Monday, May 23, 2022
HomeBlog MiliterBerita MiliterMengintip Kekuatan Militer Malaysia

Mengintip Kekuatan Militer Malaysia

HobbyMiliter.com – Mengintip Kekuatan Militer Malaysia. Dilihat dari aspek kemampuan militer, terlihat militer Malaysia tidak sehebat Singapura, akan tetapi dari aspek banyaknya konflik, Malaysia yang lebih sering berseteru dengan Indonesia. Contohnya saja seperti konflik klaim pulau Sipadan – Ligitan di tahun 2002, lalu diteruskan dengan memanasnya perbatasan wilayah pada blok Ambalat, Kalimantan Timur. Serta masih banyak konfil mengenai perbatasan wilayah.
malaysia 2

Melihat konflik yang sering terjadi, sudah beberapa tahun yang lalu Malaysia meningkatkan alutsista militernya. Salah satu yang cukup menghebohkan adalah kedatangan jet tempur MiG-29 N/NUB produksi Rusia pada tahun 1995, selanjutnya munculnya F/A-18D Hornet di tahun 1997. Ketika itu bisa dikatakan armada jet tempur militer Malaysia hampir lebih baik dibandingkan Indonesia. Tak mau kalah dengan TNI AU yang memiliki Sukhoi, maka TUDM (Tentara Udara Diraja Malaysia) ikut mendatangkan 18 unit Sukhoi Su-30MKMs yang telah didatangkan di tahun 2007 yang lalu.

BACA JUGA :  Super Tucano AU Afghanistan Laksanakan Misi Terbang Malam Perdana

malaysia 3

Dilihat dari segi kekuatan laut, TLDM (Tentara Laut Diraja Malaysia) memperkuat armada kapal selamnya mulai tahun 2002. Armada kapal selam baru yang melengkapinya adalah kelas Scorpene produksi Perancis/Spanyol. Sebanyak 6 unit pesanan, minimal ada 2 unit Scorpene yang sudah beroperasi hingga kini, yaitu KD Abdul Razak serta KD Abdul Rahman. Scorpene mempunyai  6 tabung peluncur torpedo dan membawa 18 torpedo, ditambah lagi Scorpene juga mampu menembakkan rudal SM-39 Exocet, modifikasi Exocet yang bisa ditembakkan dari bawah permukaan untuk menghancurkan target berupa kapal permukaan.

malaysia 4

Dengan berbagai macam jet tempur generasi terbarunya, TUDM mempunyai beberapa rudal terhebatnya, yaitu AIM-120 AMRAAM yang dapat menghancurkan sasaran berupa pesawat di udara. Rudal ini dipasang pada F/A-18 Hornet. Selain AMRAAM, F/A-18 TUDM ternyata juga dilengkapi dengan  AIM-7 Sparrow, rudal udara ke udara menengah yang memiliki debut tinggi di peperangan udara.

BACA JUGA :  Operasi Militer Malaysia Pertama: Malayan Emergency

Info terbaru mengatakan Kementrian Pertahanan Malaysia sedang mengajukan pengadaan 20 unit rudal AIM-9X2 Sidewinder Block II seharga 52 juta dollar. Dengan munculnya AIM-9X Sidewinder, membuat kekuatan rudal udara Malaysia hampir setara dengan Singapura.

AIM-9X adalah varian terbaru dari Sidewinder, dikembangkan mulai tahun 1996. AIM-9 memiliki kemampuan first shot serta first kill yang sangat responsif. Rudal ini mengusung thrust vectoring yang terintegrasi dengan guidance fins, artinya rudal ini mampu mengejar sasaran yang menikung sekalipun. Memiliki Radius putar hingga 120 meter, sehingga tidak lagi harus melakukan penyesuain untuk membidik sasaran. Cukup dengan melepaskan AM-9X, lalu rudal akan mengejar dengan sendirinya.

malaysia 5

AIM-9X digunakan oleh militer AS mulai tahun 2003, sampai saat ini sudah digunakan sekitar 40 negara. Pengoperasiannya terintegrasi dalam joint mounted helmet mounted cuing system (JHMCS) produksi Boeing yang dipakai pilot. Membuat AIM-9X menjadi rudal paling ampuh yang melengkapi jet-jet tempur milik AS seperti F-22 Raptor hingga F-15 Strike Eagle.

BACA JUGA :  Perkuat Luftwaffe, Jerman Akan Beli Jet Tempur F-35 dan Eurofighter Typhoon

Selain menggunakan SM-39 Exocet, sama seperti yang dimiliki TNI AL, TLDM juga menggunakan rudal anti kapal MM-38 Exocet, bahkan versi terbarunya yaitu MM-40 Block II Exocet yang dipasang pada frigat kelas Lekiu. Untuk meningkatkan daya serang frigat ini juga dilengkapi rudal Sea Wolf. Sea Wolf adalah pengembangan rudal Sea cat yang tak digunakan lagi. Sea Wolf mampu mencapai target hingga 10 Km, dioperasikan secara sea skimming.

Untuk rudal Yakhont, dikabarkan Malaysia juga melirik rudal Brahmos, atau varian Yakhont produksi India. Jika nanti Malaysia juga membeli Brahmos, maka kekuatan rudal jelajah anti kapalnya akan setara dengan TNI AL. Pengadaan Brahmos/Yakhont sangat memungkinkan dilakukan oleh Malaysia, melihat Negara ini sering kali mengikuti alutsista Indonesia, sama halnya ketika pemesanan Sukhoi.

Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Landasan Politik Luar Negeri Indonesia

4 Prinsip Serta 3 Landasan Politik Luar Negeri Indonesia

0
4 Prinsip Serta 3 Landasan Politik Luar Negeri Indonesia - HobbyMiliter.com - Sebagai warga negara Indonesia yang baik, tentulah mesti tahu landasan politik luar...

Recent Comments