
Ini adalah kali pertama pihak PLA mengkonfirmasi secara resmi kedatangan pesanan jet tempur Su-35, meskipun mereka tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai detail pengirimannya.
Kontrak pengadaan 24 unit Sukhoi Su-35s senilai 2 miliar dollar (26 triliun rupiah) antara Rusia dan Tiongkok digubah pada November 2015. Berita pengadaan tersebut pertama kali diumumkan oleh CEO Rostec, Sergey Chemezov dan kemudian dikonfirmasi oleh jurubicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Kolonel Wu Qian.
Kantor berita Rusia, TASS mengutip seorang sumber anonim yang menyebutkan bahwa pengiriman perdana unit jet tempur Su-35 sejatinya dijadwalkan pada tahun 2017. Namun, Rostec memilih untuk mempercepat prosesnya dan berhasil mengirim gelombang unit pertamanya pada hari-hari terakhir menjelang tahun baru 2017.







Just wanted to say thanks for the detailed case study. It’s rare to see actual data backing up these claims. We’ll be adjusting our Q4 roadmap based on some of these insights.
Spot on about the indexing delays. It’s not just about building the link anymore; it’s about the “stickiness” of the placement. We’ve been focusing heavily on that metric lately.