Thursday, September 24, 2020
Home Bom Panci, Namanya Tak Seimut Hasil Ledakannya

Bom Panci, Namanya Tak Seimut Hasil Ledakannya

HobbyMiliter.com – Bom Panci, Namanya Tak Seimut Hasil Ledakannya. Akhir akhir ini kita sering mendengar istilah bom panci. Terutama setelah tertangkapnya beberapa terduga teroris di Bekasi dan Solo beberapa saat yang lalu. Para terduga teroris tersebut disangkakan dakwaan mempersiapkan bom panci untuk menyerang istana negara. Tepatnya menyerang prosesi pergantian jaga Paspampres yang memang sudah beberapa saat ini menjadi obyek wisata publik.

Jika berhasil, walaupun diledakkan di luar istana (prosesi pergantian jaga Paspamres dilakukan diluar pagar istana), tentu efeknya akan luar biasa, mengingat terjadinya tidak jauh dari Istana. Masyarakat pasti akan mengasosiasikan lokasi bom dengan istana itu sendiri dan belum lagi efek ketidakpercayaan kepada aparat keamanan. Istana saja tidak terlindungi, apalagi masyarakat biasa? Ditambah efek ekonomi di pasar modal terkait kepercayaan kepada Pemerintah. Efek daya rusak bom tersebut bagi negara akan lebih besar dari pada ledakannya sendiri.

BACA JUGA :  KRI 357, 358 dan 359 dalam 1 Frame

Tabel jarak evakuasi pada ancaman bom. Terlihat jarak evakuasi yang disarankan pada bom pipa adalah 366 eter. Bom panci memiliki daya rusak lebih hebat dari pada bom pipa walau dengan bahan peledak yang sama.
Tabel jarak evakuasi pada ancaman bom. Terlihat jarak evakuasi yang disarankan pada bom pipa adalah 366 eter. Bom panci memiliki daya rusak lebih hebat dari pada bom pipa walau dengan bahan peledak yang sama.

Bom panci sendiri sebenarnya memiliki istilah pressure cooker bomb. Artinya, tidak menggunakan sembarang panci, tetapi secara khusus menggunakan apa yang diistilahkan istri saya sebagai panci presto, alias panci masak bertekanan tinggi. Fungsi asasi panci bertekanan tinggi tersebut tentunya untuk memasak. Dengan memanfaatkan tekanan tinggi yang tercipta dari uap air didalam panci, pressure cooker tersebut dapat melunakkan daging dan tulang sapi, ayam, bandeng dan protein lainnya.

Bom panci sendiri digolongkan sebagai IED (improvised explosive device) alias alat peledak buatan sendiri. Konstruksinya simpel dan selain bahan peledaknya, bahan bahan lain seperti panci presto dan benda benda yang digunakan sebagai shrapnel mudah didapatkan. Secara sederhana, bisa dikatakan bom ini dibuat dengan memasukan bahan peledak dan shrapnel (pecahan logam, paku, mur dsb) ke dalam panci presto dan kemudian menempelkan blasting cap sebagai pemicu ledakan di luar panci presto tersebut. Jadilah bom panci.

BACA JUGA :  Viral Ucapan Terima Kasih Pilot Jet Tempur F-16 TNI AU Kepada Wapres RI Jusuf Kalla

Konsepnya, ketika blasting cap memicu ledakan di dalam panci presto, energi dan tekanan yang tercipta ditahan oleh konstruksi panci presto (yang memang didesain untuk menahan tekanan udara dari dalam ketika memasak). Hingga pada satu titik, tekanan energi ledakan tersebut akan melampaui kemampuan panci presto tersebut untuk menahannya, sehingga panci pun pecah dan tekanan yang tercipta pun menghambur keluar. Akibatnya, energi yang tercipta dari ledakan awal didalam panci akan dilipatgandakan oleh tekanan yang keluar ketika panci meledak, sembari melontarkan semua bahan shrapnel yang telah disiapkan di dalam panci (paku, mur baut dsb). Serpihan paku, baut mur yang terlontar dari ledakan bom panci inilah yang berbahaya terutama bagi target soft seperti tubuh manusia. Dengan kecepatan tinggi karena didorong oleh tekanan dari dalam panci tadi, shrapnel tersebut bisa terlontar hingga 300-an meter. Efeknya ketika terkena tubuh manusia, lebih parah dari pada terkoyak peluru.

BACA JUGA :  Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer

Hasil ledakan bom panci di Mumbai 2006.
Hasil ledakan bom panci di Mumbai 2006.

Artinya walaupun biasanya mempunyai bahan peledak mini, daya bunuh bom panci ini sangatlah luar biasa. Pada serangan bom di Mumbai India 2006, 7 buah bom panci meledak di beberapa kereta komuter setempat dan membunuh 206 korban jiwa. Besarnya korban ini bukan karena besarnya ledakan, tetapi karena shrapnel yang disiapkan didalam panci mengoyak tubuh korban dengan kejam.

 

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

9 COMMENTS

  1. masa sih sampai segitu hebat bom panci daya ledaknya, rudal paling canggih TNI aj Yakhont lebih dri 100kg HE isinya nggak segitu daya hancurnya, kapal 105meter cuma bolong lambungnya doang, jgn telan mentah2 informasi dri polisi bnyk lebay, slalu melebih2kn supaya mereka lebih hebat dri TNI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua