HobbyMiliter.com – Kisah Praka Soeprapto : Lengan Kirinya Tertembak GAM.┬áKisah militer ini terjadi medio operasi militer dilakukan di Aceh, beberapa tahun yang lalu. Praka Soeprapto adalah salah satu prajurit Grup 1 Kopassus TNI AD yang bermarkas di Serang dan saat itu sedang┬áditugaskan dalam tour of duty ke Aceh. Penugasan ini bukanlah yang pertama, Praka Soeprapto sudah beberapa kali wilayah konflik tersebut. Namun, di penugasan ke tiga inilah Praka Soeprapto mengalami kisah hidup yang membekas hingga kini.

Meski sudah bertugas operasi dua kali ke Aceh, Praka Soeprato, prajurit Grup 1 Kopassus bernasib kurang baik, beliau tertembak peluru senjata GAM (Gerakan Aceh Merdeka) saat melakukan operasi rutin di Kampung Mereu, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar pada 24 April 2005.

Baca juga :   Misteri Raibnya KC-135 di Segitiga Bermuda

Saat itu Praka Soeprato sebagai anggota Tim 2 Dharma 14 mendapat tugas untuk melakukan patroli dan penyisiran setelah mendapat informasi dari Koramil Indrapuri dan dari masyarakat sekitar yang melaporkan bahwa ada sekelompok pemberontak GAM bersenjata berkekuatan tiga hingga empat orang yang berada di gubuk-gubuk kebun kosong dan berusaha merapat ke perkampungan untuk menambah pembekalan logistik. Praka Soeprapto di hari kedua operasi pengejaran, saat itu bersama tim sekitar jam enam pagi melakukan penyisiran. Namun ketika sudah mau pulang ke markas, beliau melihat dua orang di sebuah gubuk berpakaian sipil tanpa senjata. Anehnya, ketika didekati mereka langsung lari saat pasukan akan menuju gubuk tersebut.

Baca juga :   Kisah Slamet Riyadi, Pahlawan Nasional dari Solo

Karena dianggap mencurigakan, Dantim 2 Dharma 14, Serda Lasdiyanto langsung memerintahkan empat orang anggotanya untuk mengejar dan menangkap kedua orang tersebut. Ketika melakukan pengejaran, tiba-tiba dari arah semak-semak keluar rentetan tembakan yang gencar.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA UNTUK ANDA

9 COMMENTS

  1. Bunuh semua musuh negara Indonesia tanpa berbelas kasihan. Hanya aksi ABRI, Indonesia aman lagi sesudah “demokrasisi”- hal Indonesia sekarang 1 kg beras lebih banyak Rp10.000 di kampung2 Java- jaman Krismon di bawah Pak Suharto- itu harga untuk 5 kg= Rp. 10.000. Semua indeks kehidupan masyarakat Indonesa JATUH jauh sekali dari Jaman Emas Pak Harto. Demokrasi- pilih-memilih siapun yg paling populer untuk apalah? Supaya wong cilik hanya bisa makan hanya 2 kali per hari atau kurang? Demokrasi supaya terroris lebih banyak dan harga kehidupan naik terus tanpa batas? Terima Kasih ABRI TNI untuk menjaga sinar Merdeka dan Roh perjuangan dan cintanya dan kasihnya kesejahteraan Rakyat . Memang terbukti adalah banyak organisasi sembrono hal2 rakyat.

  2. indo dackel….keparat tutup bacot lo yg bau tai itu…ya, aceh itu tanah nenek moyang kami. Aceh lebih dahulu ada dibanding republik indonesia….wajar saja berontak….,pake dong otak lo….macam otak anjing aja yg ada di kepala lo yg bau apek…ngaca…ngaca dulu….klo ngomong….dasaar kafiir loo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here