Friday, September 25, 2020
Home Alutsista Kapal Perang Specialised Marine Craft, Kapal Patroli Siluman Milik AL Singapura

Specialised Marine Craft, Kapal Patroli Siluman Milik AL Singapura

Specialised Marine Craft, Kapal Patroli Siluman Milik AL Singapura – HobbyMiliter.com – Sebagian dari kita mungkin agak iri melihat kemajuan alutsista Singapura yang terbilang cukup pesat. Waluapun banyak juga yang tak sependapat, tapi faktanya memang kemajuan teknologi militer Singapura termasuk sangat pesat.

Terlebih lagi di bidang kemaritiman, kita pernah menggadang-gadang atas lahirnya KCR (Kapal Cepat Rudal) KRI Klewang 625, selain dirancang dengan konsep trimaran, kalau saja proyek Klewang benar-benar beroperasi, maka TNI AL akan memiliki kapal perang yang mengusung kemampuan stealth pertama.

specialized1

Tapi hal ini lain ceritanya dengan AL Singapura, karena semenjak tahun 2009 telah mengoperasikan kapal patrol interceptor serta surveillance berkemampuan siluman yang diberi nama Specialised Marine Craft (SMC) pabrikan Singapore Technologies (ST) Marine. Mampu melaju dengan diatas 30 knots, SMC yang memiliki panjang hingga 25 meter, ditujukan untuk melakukan penyergapan secara diam-diam untuk target terbatas.

Walupun mengusung fasilitas stealth, SMC hanya ditujukan untuk misi patroli terbatas dengan target kategori low level, karena persenjataan speed boat ini terbilang cukup terbatas, yaitu berupa satu pucuk SMB (Senapan Mesin Berat). Walaupun hanya berbekal satu pucuk SMB yang dipasang di bagian haluan, tapi SMB berkaliber 12,7 mm menggunakan sistem RCWS (Remote Control Weapon System) serta foredeck-mounted stabilised buatan Oto Melara Hitrole G.

BACA JUGA :  Ketika Rudal Panggul IGLA-S Rusia Berhasil Merontokkan Rudal Jelajah Musuh

Maka dari itu gunner yang berda di anjungan mampu melakukan tembakan secara otomatis serta cukup terarah walau kapal tengah melaju dengan kecepatan tinggi. Lagipula dalam setiap operasinya, SMC memang selalu bersama dengan kapal patroli cepat rudal, Fearless Class.

specialized2

Selain menerapkan teknologi stealth, ST Marine juga mendesain lambung kapal layaknya pesawat tempur dengan bentuk v-shape, material lambung SMC terbuat dari material komposit dan aluminium hullform yang bisa menyerap sinyal radar, atau menggunakan desain low radar cross section (RCS). Lambung kapal juga dibuat begitu rendah, tinggi kapal dari permukaan air hanya 2 meter, sedangkan draught (bagian kapal yang ada di bawah permukaan air) hanya setinggi 1,2 meter.

Untuk tenaga pendorongnya menggunakan dua jenis mesin, yaitu 2 x MTU 16V200 M94 Engines dan 2 x Hamilton HM651 Waterjets. Jika digabungkan dua sistem mesin ini mampu memberikan tenaga mencapai 5.000 Hp. Maka sudah pasti SMC mampu meluncur diatas 30 knots.

BACA JUGA :  Pasukan Suriah dan Militan Pro Pemerintah Kembali Rebut Utara Kota Aleppo

Akan tetapi kapal ini juga memiliki kelemahan, desain yang digunakan ST Marine ini dikatakan tidak mampu untuk diajak meluncur diatas 50 knots, bahkan desain yang terbilang datar kurang cocok untuk digunakan manuver berkelok-kelok. SMC juga disebut-sebut mampu beroperasi sejauh 463 km dengan kecepatan 20 knots.

specialized3

Bertugas sebagai kapal patroli, SMC juga menggunakan teknologi Long Range Acoustic Device yang digunakan untuk peringatan dini dari jarak ratusan meter. Selain itu, SMC juga dilengkapi berbagai sensor electro optical system, FLIR (Forward Looking Infrared), digital navigation system, dan satellite communication system.

Berbekal senjata utamanya yaitu sepucuk SMB varian FN Herstal M2HB QCB kaliber 12,7 mm. Selain telah menggunakan RCWS buatan Oto Melara Hitrole G, bagian shield dari senjata ini telah dirancang cover streamline, seperti telah menyatu dengan badan kapal. Dengan sistem stabilitas, senjata ini mampu menembakkan 450 peluru per menit.

Sebagai kapal dengan tugas tertentu, SMC hanya dioperasikan oleh empat personel, yaitu commander, coxswain, navigator serta weapons operator. Menurut sejarahnya, desain SMC mulai muncul di tahun 2003. Varian pertama dioperasikan pada tahun 2009, memiliki panjang 22 meter, lebar 5,5 meter, serta berbobot 40 ton.

BACA JUGA :  Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Varian pertama ini sudah menggunakan RCWS, tapi hanya bersenjatakan senapan mesin kaliber 7,62 mm. Lalu dilakukan peningkatan pada varian kedua, dengan panjang 25 meter, lebar 6 meter, dan berbobot 45 ton, pada varian terakhir ini bersenjatakan FN Herstal M2HB QCB.

Walaupun sudah beroperasi sejak tahun 2009, AL Singapura baru secara resmi menunjukkan SMC (varian pertama) kepada publik pada tahun 2015 di sebuah parade. Sekitar 3 unit kapal patroli siluman sudah diberikan kepada AL Singapura, masih tersisa 5 unit SMC yang dikabarkan akan selesai di tahun 2017 ini.

Untuk Indonesia, kapal serupa SMC memang belum memilikinya, tapi sepertinya agak mirip dengan KMC (Kapal Motor Cepat) Komando yang beroperasi di kalangan TNI AD di beberapa Kodam. KMC Komando produksi PT. Tesco Indomaritim juga memiliki SMB RCWS 12,7 mm, dan tentunya mampu melaju cepat dengan manuver gaya speed boat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua