Friday, September 18, 2020
Home Perdana, Indonesia Berhasil Ekspor Kapal Perang Buatan Anak Bangsa

Perdana, Indonesia Berhasil Ekspor Kapal Perang Buatan Anak Bangsa

Hobbymiliter.com – Untuk pertama kalinya, Indonesia berhasil mengekspor kapal perang buatan anak bangsa. Kapal tersebut adalah Kapal Perang Strategic Sealift Vessel (SSV), yang secara resmi diluncurkan dalam upacara peluncuran di Galangan Kapal PT PAL Indonesia, Kawasan Tanjung Perak, Surabaya, bersamaan dengan peluncuran Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR), Senin (18/1/2016).

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M Firmansyah mengatakan, kapal SSV merupakan kapal canggih karya mandiri anak bangsa dan pesanan Kementerian Pertahanan Filipina yang berada di kelas Lloyd Register.

Sementara itu, kapal PKR merupakan pesanan Kementerian Pertahanan RI dan kapal canggih kelas Frigate yang dibangun PT PAL dengan kerja sama perusahaan kapal DSNS Belanda melalui transfer teknologi.

BACA JUGA :  Pasukan Komando Elit AS Akan Bergabung Dalam Misi Pelenyapan Kim Jong Un

“Untuk kapal SSV menjadi kapal perang perdana yang berhasil diekspor Indonesia, dan merupakan pengakuan negara luar terhadap kecanggihan pembuatan kapal bangsa ini,” jelas Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M Firmansyah di Surabaya.

Kapal Perang SSV Buatan Indonesia
Kapal Perang SSV Buatan Indonesia

Beliau juga menjelaskan bahwa, Kapal SSV setelah dilakukan peluncuran akan melalui proses penyempurnaan kembali dan resmi diserahterimakan kepada Kementerian Pertahanan Filipina pada Mei 2016.

Sedangkan Kapal PKR juga akan kembali melakukan penyempurnaan setelah peluncuran dan resmi dilakukan serah terima kepada Kementerian Pertahanan RI pada Januari 2017.

BACA JUGA :  Foto Foto Pengamanan TNI ABRI Pada Kerusuhan Mei 1998

Terkait fiturnya, Kapal SSV merupakan pengembangan kapal pengangkut Landing Platform Dock (LPD) yang didesain panjang 123 meter, lebar 21,8 meter, dan memiliki kecepatan 16 knot dengan ketahanan berlayar selama 30 hari di laut lepas. Selain itu, SSV juga mampu membawa dua helikopter, dan mengangkut kapal “landing craft utility” (LCU) serta sejumlah tank perang hingga truk militer.

Sementara Kapal PKR memiliki panjang 105,11 meter, lebar 14,2 meter, dan kecepatan 28 knot mampu berlayar selama 20 hari pada kecepatan 14 knot. Selain itu, Kapal PKR Fregate memiliki peralatan peperangan bawah air lengkap, seperti senjata utama penghancur kapal selam berupa torpedo yang dapat membantu proses peperangan bawah air, serta mampu melakukan peperangan udara dengan senjata rudal anti udara.

BACA JUGA :  Kapal Perusak Siluman USS Zumwalt Resmi Ditugaskan

Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR)
Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR)

Selain dilakukan upacara peluncuran dua kapal perang tersebut di atas, dilakukan juga Peletakan Lunas untuk kapal SSV-2 dan pemberian nama SSV-1 oleh Menteri Pertahanan Filipina dengan nama Tarlac.

“Filipina memesan dua unit kapal perang Landing Platform Deck (LPD) jenis SSV kepada Indonesia. Dan pada saat ini dilakukan peluncuran kapal pertama, juga dilakukan peletakkan lunas pesanan tahap kedua,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua