Monday, November 23, 2020
Home Militer Analisis Militer Taktik Dogfight Kanon Klasik di Era Jet tempur Modern

Taktik Dogfight Kanon Klasik di Era Jet tempur Modern

Taktik Dogfight Kanon Klasik di Era Jet tempur Modern – HobbyMiliter.com – Sesungguhnya dalam pertempuran udara ke udara, untuk sampai pada situasi melepaskan rudal dari peluncurnya tidak sesederhana seperti dalam permainan game komputer apalagi game pesawat tempur berbasis android. Peluru kendali harus betul-betul dibidikkan pada sasaran yang sudah terendus oleh sensor dari pesawat.

Selanjutnya motor roket rudal harus menyala dengan benar dan sesudahnya sensor penjejak harus membimbing rudal menuju sasaran. Namun tentunya seperti ciptaan manusia yang lain, rudal modern tidak selalu bisa bekerja dengan baik dan penerbang tempur harus menggunakan kanon pesawat dan melaksanakan pertarungan jarak tekat yang disebut dogfight.

Duel dengan kanon di udara memang menjadi tantangan yang berbeda bagi setiap penerbang tempur; itu lebih kompleks dari sekadar berlomba menjadi penembak rudal pertama. Sesungguhnya seorang penerbang tempur sekelas F-16 akan berusaha menjaga kecepatan pesawatnya dalam kecepatan sudut (corner velocity) antara 400-450 knot (700-800 km/jam). Dengan kecepatan itu pesawatnya akan memiliki turn rate tertinggi dengan tujuan bisa mengarahkan hidung pesawat dan senjatanya lebih dulu kepada pesawat lawannya.

BACA JUGA :  Tiongkok Tuduh Jepang Ikut Campur Dalam Sengketa Laut Cina Selatan

Dalam pertempuran jarak dekat menggunakan kanon, sebaliknya kecepatan yang berlebih justru menyulitkan, karena pesawat yang berada pada posisi di depan akan berusaha membuat pesawat yang berada pada posisi relatif di belakang menjadi overshoot atau menyalip sehingga tidak bisa membidikkan kanon pada pesawat yang di depan. Teknik bertahan semacam ini akan menggunakan kecepatan pesawat dikurangi secara mendadak dengan menggunakan speed brake, mengurangi power mesin atau manuver berbelok dengan tajam agar kecepatan berkurang dengan drastis dan pesawat yang di belakang terlempar ke depan.

Situasi semacam ini akan memaksa penerbang menggunakan kecepatan rendah sekitar 200 knot dengan sudut serang (angle of attack) tinggi. Namun pesawat tetap bisa bermanuver seperti ular berbelok ke kanan dan ke kiri dengan tenaga mesin yang besar. Sebagai gambaran, bisa dilihat pada film Top Gun, dimana Maverick justru mengerem ketika MiG-28 (alias F-5) mendekat sambil menembak.

TNI AU masih melatihkan kemampuan dogfight jarak dekat kepada pilot pesawat tempurnya
TNI AU masih melatihkan kemampuan dogfight jarak dekat kepada pilot pesawat tempurnya.

Jika kita melakukan dogfight di F-16, alasan utama untuk memperlambat kecepatan selama menempatkan diri di belakang sasaran dan membidik adalah karena semua tembakan pasti diarahkan memotong di sebelah depan lintasan pesawat sasaran sehingga peluru bisa menabrak pesawat lawan.

BACA JUGA :  Panser dan Helikopter Tanpa Awak Hasil Pengembangan Sikorsky

Karena itu kecepatan mendekat harus tidak terlalu tinggi sehingga tidak bertabrakan dan hanya sampai jarak tembak peluru yang sudah diukur oleh radar pesawat. Pesawat penembak harus mengarahkan hidung pesawat ke depan pesawat lawan karena peluru akan berbelok akibat gaya gravitasi ke badan pesawat sasaran dan membutuhkan beberapa detik untuk mencapai musuh.

Penerbang pesawat modern seperti F-16 akan melihat simbologi jarak pesawat dan titik perkenaan peluru hasil pengukuran radar di perangkat Head-up Display. Namun pada pesawat generasi lama biasanya untuk mengetahui jarak menggunakan perbandingan besar sayap pesawat sasaran dibandingkan dengan reticle dalam gunsight pesawat penembak.

Transisi ini dari kecepatan tinggi ke kecepatan rendah cukup berisiko jika dilakukan tanpa perhitungan matang. Sangat mudah menghilangkan energi kinetik dengan mengurangi kecepatan, namun akan sulit mendapatkan kembali kecepatan semula. Karena itu, pilot harus sangat bijaksana dalam bermanuver untuk menjaga keseimbangan energi kinetik dan energi potensial pesawat mereka.

BACA JUGA :  F-104 Starfighter: Si Rudal Berawak

Menghabiskan energi kinetik hanya bila betul-betul diperlukan untuk menembak pesawat lawan atau untuk melakukan manuver bertahan hidup yang dikenal dengan last ditch maneuver saat pesawatnya mau ditembak pesawat lawan. Keahlian melakukan manuver dengan menjaga keseimbangan energi ini disebut dengan fighter pilot economics yang dikembangkan mahaguru penerbang tempur Colonel John Boyd dan menjadi konsep fundamental dalam pertempuran udara jarak pendek. John Boyd adalah penggagas ide menciptakan pesawat tempur superlincah dengan kendali fly-by-wire F-16 yang menjadi cikal bakal pesawat tempur modern generasi keempat hingga saat ini.

John Boyd menyebutkan beberapa sifat kritis dalam manajemen energi pertempuran udara dan mengembangkan pengetahuan tempur di sekitar hal ini. Teori energy maneuverabilitynya menjelaskan bagaimana mengubah kemampuan belok pesawat dan besarnya energi pada setiap kecepatan, ketinggian, dan beban gravitasi (G-loading). Grafik energi manuverabilitasnya masih digunakan sampai saat ini untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari berbagai pesawat untuk dibandingkan sehingga bisa menjadi perencanaan untuk memenangkan dogfight melawan pesawat lain.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua