Su-34 Fullback Fighter Bomber Rusia, Penembus Pertahanan Musuh

    0
    6674
    Sukhoi Su-34 Fullback
    Sukhoi Su-34 Fullback

    Su-34 Fullback Fighter Bomber Rusia, Penembus Pertahanan Musuh – HobbyMiliter.com. Satu yang jadi ciri khas paling menonjol dari keiuarga Sukhoi yang satu ini adalah hidungnya yang gepeng seperti paruh bebek. Su-34 Fullback dibuat sebagai penerobos dan penggempur pertahanan lawan menggantikan peran Su-24 Fencer.

    Masih ada sekitar 400-an unit Su-24 Fencer dalam inventori AU Rusia (pecahan Uni Soviet) yang secara bertahap perannya akan digantikan oleh Su-34 Fullback. Runtuhnya Uni Soviet awal dekade 1990-an sempat menghambat program pembuatan Su-27IB (Su-34) lstrebityel Bombardirovshchik, yakni pembom tempur yang sebelumnya tugas ini diembankan kepada si penerobos pertahanan musuh sekaligus pembom segala cuaca Sukhoi Su-24.

    BACA JUGA :  Slovakia Tandatangani Kontrak Beli 14 Unit F16V
    Fasiilitas Perakitan Su-34 Fullback di Novosibirsk
    Fasiilitas Perakitan Su-34 Fullback di Novosibirsk. 1 Pesawat membutuhkan waktu 3-4 bulan untuk selesai.

    Program desain Su-34 pertama kali dicetuskan tahun 1983, berselang sekitar satu dekade sejak Su-24 dioperasikan. Su-24 sendiri dibuat sebanyak 1.400 unit dan tersebar di beberapa negara pecahan Uni Soviet, Suriah serta Iran. Satu hal yang mendasari perlunya Soviet membuat Su-34 kala itu, tidak lain munculnya ancaman baru di udara dari penempur-penempur teen series buatan AS yakni F-15, F-16, dan F/A-18.

    Su-24 yang inferior dibandingkan kawanan penempur tersebut, diprediksi bakal mengalami kesulitan bila keburu terhadang dalam misinya. Benar saja, pada tanggal 24 November 2015 sebuah Sukhoi Su-24M milik Rusia di tembak jatuh oleh sepasang F-16 milik Angkatan Udara Turki di perbatasan Turki – Suriah.

    BACA JUGA :  Bagaimana Proses Pengadaan Alutsista TNI dari Amerika dan Rusia?
    Hidung Su-34 Fullback yang gepeng memberinya julukan Platypus
    Hidung Su-34 Fullback yang gepeng memberinya julukan Platypus

    Meski bentuknya tidak menyerupai Su-24, Su-34 Fullback tidak mengabaikan variabel-variabel performa yang dimiliki F-111 sebagai rival utama pembom Su-24. Tugas dominasi udara yang kala itu telah diembankan kepada Su-27, tidak menjadi penghalang bagi diciptakannya Su-34 agar bilamana pesawat ini suatu waktu harus bertemu kawanan teen series, ia masih bisa melakukan perlawanan sengit. Singkat kata, selain mengemban misi utama interdiksi dan bombardemen, Su-34 Fulback juga dipersiapkan untuk mampu duel di udara secara terbatas.

    Untuk membangun Su-34 Fullback, langkah pertama yang dilakukan Biro Desain Sukhoi, tentu saja memodifikasi basis Su-27UB tandem trainer yang kemudian diaplikasikan juga untuk varian Su-30. Bedanya, pada Su-34 ruang kokpit tidak dibagi dua depan-belakang, melainkan berdampingan (side by side). Keputusan ini dipilih guna memberikan keleluasaan kepada kedua awak kokpitnya, sekaligus menciptakan ergonomi ruang yang lebih enak untuk tugas-tugas misi long range, long endurance, dan pengeboman. Rancangan seperti ini sebenarnya telah digunakan lebih dulu oleh AS melalui F-111 Aadvark. (Next page klik di bawah).

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here