Saturday, July 20, 2024
HomeBlog MiliterSejarahDampak Sejarah Peristiwa Bandung Lautan Api Terhadap Kemerdekaan Indonesia

Dampak Sejarah Peristiwa Bandung Lautan Api Terhadap Kemerdekaan Indonesia

Dampak Sejarah Peristiwa Bandung Lautan Api Terhadap Kemerdekaan Indonesia – HobbyMiliter.com – Sejarah peristiwa Bandung lautan api terjadi di tahun 1946 yaitu saat kurang lebih 200.000 warga Bandung membakar rumah mereka demi mencegah agar Sekutu dan tentara NICA tidak menguasai kota tersebut.

Sejarah Peristiwa Bandung Lautan Api

Sejarah peristiwa Bandung lautan api diawali sejak masuknya pasukan Inggris yang merupakan bagian dari Brigade MacDonald pada tanggal 12 Oktober 1945. Tuntutan pasukan Inggris yang menuntut semua senjata api di tangan penduduk kecuali TKR diserahkan kepada mereka memperburuk hubungan mereka dengan pemerintah Republik Indonesia yang sejak awal sudah tegang.

Situasi juga semakin tegang saat orang Belanda yang baru dibebaskan dari kamp tahanan mulai melakukan berbagai tindakan yang mengganggu keamanan hingga menyebabkan terjadinya bentrokan senjata antara pasukan Inggris dan TKR.

BACA JUGA :  Sejarah Ibu kota Brunei Darussalam, Bandar Seri Begawan

Kemudian TKR bersama berbagai badan perjuangan melancarkan serangan ke berbagai kedudukan Inggris yang berada di bagian utara Bandung, seperti Hotel Homann dan Hotel Preanger yang dipakai sebagai markas pada malam tanggal 21 November 1945. Hal tersebut menimbulkan reaksi dari pasukan Inggris yang ditunjukkan dengan dikeluarkannya ultimatum yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat.

Ultimatum tersebut mengharuskan semua penduduk Indonesia mengosongkan wilayah Bandung Utara termasuk pasukan bersenjata. Bersamaan dengan ultimatum tersebut, sekutu membagi Bandung menjadi dua dimana bagian utara termasuk wilayah kekuasaan sekutu dan selatan termasuk wilayah kekuasaan pemerintah Indonesia.

BACA JUGA :  Helikopter Mi-17 AL Garda Revolusioner Iran Mampu Tebarkan Ranjau Laut

Ultimatum pasukan sekutu tersebut semakin dipertegas dengan tindakan nyata mereka dimana pada tanggal 21 Maret 1946 Dakota milik RAF yaitu Angkatan Udara Kerajaan Inggris terbang di atas Bandung sembari menurunkan ribuan lembar kertas dengan tulisan yang mengatakan bahwa para ekstrimis Indonesia mesti mengosongkan Bandung paling lambat tanggal 24 Maret 1946 pukul 24.00 dan mundur hingga 11 km dari tanda kilometer nol.

Salah satu pejuang Laskar Hizbullah, Asikin Rachman terkejut dan geram saat membaca tulisan tersebut. Namun bukan cuma Asikin saja yang merasa geram, puluhan ribu pejuang Bandung yang tergabung TRI juga merasakan hal yang sama dan membuat suasana semakin memanas.

Residen Ardiwinangun selaku Ketua Komite Nasional Indonesia atau KNI Jawa Barat pun mengambil tindakan guna mencegah situasi agar tidak menjadi kian tidak menentu. Ardiwinangun yang didampingi pemudi Mashudi beralih ke Jakarta untuk menemui Perdana Menteri Sutan Sjahrir guna meminta petunjuk lebih lanjut.

BACA JUGA :  Inilah Batas Wilayah Negara-Negara Asean, Sudah Tahu Belum?

Sjahrir pun mengatakan walau pemerintah pusat Indonesia menyarankan agar para pejuang kota Bandung memenuhi ultimatum yang dikeluarkan pasukan sekutu tersebut, namun kalau mereka tidak setuju dan berniat membumihanguskan Bandung maka terserah mereka.

Ardiwinangun dan Mashudi pun meneruskan pesan sjahrir tersebut lewat telepon pada tanggal 22 Maret 1946 yang diiringi dengan telegram dari Markas Besar Tentara atau MBT di Yogyakarta untuk pada pejuang Bandung yang menuliskan bahwa mereka mesti mempertahankan Bandung.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Swiss President and Foreign Minister Burkhalter speaks to the media during a news conference after the weekly meeting of the Federal Council in Bern

Swiss Wakili Hubungan Diplomasi Antara Arab Saudi dan Iran

0
Hobbymiliter.com - Swiss secara resmi akan mewakili kepentingan Iran dengan Arab Saudi dan sebaliknya. Bern ditunjuk sebagai perwakilan setelah Riyadh dan Teheran saling menutup pintu...

Recent Comments