Friday, May 14, 2021
HomeBlog MiliterOV-10F Bronco, Pesawat Pemburu GPK (Gerakan Pengacau Keamanan)

OV-10F Bronco, Pesawat Pemburu GPK (Gerakan Pengacau Keamanan)

HobbyMiliter.com – OV-10F Bronco, Pesawat Pemburu GPK (Gerakan Pengacau Keamanan). Sepak terjang GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) memang harus ditanggulangi menggunakan tindakan yang tegas, termasuk menggunakan kekuatan militer. Dari beragam cara untuk menumpas gangguan GPK, salah satunya bisa menggunakan pesawat tempur OV-10F Bronco. Pesawat yang bermesin turbo propeller (baling-baling), Bronco memang cocok untuk misi penanggulangan anti gerilya, kecepatan terbang yang tak terlampau cepat sangat pas untuk ”menghajar” secara tepat titik-titik terjadinya GPK.

Bronco termasuk pesawat yang memiliki karir tempur yang cukup tinggi, tak hanya di masa perang Vietnam, pesawat yang memiliki julukan ”Kampret” ini juga memiliki reputasi cukup menakjubkan di medan tempur Indonesia. Debutnya sangat terlihat ketika memberikan BTU (bantuan tembakan udara) pada operasi Seroja menumpas Fretilin di Timor-Timur, selain itu Bronco juga berperan aktif pada operasi penumpasan GPK Aceh Merdeka. Serta operas-operasi lainnya yang tak kalah hebat.

BACA JUGA :  3 Pesawat Tempur Stealth Masa Depan Dari Negara Non Adidaya

bronco 2

TNI AU mendatangkan Bronco untuk menggantikan P-51 Mustang ”Cocor Merah” yang telah uzur di tahun 70 an. Bronco dianggap paling cocok melaksanakan operasi dalam negeri, lebih tepatnya untuk menumpas pemberontakan yang kerap kali melanda Tanah Air. Dikarenakan Bronco memiliki persenjataan untuk anti personel. Yaitu mengusung 4 pucuk senjata berkaliber 12,7 mm pada tiap sponsonnya (telah dimodifikasi), dan juga 5 buah station di bagian bawah fuselage bomb yang memiliki multifungsi, mampu membawa bom 100 Kg hingga 250 Kg berjenis ZAB, MK-28, OFAB serta bisa juga mengusung peluncur roket FFAR.

BACA JUGA :  Roket Teroris Hantam Pemukiman Kurdistan Di Aleppo, 13 Tewas

bronco 3

Untuk aspek perlindungan pilot serta navigator, canopy depan dan lantai dasar berlapiskan anti peluru. Bronco juga memiliki fungsi untuk penerjunan. Hanya Militer Amerika Serikat dan Indonesia yang pernah melakukan dropping pasukan menggunakan Bronco. Salah satunya yaitu pada saat ”combat free fall” yang menerjunkan 4 orang dari Bronco. Untuk operasi jarak jauh, kompartmen bagian belakang pesawat dapat diubah menjadi tanki bahan bakar, sama halnya seperti penerbangan ferry Bronco dari AS ke Indonesia.

bronco 4

TNI-AU memiliki sekitar 16 unit Bronco. Awalnya Bronco ditempatkan di skadron 3, lalu dipindahkan ke skadron 1 pengebom. Waktu terus berjalan, unit Bronco terus berkurang dan akhirnya ditempatkan di skadron udara 21. Kecepatannya yang tergolong rendah, membuat Bronco sangat cocok untuk misi COIN (Counter Insurgency), tapi lain cerita saat menghadapi penangkis serangan udara. Dengan kecepatannya yang rendah membuatnya menjadi sasaran empuk bagi meriam atau rudal anti pesawat. Inilah yang menjadi masalah Bronco ketika bertugas di perang Vietnam.

BACA JUGA :  Riwayat Rudal Sea Cat Karya Dislitbangal

Hingga perang Teluk pada tahun 1992, Bronco masih sering dioperasikan oleh US Marine untuk misi pengintaian. Bronco milik US Marine domodifkasi menggunakan komponen pengintai canggih, kamera yang terintegrasi, radar, FLIR (Forward Looking Infrared) serta hebatnya lagi Bronco US Marine mengusung rudal Sidewinder. Bronco juga digunakan Negara-negara lain seperti Jerman, Thailand, dan Venezuela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua