HomeAlutsistaKapal PerangKapal Induk Rusia Ada Berapa? Daftar Kapal Induk Rusia dari Era Soviet...

Kapal Induk Rusia Ada Berapa? Daftar Kapal Induk Rusia dari Era Soviet hingga Kini

Kapal Induk Rusia – HobbyMiliter.com – Kapal induk Rusia ada berapa? Jawabannya: saat ini Rusia hanya memiliki satu kapal induk, Admiral Kuznetsov — dan kapal itu pun sudah bertahun-tahun menjalani perbaikan besar dengan masa depan yang belum pasti. Namun sejarahnya jauh lebih kaya: Uni Soviet pernah membangun tiga generasi kapal induk. Artikel ini mengulas daftar kapal induk Rusia dan Soviet, nasib masing-masing kapal, dan profil satu-satunya yang tersisa.

Admiral Kuznetsov, satu-satunya kapal induk Rusia
Admiral Kuznetsov, satu-satunya kapal induk Rusia yang masih berdinas (Foto: Wikimedia Commons, CC BY 4.0)

Daftar Kapal Induk Rusia dan Uni Soviet

KapalKelasMulai DinasNasib / Status
MoskvaMoskva (kapal induk helikopter)1967Pensiun 1996, dibesituakan
LeningradMoskva1969Pensiun 1991, dibesituakan
KievKiev1975Pensiun 1993, kini kapal museum/hotel di Tiongkok
MinskKiev1978Pensiun 1993, kini kapal museum di Tiongkok
NovorossiyskKiev1982Pensiun 1993, dibesituakan di Korea Selatan
Baku (Admiral Gorshkov)Kiev modifikasi1987Dijual ke India, kini INS Vikramaditya
Admiral KuznetsovKuznetsov1990Satu-satunya kapal induk Rusia; perbaikan besar sejak 2017
VaryagKuznetsov—Tidak selesai di era Soviet; dijual Ukraina ke Tiongkok, kini kapal induk Liaoning
UlyanovskUlyanovsk (nuklir)—Pembangunan dibatalkan 1991, dibesituakan di galangan

Jadi, dari sembilan kapal induk yang pernah dibangun Soviet, hanya Admiral Kuznetsov yang masih berbendera Rusia. Dua saudarinya justru berkarier di negara lain: Admiral Gorshkov menjadi kapal induk India, dan Varyag menjadi Liaoning, kapal induk pertama Tiongkok.

Kapal Induk Helikopter dan Kelas Kiev

Generasi pertama adalah kelas Moskva: kapal penjelajah anti kapal selam yang membawa belasan helikopter Ka-25 di hanggar dan dek belakangnya — karena itu ia sering disebut kapal induk helikopter pertama Uni Soviet. Keduanya bertugas memburu kapal selam nuklir Amerika di Mediterania dan Atlantik.

Generasi kedua, kelas Kiev, jauh lebih ambisius: kapal seberat sekitar 40.000 ton yang setengah penjelajah rudal dan setengah kapal induk, membawa pesawat tempur VTOL Yak-38 yang sayangnya beradius tempur kecil dan muatan senjatanya terbatas. Empat kapal kelas Kiev menjadi tulang punggung kekuatan permukaan Soviet pada 1970–1980-an, sebelum seluruhnya dipensiunkan hanya beberapa tahun setelah Uni Soviet bubar.

Admiral Kuznetsov, Satu-Satunya yang Tersisa

Admiral Kuznetsov adalah kapal penjelajah pengangkut pesawat (sebutan resmi Rusia) berbobot sekitar 55.000 ton. Sayap udaranya dirancang membawa lusinan pesawat tempur Su-33 dan MiG-29K/KUB, serta helikopter Ka-27 anti kapal selam dan Ka-52K.
Satu-satunya penugasan tempur kapal ini terjadi pada akhir 2016, ketika ia berlayar ke Mediterania untuk mendukung operasi Rusia di Suriah, dikawal sejumlah kapal perang dan kapal pendukung logistik. Setelah kembali, Kuznetsov masuk perbaikan dan modernisasi besar mulai 2017. Prosesnya diwarnai musibah: dok apung PD-50 yang mengangkatnya tenggelam pada Oktober 2018, dan kebakaran besar terjadi di atas kapal pada Desember 2019. Jadwal kembali berdinas terus mundur, dan hingga kini nasib akhir Kuznetsov masih menjadi tanda tanya — bila ia tidak kembali, Rusia akan menjadi negara besar tanpa kapal induk operasional.

Kapal induk kelas Kiev, Minsk, berlayar pada era Uni Soviet
Kapal induk Minsk dari kelas Kiev pada era Soviet. Empat kapal kelas ini seluruhnya sudah pensiun (Foto: Wikimedia Commons, Public domain)

Varyag dan Gorshkov: Berkarier di Bendera Lain

Varyag, adik Kuznetsov yang baru sekitar dua pertiga selesai ketika Uni Soviet bubar, dibeli Tiongkok dari Ukraina pada 1998 seharga 20 juta dolar AS dengan dalih akan dijadikan kasino terapung. Setelah drama penarikan melintasi Selat Bosphorus, kapal ini diperbaiki total dan pada 25 September 2012 resmi berdinas sebagai Liaoning — kapal induk pertama Tiongkok, batu loncatan yang kemudian melahirkan Shandong dan Fujian.

Sementara itu Admiral Gorshkov, kapal terakhir kelas Kiev, dijual ke India pada 2004. Setelah modernisasi besar-besaran di galangan Sevmash Rusia — dek diperpanjang, ski-jump ditambah, dan persenjataan rudalnya ditata ulang — kapal ini diserahkan pada 2013 sebagai INS Vikramaditya, dan sampai sekarang menjadi salah satu dari dua kapal induk India.

Mengapa Rusia Hanya Punya Satu Kapal Induk?

Ada tiga sebab utama. Pertama, doktrin: Soviet sejak awal tidak membangun kapal induk sebesar Amerika; kelas Moskva dan Kiev pada dasarnya kapal induk helikopter dan penjelajah berpeluru kendali yang mengangkut pesawat VTOL Yak-38, bukan kapal induk armada penuh. Kedua, geografi dan anggaran: runtuhnya Uni Soviet pada 1991 memangkas anggaran angkatan laut secara drastis, dan kapal-kapal kelas Kiev dipensiunkan hanya dalam beberapa tahun. Ketiga, galangan: kapal induk Soviet dibangun di Nikolayev, yang setelah 1991 menjadi wilayah Ukraina — Rusia kehilangan galangan kapal induknya, dan Varyag yang belum selesai akhirnya dijual ke Tiongkok.
Untuk masa depan, Rusia sebatas memamerkan konsep kapal induk baru seperti Proyek 23000E Shtorm dan desain Lamantin. Belum ada satupun yang mulai dibangun, sehingga dalam waktu dekat jawaban atas pertanyaan “kapal induk Rusia ada berapa” kemungkinan tetap: satu — atau bahkan nol.

Yang benar-benar sedang dibangun Rusia saat ini bukanlah kapal induk pesawat tempur, melainkan dua kapal serbu amfibi kelas Ivan Rogov (Proyek 23900) berbobot sekitar 40.000 ton yang lunasnya diletakkan pada 2020 di Kerch, Krimea. Kapal ini mampu membawa sekitar 20 helikopter dan ratusan marinir — tanda bahwa prioritas Moskow saat ini adalah kapal induk helikopter, bukan kapal induk armada seperti milik Amerika Serikat.

Demikian daftar dan sejarah kapal induk Rusia: dari dua kapal induk helikopter kelas Moskva, empat kelas Kiev, hingga menyisakan Admiral Kuznetsov seorang diri.

Baca juga: RNS Varyag, Salah Satu Kapal Penjelajah Rudal Andalan Rusia — kapal penjelajah yang namanya sama dengan kapal induk Varyag yang kini menjadi Liaoning.

Kristian Prasetyo Lobo
Kristian Prasetyo Lobohttps://www.facebook.com/Achtung.sniper
Just an ordinary person who loves diecast and military related-stuffs. Enjoy my writings as you enjoy your daily delicious food. Wanna put some suggestion? Don't hesitate to comment on my posts or you can sending me message on my facebook profile. ^^

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

iron dome 1

Iron Dome: Sistem Pertahanan Udara Andalan Singapura

0
HobbyMiliter.com – Iron Dome: Sistem Pertahanan Udara Andalan Singapura. Singapura disebut-sebut sebagai pengguna alutsista paling modern di wilayah Asia Tenggara. Didukung oleh Israel dan...