Praka Soeprapto di hari kedua operasi pengejaran, saat itu bersama tim sekitar jam enam pagi melakukan penyisiran. Namun ketika sudah mau pulang ke markas, beliau melihat dua orang di sebuah gubuk berpakaian sipil tanpa senjata. Anehnya, ketika didekati mereka langsung lari saat pasukan akan menuju gubuk tersebut.

Karena dianggap mencurigakan, Dantim 2 Dharma 14, Serda Lasdiyanto langsung memerintahkan empat orang anggotanya untuk mengejar dan menangkap kedua orang tersebut. Ketika melakukan pengejaran, tiba-tiba dari arah semak-semak keluar rentetan tembakan yang gencar.

BACA JUGA :  Pasukan T Ronggolawe, Pasukan Pejuang Pelajar

Tertembak GAM

Tembakan tersebut dilakukan oleh sekelompok anggota GAM, yang diperkirakan berjumlah 35 orang dan bersenjata campuran sekitar 15 pucuk. Mereka berada dalam jarak pandang sekitar 200 meter. “Sesuai dengan perintah kami mengejar dan melakukan kontak tembak jarak dekat, sekitar 75 meter. Setelah beberapa saat lamanya baru saya tersadar kalau lengan kiri saya tertembak. Secara insting saya melindungi diri dengan melompat dan berlindung ke parit sambil terus membalas tembakan,” papar Soeprapto.

Karena serbuan tembakan dari para prajurit Kopassus itu, kelompok GAM secara berangsur-angsur mundur melarikan diri ke arah perbukitan. Pasukan pun mengejar, namun karena sulitnya medan, mereka kemudian kehilangan jejak. Pasukan pun melakukan upaya medis bagi prajurit yang tertembak.

10 COMMENTS

  1. Bunuh semua musuh negara Indonesia tanpa berbelas kasihan. Hanya aksi ABRI, Indonesia aman lagi sesudah “demokrasisi”- hal Indonesia sekarang 1 kg beras lebih banyak Rp10.000 di kampung2 Java- jaman Krismon di bawah Pak Suharto- itu harga untuk 5 kg= Rp. 10.000. Semua indeks kehidupan masyarakat Indonesa JATUH jauh sekali dari Jaman Emas Pak Harto. Demokrasi- pilih-memilih siapun yg paling populer untuk apalah? Supaya wong cilik hanya bisa makan hanya 2 kali per hari atau kurang? Demokrasi supaya terroris lebih banyak dan harga kehidupan naik terus tanpa batas? Terima Kasih ABRI TNI untuk menjaga sinar Merdeka dan Roh perjuangan dan cintanya dan kasihnya kesejahteraan Rakyat . Memang terbukti adalah banyak organisasi sembrono hal2 rakyat.

  2. indo dackel….keparat tutup bacot lo yg bau tai itu…ya, aceh itu tanah nenek moyang kami. Aceh lebih dahulu ada dibanding republik indonesia….wajar saja berontak….,pake dong otak lo….macam otak anjing aja yg ada di kepala lo yg bau apek…ngaca…ngaca dulu….klo ngomong….dasaar kafiir loo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here