Friday, September 25, 2020
Home Blog Militer Roket Hydra 70, Salah Satu Andalan AH-64E Apache Guardian

Roket Hydra 70, Salah Satu Andalan AH-64E Apache Guardian

HobbyMiliter.com – Roket Hydra 70, Salah Satu Andalan AH-64E Apache Guardian. Dalam setiap misi, helikopter AH-64 Apache menggunakan tiga jenis senjata pamungkas, yaitu kanon internal M230 30mm chain gun, lalu rudal AGM-114 Hellfire, dan roket Hydra kaliber 70 mm. Untuk kanon dan hellfire, sudah tertera jelas dalam kontrak pengadaan 8 unit AH-64E Apache Guardian Longbow kepada Puspenerbad TNI AD.

Tapi selain kedua senjata maut itu, kemungkinan Apache untuk Indonesia juga mengusung roket Hydra 70. Penggunaan Hydra 70 termasuk unik, karena dari semua peralatan dan persenjataan pada Apache, teknologi roket Hydra 70 memang benar-benar dikuasai oleh para teknisi kita. Bahkan sudah dipastikan roket Hydra 70 mampu diproduksi secara mandiri oleh Negara kita.

BACA JUGA :  Penerbangan Perdana AgustaWestland AW101 TNI AU

roket hydra 2

Roket Hydra 70 atau disebut juga roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket ) 2,75 inchi yang notabene semenjak awal tahun 80-an sudah menghiasi sistem persenjataan di TNI AD dan TNI AU. Hydra 70 maupun FFAR 2,75 inchi telah menggunakan kaliber roket standar NATO 70 mm. Sehingga dilihat dari diameternya saja sudah dapat dipastikan kedua tipe roket ini bisa diluncurkan dari peluncur yang sama.

Di Amerika Serikat, Hydra 70 sudah diproduksi dan dikembangkan semenjak tahun 1940-an. Dan sebagai kontraktornya adalah General Dynamics Armament and Technical Products (GDATP). Lalu untuk roket FFAR yang dipakai oleh TNI AD dan TNI AU telah berstatus produksi mandiri dalam negeri. FFAR 2,75 inchi telah diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (DI) setelah mendapat lisensi dari Force de Zeeburg Belgia di tahun 1981. Sampai saat ini masih diproduksi oleh Divisi Senjata di PT. Dirgantara Indonesia. Di tahun 2007 PT. DI telah memproduksi FFAR mencapai 10.000 unit tiap tahunnya dalam satu shift kerja, jika dalam dua shift kerja, bisa mencapai hingga 20.000 roket tiap tahun.

BACA JUGA :  Akankah Filipina Membeli Gripen?

roket hydra 3

Hydra 70 maupun FFAR dapat diinstal di berbagai jenis pesawat tempur dan helikopter. FFAR dan Hydra 70 bahkan dapat mendukung konsep MLRS (Multiple Launch Rocket System). Hydra 70 dan FFAR juga mampu menggunakan berbagai macam hulu ledak. Contohnya saja WD 701(High Explosive), WD 703 (smoke) serta WD 704 (inert). PT. DI sendiri memproduksi dua varian   yaitu RD 701 berbasis FFAR Mk 4 serta RD 7010 berbasis FFAR Mk 40. RD 701 dipasang pada pesawat tempur ( hi-speed aircraft ), sedang RD 7010 dipasang pada Helikopter (low-speed aircraft).

BACA JUGA :  Pentagon Akan Kirim Tambahan Pasukan Ke Irak

Roket kaliber 70 mm dinilai cukup efektif untuk menghancurkan kendaraan lapis baja ringan serta bunker. Daripada langsung meluncurkan rudal yang harga harganya mahal, biasanya seorang gunner lebih memilih untuk meluncurkan roket Hydra 70/FFAR yang harganya murah (US$2.800 per unit) ketuntuk menggasak target yang lemah. Pada AH-64 Apache, Hydra 70 dipasanga pada subsistem peluncur M261 yang bisa menampung 19 roket tiap tabung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua