F-16A dan B kita pernah melakukan dogfight dalam kondisi real dengan F-18 US Navy.
F-16A dan B kita pernah melakukan dogfight dalam kondisi real dengan F-18 US Navy.

HobbyMiliter.com –¬†Taktik Dogfight Kanon Klasik di Era Jet tempur Modern.¬†Sesungguhnya dalam pertempuran udara ke udara, untuk sampai pada situasi melepaskan rudal dari peluncurnya tidak sesederhana seperti dalam permainan game komputer apalagi game pesawat tempur berbasis android. Peluru kendali harus betul-betul dibidikkan pada sasaran yang sudah terendus oleh sensor dari pesawat.

Selanjutnya motor roket rudal harus menyala dengan benar dan sesudahnya sensor penjejak harus membimbing rudal menuju sasaran. Namun tentunya seperti ciptaan manusia yang lain, rudal modern tidak selalu bisa bekerja dengan baik dan penerbang tempur harus menggunakan kanon pesawat dan melaksanakan pertarungan jarak tekat yang disebut dogfight.

Duel dengan kanon di udara memang menjadi tantangan yang berbeda bagi setiap penerbang tempur; itu lebih kompleks dari sekadar berlomba menjadi penembak rudal pertama. Sesungguhnya seorang penerbang tempur sekelas F-16 akan berusaha menjaga kecepatan pesawatnya dalam kecepatan sudut (corner velocity) antara 400-450 knot (700-800 km/jam). Dengan kecepatan itu pesawatnya akan memiliki turn rate tertinggi dengan tujuan bisa mengarahkan hidung pesawat dan senjatanya lebih dulu kepada pesawat lawannya.

Baca juga :   Beginilah Asal Usul Kelahiran Pesawat Tempur F-16 Fighting Falcon

Dalam pertempuran jarak dekat menggunakan kanon, sebaliknya kecepatan yang berlebih justru menyulitkan, karena pesawat yang berada pada posisi di depan akan berusaha membuat pesawat yang berada pada posisi relatif di belakang menjadi overshoot atau menyalip sehingga tidak bisa membidikkan kanon pada pesawat yang di depan. Teknik bertahan semacam ini akan menggunakan kecepatan pesawat dikurangi secara mendadak dengan menggunakan speed brake, mengurangi power mesin atau manuver berbelok dengan tajam agar kecepatan berkurang dengan drastis dan pesawat yang di belakang terlempar ke depan.

Baca juga :   F-104 Starfighter: Si Rudal Berawak

Situasi semacam ini akan memaksa penerbang menggunakan kecepatan rendah sekitar 200 knot dengan sudut serang (angle of attack) tinggi. Namun pesawat tetap bisa bermanuver seperti ular berbelok ke kanan dan ke kiri dengan tenaga mesin yang besar. Sebagai gambaran, bisa dilihat pada film Top Gun, dimana Maverick justru mengerem ketika MiG-28 (alias F-5) mendekat sambil menembak.

1
2
ARTIKEL MENARIK LAINNYA UNTUK ANDA