Wednesday, June 29, 2022
HomeAlutsistaPesawat TempurMiG-31 Foxhound, Interceptor Supersonic Rusia

MiG-31 Foxhound, Interceptor Supersonic Rusia

MiG-31, Interceptor Supersonic Rusia – HobbyMiliter.com. MiG-31 Foxhound adalah mesin perang Rusia. Versi terbarunya adalah MiG-31BM, kode BM (Bolshaya Modernizatsiya atau Big Modernization) jadi penanda bagi mesin perang udara Rusia hasil upgrade dari model induknya. Tidak hanya Su-35 yang menyandang kode BM, tapi juga MiG-31BM.

MiG-31BM Foxhound muncul pertama kali tahun 1999 sebagai hasil block upgrade dari varian MiG-31B.

Salah satu foto MiG-31 Foxhound pertama yang diperoleh NATO
Salah satu foto MiG-31 Foxhound pertama yang diperoleh NATO

Sedangkan MiG-31 Foxhound generasi pertama (varian induk) terbang perdana tahun 1975 dan mulai diproduksi tahun 1979. Artinya varian BM yang menjalani modernisasi hesar-besaran baru dibuat prototipenya oleh MiG setelah 24 tahun pascapenerbangan perdana MiG-31 Foxhound.

MiG-31 Foxhound didesain sebagai long range Interceptor
MiG-31 Foxhound didesain sebagai long range Interceptor

Lazimnya sebuah produk pesawat tempur, pihak pabrikan memang akan mengeluarkan beberapa varian yang dibedakan pada kelengkapan fitur, modernisasi radar dan avionika, perubahan struktur, penggantian mesin dengan yang lebih kuat dan efisien, maupun pengembangan dalam beberapa item lainnya.

BACA JUGA :  Dogfight Su-27 vs MiG-29 Dalam Perang Sungguhan

Demikian juga yang terjadi pada MiG-31BM. Pesawat ini dilengkapi radar Thikomirov NIIP Zaslon-M passive electronically scanned array (PESA) yang diklaim memiliki kekuatan deteksi dan engagement dua kali lipat dari radar sebelumnya. Jarak deteksi terhadap sasaran mencapai 170 mil laut (309km) dan mengunci 10 target secara simultan pada jarak 150 mil laut (273km).

MiG-31 bertugas melindungi perbatasan Soviet, dan kemudian Rusia
MiG-31 bertugas melindungi perbatasan Soviet, dan kemudian Rusia

Penggunaan glass cockpit menggantikan instrumen-instrumen manual, menjadi penanda lain bagi MiG-31BM. Panel AMLCD-nya sama dengan yang digunakan pada MiG-29SMT. Demikian juga dengan inertial atau navigasi satelit juga menggunakan perangkat yang sama digunakan oleh MiG-29SMT. Pesawat ini juga menggunakan teknologi HOTAS (Hands-on Throttle and Stick) yang memudahkan kerja pilot.

Peningkatan lainnya dalam hal kemampuan bawa senjata. Selain mampu membawa rudal R-33/AA-9 Amos, juga mampu membawa rudal terbaru R-37 (AA-13 Arrow) serta R-77 (AA-12 Adder) yang dikenal sebagai “AMRAAMSKI”, yaitu rudal penggasak sasaran udara jarak menengah rival AIM-120 AM-RAAM dari Amerika Serikat.

BACA JUGA :  Daftar Rudal Balistik Rusia, Dari Rudal Scud Sampai Rudal Sarmat
Su-24 Fencer melakukan buddy refuel ke MiG-31 Foxhound
Su-24 Fencer melakukan buddy refuel ke MiG-31 Foxhound

Melalui proses modernisasi, MiG-31 BM juga berubah wujud. Tidak hanya sebagai pesawat murni pencegat (interceptor), namun menjadi pesawat tempur multi-role atau mampu melaksanakan misi berbeda. Dalam hal ini MiG-31BM dilengkapi dengan rudal udara ke darat seperti rudal antiradiasi Kh-31A/P (AS-17 Krypton), Kh-25MP/MPU, Kh-29T, dan Kh-59. Demikian juga dengan bom pintar seperti KAB-500/1500 baik varian berpemandu televisi atau laser.

MiG-31 Foxhound juga dilengkapi dengan kanon internal GSh-6-23 enam laras kaliber 23mm 800 peluru. Kanon ini ditempatkan di bagian depan bawah pesawat dekat roda.

MiG-31 Foxhound
MiG-31 Foxhound

Varian ekspor MiG-31BM diberi kode MiG-31FE, seperti yang pernah ditawarkan Rusia kepada China, Irak, Libya, dan Aljazair. Tahun 2007 Rusia juga menyiapkan MiG-31E, versi ekspor ke Suriah yang diambil dari stok MiG-31BM lalu disesuaikan dengan kebutuhan Suriah. Sayang, ekspor tersebut tidak jadi karena kendala keuangan di Suriah.

BACA JUGA :  MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?

MiG-31 Foxhound si Penerus Foxbat

Menilik sejarahnya, kelahiran MiG-31 Foxhound diawali dengan kehadiran MiG-25 Foxbat, si pesawat pencegat Soviet yang membuat panik AS karena mampu mengejar SR-71 yang berkecepatan Mach 3. MiG-25 Foxbat memiliki performa terbang sangat luar biasa dalam hal kecepatan (speed), ketinggian (altitude), serta kemampuan menanjak (climb). Dengan kecepatan maksimum mencapai Mach 3.2 jelas MiG-25 merupakan mesin perang pencegat yang menjadi ancaman besar bagi AS. Walaupun, dalam faktanya Soviet membatasi interceptor tersebut agar terbang maksimum Mach 2.83 saja. Hal ini agar radius tempur tidak berkurang. Karena bila terbang dengan kecepatan tertinggi, bahan bakar akan cepat habis, terlebih karena penggunaan mesin turbojet berafterburner. Selain itu struktur pesawat bisa cepat ambrol dan mesin akan cepat rusak.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Passex HMS Tamar P233 – KRI Frans Kaisiepo 368 Di Laut Jawa, Bukti Navy Brotherhood TNI-AL Dengan Royal Navy

Passex HMS Tamar P233 – KRI Frans Kaisiepo 368 Di Laut...

0
Hobbymiliter.com – Pada hari Rabu, 25 Mei 2022, telah dilaksanakan kegiatan Passage Exercise atau Passex antara dua kapal perang dari Indonesia dan Inggris. Adalah...

Recent Comments