Thursday, February 2, 2023
HomeMiliterKisah MiliterKisah Perang Teluk : Pilot Inggris Jadi Tawanan Irak

Kisah Perang Teluk : Pilot Inggris Jadi Tawanan Irak

Tanpa flying instruments, pesawat fighter bomber Tornado tersebut ibarat sebuah pesawat terbang layang yang buruk desainnya. Meluncur dengan cepat ke arah bawah. Ditariknya hidung pesawat beberapa kali dalam upaya untuk memperpanjang luncuran layang pesawat. Tetapi setiap kali Clark melakukannya, bunyi peringatan level menyala bersamaan kecepatan berkurang.

Dia tidak punya acuan noise level mana yang terkait dengan stalling speed pada kondisi yang dialami Tornadonya. Dan Clark tidak ada keingingan untuk men-stall pesawatnya guna mengetahuinya. Jadi apa yang dilakukan adalah ia menurunkan hidung pesawat sampai bunyi suara angin dirasakan sesuai dengan luncuran rate of descent pesawatnya.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

58-pesawat-tanpa-awak-blackjack-siap-digunakan-marinir-as

Pesawat Tanpa Awak Blackjack Siap Digunakan Marinir AS

0
Hobbymiliter.com - Sistem pesawat tanpa awak RQ-21A Blackjack yang dikembangkan oleh Insitu telah siap untuk digunakan oleh Angkatan Darat dan Laut AS. Sebelumnya, status Initial Operational...

Recent Comments