenuhan kebutuhan peluru kendali/rudal anti serangan udara berbasis Vertical Launch untuk mengisi Cell atau tabung peluncur rudal yang ada pada sistem peluncuran rudal vertikal atau Vertical Launch System/VLS di kapal-kapal MPCS kelas Brawijaya. Kapal-kapal MPCS kelas Brawijaya dilengkapi dengan sistem VLS Sylver A50 besutan perusahaan Prancis yakni DCNS (kini Naval Group). Sampai saat ini, Cells atau tabung-tabung peluncur rudal yang ada pada perangkat VLS Sylver A50 yang terpasang pada KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 masih belum terisi rudal.

Satu Tahun Pengabdian KRI Brawijaya-320, Penantian Untuk Pemenuhan Sistem Dan Subsistem. Meriam Utama Dan Sel-Sel Sistem Peluncur Rudal (VLS) Sylver A50 Pada KRI Brawijaya-320.
Sumber : Dok. Pribadi Kristian Lobo, Spesial Untuk HobbyMiliter.

Sistem VLS Sylver A50 dapat diisi dengan rudal Permukaan-ke-Udara atau Surface-to-Air Missile (SAM) jenis Aster-15 dan Aster-30. Perlu di ingat, jika hari ini Kementerian Pertahanan RI menandatangani kontrak pembelian rudal pertahanan udara jenis Aster tersebut, MBDA selaku perusahaan produsen rudal tersebut baru dapat mengirimkan pesanan kita dalam 3 hingga 5 tahun sejak penandatanganan kontrak pembelian. Hal ini disebabkan menumpuknya pesanan rudal pertahanan udara jenis Aster ini akibat beberapa negara Eropa yang menjadi pengguna sistem rudal ini memberikan rudal-rudal Aster ke Ukraina sebagai bantuan peralatan militer guna menghadapi serangan udara dari militer Russia.

Lantas mengapa sampai sekarang kita belum melakukan pengadaan rudal Aster, sementara antrian atau backlog produksi MBDA bisa jadi semakin panjang???

Di satu sisi, jika Kemhan dan TNI Angkatan Laut memang benar-benar serius mengejar kepemilikan atas kemampuan pertahanan diri dari ancaman rudal balistik, sudah sewajarnya Kemhan dan TNI AL mengupayakan semaksimal mungkin agar pengadaan rudal-rudal SAM Aster-30 Block 1NT yang memang capable untuk menghadang ancaman berupa rudal balistik bisa segera berjalan prosesnya. Ingat, konsumen dari produk rudal SAM Aster ini tidak hanya Indonesia, lho. Ada berbagai negara yang juga mengakuisisi rudal-rudal Aster ini. Semakin kita menunda-nunda pengadaan rudal-rudal SAM jenis Aster-30 Block 1NT ini, maka semakin panjang juga antrian dan semakin lama pula kita bisa memiliki kapabilitas Ballistic Missile Defense atau BMD yang kita idam-idamkan itu.

Untuk item kedua yang juga saya tunggu keputusan pasti nya adalah sistem peralatan deteksi bawah air yakni Sonar berbasis Antena Tarik atau Towed Array Sonar atau lebih sering disingkat TAS. Pada konfigurasi Light+, kapal-kapal MPCS PPA memang tidak dipasangi perangkat ini, hanya saja, mounting atau dudukan untuk perangkat-perangkat ini sudah ada dan siap digunakan. Jika kita informasi publik yang tersedia di WikiPedia, disebutkan ada beberapa sistem Sonar yang bisa dipasang di kapal-kapal MPCS PPA ini. Yang saya tunggu soal sistem deteksi bawah air berbasis Sonar ini adalah jawaban atas pertanyaan berikut:

Apakah kapal-kapal kelas Brawijaya ini akan dilengkapi juga dengan peralatan TAS seperti misalnya Leonardo ATAS/Active Towed Array Sonar atau Leonardo Black Snake anti torpedo Towed Array Sonar? Jika iya, kapan?

Jika memang akhirnya kita (lagi-lagi) terbentur dengan kendala dari sisi penyediaan anggaran, menurut hemat saya, minimal, Kemhan dan TNI AL harus bisa mengakuisisi salah satu dari dua sistem tersebut pada upaya pemenuhan sistem dan subsistem untuk kapal-kapal kelas Brawijaya ini secara bertahap.

Kemudian untuk item ketiga dan keempat, yakni sistem peluncur torpedo 3 tabung WASS B-515/3 yang nantinya didesain untuk dapat menembakkan torpedo A244/S Mod 4 (Black Arrow). Sampai saat ini, saya belum mendengar adanya keputusan resmi dari Kemhan RI dan TNI Angkatan Laut terkait pengadaan sistem peluncur torpedo ini dan munisi torpedo Black Arrow tersebut. Dalam pandangan saya, agak disayangkan ketika kapal-kapal kelas Brawijaya ini tidak kunjung dilengkapi dengan sistem Sonar dan Launcher serta munisi torpedo seperti saya sebut di atas. Pemenuhan kebutuhan sistem deteksi ancaman bawah air dan juga sistem peluncur torpedo serta munisi torpedo yang dapat digunakan untuk melawan ancaman dari bawah air menjadi suatu kewajiban yang tidak terbantahkan dan dalam hemat saya harus segera di inisiasi proses pengadaannya.

Lalu, bagaimana dengan perangkat sistem senjata lain seperti Anti Ship Missile atau AShM??

Khusus untuk persenjataan seperti rudal anti kapal atau Anti Ship Missile (AShM), saya tidak akan membahas dan mempertanyakan terlalu jauh. Mengapa? Jawabannya adalah karena hingga saat ini pun, rudal yang seharusnya dipasang di kapal-kapal MPCS PPA bahkan milik Angkatan Laut Italia sekalipun, masih belum siap dan belum memasuki tahap produksi massal. Rudal anti kapal Teseo MK2/E yang secara teori harusnya sudah memperkuat kapal-kapal MPCS PPA milik Italia nyatanya juga masih dalam tahap akhir pengembangan dan baru ditembakkan dalam ujicoba penembakan yang sifatnya dilakukan sebagai evaluasi hasil riset semata. Karena produk rudal AShM nya sendiri belum siap, saya masih mewajarkan apabila Kemhan dan TNI AL pun belum memutuskan soal ada atau tidaknya rencana pengadaan rudal AShM untuk kapal-kapal kelas Brawijaya ini.

Satu Tahun Pengabdian KRI Brawijaya-320, Penantian Untuk Pemenuhan Sistem Dan Subsistem. Penulis Saat Berfoto Di Haluan KRI Brawijaya-320 Pada Kunjungan Singkat Ke KRI Brawijaya-320.
Sumber : Dok. Kristian Lobo, Spesial Untuk HobbyMiliter.

Sebenarnya, masih banyak hal yang ingin saya tanyakan terkait pemenuhan seluruh sistem dan subsistem di kapal-kapal kelas Brawijaya dalam rangka memperingati 1 tahun pengabdian KRI Brawijaya-320 di jajaran armada TNI Angkatan Laut. Namun, saya memilih untuk berfokus pada empat item yang menurut saya pribadi cukup krusial dan jika tidak segera dilengkapi dalam waktu dekat maka akan menyebabkan stagnasi dalam upaya TNI Angkatan Laut untuk menguasai kemampuan-kemampuan tempur atau Combat Capability. Selain penguasaan potensi kemampuan tempur maksimal dari kapal-kapal kelas Brawijaya yang berpotensi mengalami stagnasi, belum dipenuhinya kebutuhan sistem dan subsistem yang saat ini harusnya sudah terpasang di kapal-kapal PPA kelas Brawijaya juga berpotensi membuat tingkat kesiapan atau Readiness dari kedua kapal kelas Brawijaya akan berhenti pada level yang sangat terbatas dan tidak bisa meningkat lagi sebelum sistem dan subsistem yang saya sebut diatas bisa dipenuhi.

Akhir kata, secara pribadi dan mewakili HobbyMiliter, saya mengucapkan selamat memperingati 1 tahun pengabdian KRI Brawijaya-320 kepada Komandan dan seluruh jajaran personel pengawak KRI Brawijaya-320. Pertahankan semangat dan kekompakan, dan mari kita kawal terus pemenuhan kebutuhan sistem dan subsistem untuk kedua kapal kelas Brawijaya yang kini aktif berdinas di jajaran armada TNI Angkatan Laut agar kekuatan dan kemampuan tempur dari kedua kapal kelas Brawijaya yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 bisa kita manfaatkan secara maksimal.

Vira Samudra Sasvata!

Jalesveva Jayamahe!

Kristian Prasetyo Lobo
Kristian Prasetyo Lobohttps://www.facebook.com/Achtung.sniper
Just an ordinary person who loves diecast and military related-stuffs. Enjoy my writings as you enjoy your daily delicious food. Wanna put some suggestion? Don't hesitate to comment on my posts or you can sending me message on my facebook profile. ^^

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Laras Phalanx CIWS - www.hobbymiliter.com

Phalanx CIWS: Pertahanan Terakhir Kapal Perang US Navy

0
HobbyMiliter.com - Setiap kapal perang, dari jenis apapun, entah fregat, cruiser, destroyer, kapal induk, atau bahkan sekedar Fast Attack Boat semacam KCR Series TNI...

Recent Comments